Jumat, 24 Juli 2015

Poem~



Rindu Ini Milik Siapa
Karya : AMIRATUN NAHR

Mengapa perasaanku kembli diuji
Dalam hiruk-pikuk tangis yang menyeringai dihati
Kalbuku nan terasa perih ini
Tetap saja mengingat kau dalam sembah sujudku pada Sang Illahi
Dalam benakku takkan lelah tuk mendampingi disetiap langkah kaki
Yang mengiringi alunan nada janji yg pernah bersemaikan indah dalam hati
Tak pernah hilang hingga membelenggu dilema diri
Sang Illahi mngtahui
Adanya tak pasti prihal kita ini, trsirat mkna yg dalam dan nyata tak dpt dipungkiri
Selepas jarak membendungi
Maka kita yang tak saling menatapi lagi
Lalu kau pergi dan aku tak mampu menghampiri kembali
Dan kini, hanyalah kenangan yang memuncak indah dalam hati dan jiwa ini

Sabtu, 11 Juli 2015

Poem~



KEHABISAN WAKTU
KARYA : AMIRATUN NAHR

Terpisah dalam jarak dan waktu yang membelengu
Hanya doa dan harapan tersebut didalam kalbu
Terharu baku kumengingatmu
Tersipu haru dalam bayang-bayang semu
            Aku kamu
            Kita memang tak pernah menjadi satu
            Namun harus kau tahu
            Cinta ini takkan lekang oleh waktu
Setiap hela nafas
Jiwa bergelora
Rindu membahana
Kasih dalam jiwa
            Jarak tak mematikan
            Tapi hati dengan keegoisan
Kita kehabisan waktu
Waktu untuk segalanya
Bak berbatas
Sungguh nampak begitu jelas
Setiap yang tersirat begitu erat
Setiap yang tersembunyi begitu hening


Poem~



KISAH KITA 2
KARYA : AMIRATUN NAHR

Kita sempat keliru merajut asa
Kita kembali pada jalan yang sama
Lalu kita saling pandang dalam isyarat mata
Doa yang tak lekang dan bertahta penuh pinta
            Kasih
            Setiap luka,pedih,kekecewaan,harapan,impian,kebahagiaan
            Kita jemput dengan rasa yang tak mampu dibendung insan jiwa
Sempat kehilangan
Salah satu dari bagian
Antara kita dalam ikatan
Tentu pelupuk mata tak berhenti dalam kesedihan
            Tuhan, kekasihku berulang lagi
            Kesempatan kau datangkan kembali
            Dan kucoba lewati
            Kuyakini dia kan mengerti
            Nyatanya hati disini begitu tersakiti
            Dilukai, dikhianati, dan sia-sia diri
Kau memang akan tetap hidup dalam hati sanubari ini
Tapi kali ini kuhentikan jarak dan waktu
Bukan untuk mempersatukan jalan ini kembali
Namun, kujanjikan tuk menhentikan gemuru dihati
Tuk lenyapkan kedukaan bersamamu kini

Rabu, 01 Juli 2015

Poem~



ALQUR’AN
KARYA : AMIRATUN NAHR

Ta’awuz awal memulainya
Bismillah mendampinginya
Ayat-ayat kita jumpa
Surah-surah yang ada
Begitu istimewa
            Setiap detik menit bahkan jam takkan terlupa
            Rangkaian isi yang begitu syahdu menyentuh raga
            Jiwa-jiwa yang bercahaya
            Hati-hati yang bergembira
Begitu indah alunan nada
Yang terungkap dalam setiap hela
Allahuakbar, Allahuakbar
            Turunnya begitu ditunggu
            Hadirnya begitu menyatu
            Dalam kalbu
            Lalu hilanglah segala pilu
Setiap bait begitu dalam bermakna
Tersirat makna
Yang sangat mengesankan jiwa
            Tak pernah ada keraguan bagi Kalam Allah
            Begitu indah, begitu tenang ketika bersama dan membacanya
Selalu membacanya
Selalu bersamanya
Hingga maut kan tiba
Dan menjadi teman sejati kita
(29June2015)

Poem~



RAMADHAN KAREEM
KARYA : AMIRATUN NAHR

Senja terbit berganti
Ketika tiba bulan suci
Yang begitu diberkahi
Oleh Sang Ilahi
            Marhaban ya Ramadhan....
            Indah nian lantunan terucapkan
            Alhamdulillah kita kembali dipertemukan
            Semoga kebaikan kita selalu tebarkan
            Dengan niat ketulusan kita sambut dengan kebahagiaan
Bulan suci yang begitu hakiki
Ramadhan Kareem oh Ramadhan Kareem
Hadirmu menjelma seantero jagat
Memukau dan mengagumkan hati
Setiap malam yang berisi lantunan asma Allah
Desah istigfar yang tak henti terucap
KalamNya yang bersenandung penuh cinta bertebaran diseluruh pelosok dunia
Subhanallah....
Bagian terpenting dari turunnya Kalam Allah, Alqur’an
Malam yang dinantikan membawa segala keberkahan, Lailatul Qadr
Setiap detik yang begitu dalam begitu terasa begitu menenangkan hati
Begitulah sorak umat Muslim didunia yang menyambutnya
Semoga kita selalu dalam lindunganNya
Dan dipertemukan kembali dan untuk setiap hadirnya bulan yang penuh arti ini
Mari kita amini.