KARTINIKU,
IBU. PEJUANG HIDUPKU
AMIRATUN
NAHR
Tak mampu terlukiskan kata-kata lewat untaian
apapun, tak mampu lagi takkan!
Karena, dia begitu indah teramat indah. Dia begitu
amazing, dan begitu sangat.
IBU ….
Sosokmu adalah kebanggaan dalam setiap perjuanganku,
ketika terlintas dibenakku akanmu, aku tak mampu menahan rasa tangisku, bukan
karena apa-apa hanya saja bagiku kau teramat indah dari segala segi penjuru.
Inspirasi setiap pergerakkan apapun yang kulakukan.
Oh Ibu, kau yang tak pernah mengatakan ketika kau letih, kau yang tak pernah
menampilkan sosok sedihmu kala kita susah, kau yang ingin melihatku menangis,
kau yang tak ingin membuatku hilang semangat, kau yang mendoakanku tanpa rasa
imbalan, kau yang mengasihiku tanpa berbalas, kau yang memelukku begitu hangat,
menyapihku agarku sehat. Mungkin orang tak pernah mampu merasakan apa yang
kurasa, karena aku sadar aku terlahir sebagai si bungsu, dan Ibu sudah nampak
terlihat renta dan lelah, aku ingin membuatnya bahagia Ya Allah…
Mungkin, seisi dunia mampu kuberikan padamu, tapi
takkan mampu membalas rasa kasihmu yang teramat sungguh padaku. Setiap
belaianmu adalah cinta, setiap doamu adalah kasih, setiap nasihatmu adalah
perjuangan bagi hidupku.
Karena, ketika aku terjatuh kau bangkitkan aku. Aku
sadar saat ku masih kecil sulit bagiku berdiri jika tanpa kau sebagai
penopangku, kau hidupku Ibu.
Kau selalu berkata aku adalah impian hidupmu, aku
adalah doa yang kau panjatkan pada Tuhan untuk mendampingi hidupmu kelak. Aku
adalah impian yang kau harapkan.
Kau selalu mengatakan bahwa aku kelak akan menjadi
orang. Aku akan mampu membahagiakanmu seperti doa yang kau panjatkan pada Sang
Maha Pencipta.
Oh Ibu, sungguh teramat dalam cinta kasihmu pada
anakmu ini. Kau pernah mengatakan bahwa aku terlahir dengan nama indah dari
kakek adalah sebuah makna yang dalam karena baginya namaku itu adalah sosok
pemimpin masa depan, karena aku lahir tepat saat meninggalnya Ibu Negara kala
itu, 28April1996, Ibu Tien Soeharto.
Harapan beliau kelak aku akan mampu menjadi pemimpin
masa depan yang gemilang, doanya begitu indah dalam ngiangan telingaku, doanya
sungguh begitu nyata dan teramat dalam dibenak.
Wanita yang berjuang sekeras dan sekuat tenaganya
untukku, oh Kartiniku. IBUNDA
Harga mati bagiku untuk terus berjuang tanpa lelah.
Untuk mewujudkan impian dan harapannya.
Ya Allah, aku mungkin tak mampu membalas setiap
perjuangannya selama ini padaku. Tapi aku sadar dan yakin betul aku memilikiMu
yang mampu memberikanku pengharapan atas doaku. Jagalah Bundaku, setiap sedetiknya,
buatlah beliau bahagia meski kadang aku terlalu sering melakukan kesalahan yang
tak terlihat darinya, aku sadari aku bukan yang sempurna tapi baginya aku
adalah kehidupannya, terlebih bagiku beliaulah hidupku. Takkan ada yang mampu
menggantinya dari benak, hati ragaku, pikiranku adalah untuk membahagiakannya,
buat aku mampu untuk itu ya Allah, buat aku yakin buat aku kuat untuk
perjuangan kedepan, sebagai upayaku padanya, upayaku untuk menjadi orang sukses
upayaku membuatnya bahagia dengan hasil kerja kerasku, peluh ku, semangatku.
Ibu, aku adalah anakmu yang selalu akan menyayangimu
sampai kapanpun itu, kusadari tak ada yang kekal dan abadi di dunia, tapi
cintaku akan terus kekal padamu karena inilah hatiku Ibu, aku yang mencintaimu
aku yang tak pernah ingin jauh darimu meski saat ini aku belum mampu menjadi
yang kau harapkan, tapi janjiku adalah bahagia untukmu, Ibu kau lah doa dalam
setiap pertemuanku padaNya, kaulah semangat perjalanan hidupku. Sampai kapanpun
cintaku padamu, takkan mampu terlepas, takkan mampu kulepas. Terimakasih
Mother, Nahr syg Mother{}.