The Childhood Dreams
Tak mungkin dihindari kebanyakan orang
dalam hidupnya pasti mempunyai mimpi dan harapan yang mereka inginkan, meskipun
demikian pasti semua impian tidaklah selalu sama dan sejalan dengan harapan
kita. Tentu, kita harus berjuang kendati untuk mencapai impian kita. Mungkin,
sebagian dari sang pemimpi telah sukses dengan impian masa kecilnya, bahkan
mungkin sebagian lainnya tidak begitu mulus dengan harapannya.
---------
Teringat sungguh olehku kenangan dimana
ketika aku masih berparas lucu dan begitu menggemaskan, ya ketika itu ku ingat
adalah tempat dimana ku berpijak untuk mendaki mimpiku, Taman Kanak-Kanak.
Begitulah, kebanyakan orang menyebutnya, aku berada diantara kerumunan orang
yang awalnya tak ku pahami mereka siapa dan mengapa keberadaanku disini,
seiring waktu ku paham, bahwa ini adalah tempat untukku mencapai puncak untukku
mencapai cita dan impian. Sejak dulu, ketika pertanyaan silih berganti datang,
aku pun selalu mempunyai jawaban yang sama, ya ini masalah impian yang selalu
ditanyakan orang-orang disekitarku kala itu. Suatu hari nanti kamu ingin jadi
apa? Tanya guruku”. Aku ingin jadi polwan bu, (tanpa rasa takut aku menjawab
pertanyaan itu dan begitu bahagia rasanya ketika aku bermimpi demikian). Wah
itu luar biasa dan semoga kamu dapat mencapai mimpiku nak, “Guruku. Amin amin
amin~
Waktu
terus berlalu, sang fatamorgana berganti silih berganti diufuknya. Ketika aku
melewati hari-hariku untuk mencapai mimpiku. Dan 2 tahun berlalu, ketika aku
duduk dibangku Sekolah Dasar. Pengalaman baru kembali dimulai dan begitulah
semangatku berkobar bak perang dipenjajahan,hehe. Rasanya, aku merasakan
sensasi yang berbeda kala itu, namun tanpa perubahan yang lain, yakni dengan
cita yang sama, Aku ingin jadi Polwan, tegasku kala itu.
Banyak hal yang tak pernah ku sadari
saat itu, mengapa orang-orang disampingku begitu tulus mendoakanku untuk mampu
mencapai citaku, rasanya aku bersyukur berada diantara mereka yang tak lelah
mendoakanku dan mendukung impianku. Semangat jiwaku semakin berkobar, ya begitu
bersemangat. Karena ku ingat, ketika aku beranjak di kelas akhir, aku mendapati
seorang yang tiba-tiba menemuiku kala ujian nasional berlangsung, beliau adalah
salah satu guru ditempat saat aku ujian, dan beliau berkata padaku, “Nak, kamu
seperti polwan. Sontak aku pun terkejut, entah mengapa beliau setibanya berkata
demikian padaku?, jawabku sederhana, amin pak terimakasih doakan saja saya pak
untuk bisa mencapai impian saya,” Beliau tersenyum begitu dalam, dan pikir
hatiku adalah padahal aku tak pernah berucap dan bercerita akan hal ini pada
sosok yang tak pernah ku kenal sebelumnya, namun ku anggap ini doa dan semangat
bagiku kedepannya.
Kelulusan
pun tiba, dan aku beranjak di Sekolah Menengah Atas, dan begitu bahagianya kala
aku bisa masuk disekolah impianku yaitu di Madrasah Tsanawiyah, ya disitulah
puncak kedewasaan tiba dan entahlah rasanya ketika ada bertanya padaku, ingin
jadi apa kamu nanti? Aku pun berucap bukan menjadi polwan, malah ku sebut
Qariah International dan Guru. Yah, rasanya agak aneh ketika aku secepat itu
merasa tanpa sadar dan pada akhirnya aku tak berharap menjadi seperti dulu lagi
seperti aku masih anak-anak. Sungguh, mimpiku berubah.
Ku
coba seiring waktu mencari jati diriku, ternyata kutahu aku tak pantas menjadi
polwan karena kupikir postur badanku yang tak memadai dan aku harus jauh lebih
kuat fisik dan mental. Dan ku pikir aku takut ketika nanti aku tak sanggup
menjalani itu, karena menjadi polwan tak segampang yang dipikirkan orang-orang,
kataku sembari termenung”. Berlalu waktu seiring masaku menduduki putih
abu-abu, ya aku begitu yakin ketika jati diri bak telah singgah betul
dihadapanku. Aku tetap berpegang teguh pada mimpi, namun pada akhirnya hatiku
sangatlah kokoh dan begitu kuatnya ketika pengajaran dan pembelajaran yang
kulewati dalam hidup, dan aku berharap menjadi seorang Guru. Yaaaa, guru yang
memberikan segala ilmunya tanpa pandang bulu, yang memberikan segalanya dengan
ikhlas, dan tak kenal lelah untuk berjuang memberi semangat pada muridnya. Oh,
ya Allah, aku sangat menginginkan impian itu. Seruku dalam doa setiap hariku.
Banyak
hal yang tak pernah kusadari, ketika beranjak dewasa rasanya banyak hal yang
dapat menjadi impian bagiku, aku melewati dunia seni tari, music, teater, dan
istilahnya mc atau host lah, dan masih banyak hal yang seakan aku ingin
memilikinya seutuhnya dalam hidupku. Dan kusadari jika demikian, adalah ketika
aku bisa menjadi Guru, karena bukan hanya itu yang bisa kulakukan, tapi aku kan
bisa merubah dunia dengan pengetahuan. Sembari selalu berdoa dan berusaha
mencapai citaku, aku berharap Allah akan mengabulkan.
Hingga pada akhirnya, saat ini ketika
aku memasuki masa perkuliahan, rasanya impian menjadi Guru tak pernah hilang
dibenakku, namun mungkin yang dirasa aneh oleh orang-orang adalah karena ketika
aku memilih prodi dikampus tercintaku, sangat jauh dari kata impianku, Guru.
Namun, itu bukanlah masalah bagiku,
karena orangpun tau apa yang ku senangi begitu banyak dan jika pada akhirnya
jatuh bukan pada tempat untuk mencapai impian bukanlah kesalahan, dan aku yakin
aku tetap bisa mencapainya, kendati akupun berharap bisa pula menjadi Penyiar
Radio maupun Televisi yang dikenal banyak orang. Dan dari situpun bagiku,
Insyaallah kan memberi satu pemahaman dan ilmu untuk orang yang mendengar dan
menyaksikannya. Meskipun begitu, rasanya sulit diungkapkan. Banyak pilihan yang
ku arungi dalam hidup. Namun satu kupercaya, Allah kan menjaga dan memelihara
penuh serta memberikan hal yang terbaik ketika umatNya bersungguh-sungguh dan
berupaya mampu tuk mencapai impiannya. Amin ya Robbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar