Kamis, 21 Januari 2016

Short-Story~



KARTINIKU, IBU. PEJUANG HIDUPKU
AMIRATUN NAHR


Tak mampu terlukiskan kata-kata lewat untaian apapun, tak mampu lagi takkan!
Karena, dia begitu indah teramat indah. Dia begitu amazing, dan begitu sangat.
IBU ….
Sosokmu adalah kebanggaan dalam setiap perjuanganku, ketika terlintas dibenakku akanmu, aku tak mampu menahan rasa tangisku, bukan karena apa-apa hanya saja bagiku kau teramat indah dari segala segi penjuru.
Inspirasi setiap pergerakkan apapun yang kulakukan. Oh Ibu, kau yang tak pernah mengatakan ketika kau letih, kau yang tak pernah menampilkan sosok sedihmu kala kita susah, kau yang ingin melihatku menangis, kau yang tak ingin membuatku hilang semangat, kau yang mendoakanku tanpa rasa imbalan, kau yang mengasihiku tanpa berbalas, kau yang memelukku begitu hangat, menyapihku agarku sehat. Mungkin orang tak pernah mampu merasakan apa yang kurasa, karena aku sadar aku terlahir sebagai si bungsu, dan Ibu sudah nampak terlihat renta dan lelah, aku ingin membuatnya bahagia Ya Allah…
Mungkin, seisi dunia mampu kuberikan padamu, tapi takkan mampu membalas rasa kasihmu yang teramat sungguh padaku. Setiap belaianmu adalah cinta, setiap doamu adalah kasih, setiap nasihatmu adalah perjuangan bagi hidupku.
Karena, ketika aku terjatuh kau bangkitkan aku. Aku sadar saat ku masih kecil sulit bagiku berdiri jika tanpa kau sebagai penopangku, kau hidupku Ibu.
Kau selalu berkata aku adalah impian hidupmu, aku adalah doa yang kau panjatkan pada Tuhan untuk mendampingi hidupmu kelak. Aku adalah impian yang kau harapkan.
Kau selalu mengatakan bahwa aku kelak akan menjadi orang. Aku akan mampu membahagiakanmu seperti doa yang kau panjatkan pada Sang Maha Pencipta.
Oh Ibu, sungguh teramat dalam cinta kasihmu pada anakmu ini. Kau pernah mengatakan bahwa aku terlahir dengan nama indah dari kakek adalah sebuah makna yang dalam karena baginya namaku itu adalah sosok pemimpin masa depan, karena aku lahir tepat saat meninggalnya Ibu Negara kala itu, 28April1996, Ibu Tien Soeharto.
Harapan beliau kelak aku akan mampu menjadi pemimpin masa depan yang gemilang, doanya begitu indah dalam ngiangan telingaku, doanya sungguh begitu nyata dan teramat dalam dibenak.
Wanita yang berjuang sekeras dan sekuat tenaganya untukku, oh Kartiniku. IBUNDA
Harga mati bagiku untuk terus berjuang tanpa lelah. Untuk mewujudkan impian dan harapannya.
Ya Allah, aku mungkin tak mampu membalas setiap perjuangannya selama ini padaku. Tapi aku sadar dan yakin betul aku memilikiMu yang mampu memberikanku pengharapan atas doaku. Jagalah Bundaku, setiap sedetiknya, buatlah beliau bahagia meski kadang aku terlalu sering melakukan kesalahan yang tak terlihat darinya, aku sadari aku bukan yang sempurna tapi baginya aku adalah kehidupannya, terlebih bagiku beliaulah hidupku. Takkan ada yang mampu menggantinya dari benak, hati ragaku, pikiranku adalah untuk membahagiakannya, buat aku mampu untuk itu ya Allah, buat aku yakin buat aku kuat untuk perjuangan kedepan, sebagai upayaku padanya, upayaku untuk menjadi orang sukses upayaku membuatnya bahagia dengan hasil kerja kerasku, peluh ku, semangatku.
Ibu, aku adalah anakmu yang selalu akan menyayangimu sampai kapanpun itu, kusadari tak ada yang kekal dan abadi di dunia, tapi cintaku akan terus kekal padamu karena inilah hatiku Ibu, aku yang mencintaimu aku yang tak pernah ingin jauh darimu meski saat ini aku belum mampu menjadi yang kau harapkan, tapi janjiku adalah bahagia untukmu, Ibu kau lah doa dalam setiap pertemuanku padaNya, kaulah semangat perjalanan hidupku. Sampai kapanpun cintaku padamu, takkan mampu terlepas, takkan mampu kulepas. Terimakasih Mother, Nahr syg Mother{}.





Short-Story



HIDAYAH-NYA, MENUJU SAHABATKU SEIMAN
AMIRATUN NAHR


Masa putih abu-abu memang masa yang begitu berkesan bagi sebagian orang, ya karena dengan masa-masa itu kita melewati masa sesungguhnya, masa yang nyata pencarian jati diri. Rasanya sulit kupercaya akupun begitu terpukau akan masa itu.
3tahun silam, ketika aku memulai masa SMA yang begitu menyenangkan. Aku mengenal dunia baru, aku menemukan hidup, aku menemukan jati diri, aku menemukan sahabat setiaku dan cinta.

--------------
Entahlah, pertemuan singkatku bersama sahabatku, dia terkenal dengan karakter tiongkok pada dirinya, dan begitu teguh dengan keyakinannya. Dia sosok sahabat yang baik bagiku, dia begitu mengenalku dalam meskipun kami baru berjumpa kala itu. Rasanya aku tak menyangka akan sedekat itu dengannya. Ya, aku tak memungkiri karena memang aku adalah sosok yang cukup supel ketika mengenal orang baru disekitarku. Dan masa-masa itu berlanjut ketika kami satu kelas saat duduk dibangku kelas 2 atas, ya menyenangkan karena bisa berkumpul dalam satu kelas dan jurusan yang sama pula.
Setiap hari setiap saat bahkan setiap detik rasanya aku selalu berdampingan dengannya, sampai-sampai kami dikira kembaran waktu itu, hehe. Mungkin karena punya mata yang sipit, hehe. Tapi, aku tak perduli orang-orang menyebutku apa dan bagaimana, yang penting bagiku sahabatku satu ini adalah sosok yang baik dan mengerti aku, begitu pula aku baginya.
Kami selalu menceritakan apa yang pernah kami lewati entah itu sebelum duduk disekolah dasar bahkan sampai saat itu. Dia begitu mengerti, meski ada banyak perbedaan diantara kami, keyakinan. Meski begitu, itu bukanlah hal yang akan menggoyahkan persahabatan kamiJ. Pernah terlintas dibenaknya begitu indah ketika dia mendengarkan petikan nada-nada Alqur’an yang kubaca, hatinya begitu tenang” dia bilang. Ketika melihat aku dan teman-teman lain berbondong-bondong ke mushalla maka rasanya hatinya terketuk untuk mendekat, jelas matanya begitu terang menatapku setiap itu terjadi. Kami saling menghargai satu sama lain, bukan berarti untuk mempengaruhi, kami berbagi kebaikan untuk kebahagiaan kami bersama. Tak ada niatku untuk membuatnya jauh dari apa yang dia yakini, hanya saja bagiku ini adalah rasa syukurku, semoga jika telah sampai ilham padanya maka sungguh kebaikan kan tiba untuknya lebih dari yang dia harapkan. Semoga begitu ya Allah, amen.

Hari demi hari, minggu bertemu minggu, tahun berganti tahun. Tibalah dimana masa-masa itu hampir berakhir, tapi bukan selamanya hanya berakhir dalam masa sekolah. Aku selalu mengenang masa indah bersamamu sahabatku. Setiap hari tertulis indah penaku untuk melukiskan rasa rinduku akan kehadiranmu, dan kau sambut begitu pula padaku. Persahabatan yang saling mendoakan.
Selepas kami dinyatakan lulus, rasanya bahagia tak mampu dikatakan oleh untaian kata. Puji syukur Alhamdulillah ku panjatkan pada Allah yang memberikan nikmat indah ini. Begitu pula bagi sahabatku rasa syukurnya memuncak pada Tuhan.
Kami berpelukan, kami berucap syukur, kami saling menyalami akan kebahagiaan kala itu. Dan aku tak pernah tau ternyata ketika lamanya persahabatan itu terjalin, sahabatku begitu yakin dengan apa yang kupegang, keyakinan. Ya Allah, aku tak memiliki daya ketika orang lain ingin sekali dia sepertiku, bagiku tak mudah demikian, karena aku tak bisa aku tak berdaya untuk itu, bagiku orang mudah mengatakan tapi mungkin kelak jika demikian terjadi padanya aku tak tahu apa itu hanya sementara atau memang dasar hatinya demikian memilih jalanMu.
Tulus, begitulah persahabatanku. Sering kuucapkan bahwa persahabatan ini karena Allah, karena hanya Dia-lah yang memulai kita dipertemukan dan menjalani kehidupan. Aku bersyukur memilikinya dan dia pun begitu, kami saling mendoakan, bukan menghilangkan. Aku yakin, Allah jauh lebih tau apa yang terbaik baginya kelak, jika demikian terjadi maka itu adalah bagian doa terindah yang terkabul, karena Allah menuntunnya pada jalan yang tepat jalan yang indah jalan yang benar. Islam.
Ingatlah kawan, kita bersahabat bukan untuk memberi pengaruh buruk padanya, namun kita berbagi kebaikan, kita mendukungnya untuk mencapai hal indah bagi dirinya kelak, jalan yang lurus tanpa hambatan, seperti doa-doa kita seperti apa yang kita harapkan pula. Dan ingatlah, Allah selalu menjaga hambaNya dalam hal apapun, sekalipun cobaan datang, Dia takkan memberikan melebihi batas kemampuan hambaNya, dan dibalik itu akan datang hikmah yang indah bagi hidup kita. Bersyukurlah dengan apa yang kau pegang saat ini, keyakinan itu. Jangan hilangkan, bahkan ragukan.