Rabu, 20 Juli 2016

FIRASAT - AMIRATUN NAHR


Sapa pagiku begitu terang dengan hangatnya
Siangku begitu terjamah oleh lembutnya
Cahaya yang utuh tanpa ragu
Menyinari dalam setiap helaku
            Tak kubendung hadirnya begitu terik kala itu
            Kupandangi langit biru
            Timbul sosok yang membuatku kagum
            Hatiku sontak, terdiam
            Apa kah ini, selintas sosok impian menyapaku
            Tapi pikirku ini hanyalah awan yang berayun ringan dilangit yang bisa saja dengan segala bentuknya
            Tidak… ini seperti pesan yang tak bisa kutafsirkan hanya lewat pandangan
            Jelas kiranya, tersusun indah diatas lapisan yang tak terjamah olehku
Firasat ………
Hatiku berkata ini sebuah isyarat
Lewat kuasa Tuhan
Namun sungguh sulit kuartikan

BINTANG MALAM DITENGAH HUJAN - AMIRATUN NAHR


Derai angin begitu lembut menyapa
Selepas mentari menenggelamkan diri dikala senja
Bintang dan bulan mulai bercahaya
Inilah malam yang indah
            Selang waktu tak lama, gemuruh datang seraya hujan mendera
            Dimulai dari gerimis datang mengundang, rintikan air mulai turun dari lapisan awan
            Begitu pekat dengan suasana malam, oh sungguh menenangkan
Tak kukira hadirnya kan bersamaan
Hanya kuharap bisa jumpa pelangi dimalam hari
Tapi sulit kurasa tuk dijumpai
            Namun lain hal menjamah pandanganku,
            Bintang yang semestinya tak tiba dikala hujan
            Begitu bercahaya disetiap rintikan
            MasyaAllah, apakah sebuah tanda
            Ataukah sebuah keajaiban semata



Sabtu, 16 Juli 2016

WANITA SENJA - AMIRATUN NAHR


Sekian tinggi fatamorgana diufuk yang kan tenggelam
Dia hanya tersenyum meratapi dirinya
Gelap datang bersambut derai angin
Dia hanya berselimut kehangatan kesendiriannya
Jika suara bersahutan ria dijalan
Maka dia hanya mendengarkan lalu tetap terjaga
            Setiap matahari terbit, nampaknya tak bersuara
            Langkah kakinya ringan menyambut pagi
            Hingga wajahnya yang menua tak dihiraukannya
            Baginya berjumpa pagi, adalah anugerah kembali
Kembali matahari hampir menenggelamkan dirinya
Wanita itu seraya berkata
Sungguh, seakan puncak akhirku tiba
Air mata tergantung diantara sela pipi
Hampir meneteskan
Aku takut, aku takut hilang senjaku


Short-Story~



SAHABAT
AMIRATUN NAHR

Kampus adalah kisah lama dalam ingatan,benak dan utamanya impian dalam hidupku. Banyak yang mimpi yang kulukis agar aku mampu memetiknya satu persatu pikirku demikian.
Banyak kisah yang tak pernah kupahami, banyak perjalanan hidup yang telah ku lalui. Dari mengalir deras hingga dangkal sekalipun. Dan sekarang mimpiku jadi kenyataan, aku sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi negeri didaerahku, bahagianya diriku, terimakasih ya Allah kau kabulkan secerca impianku. Alhamdulillah.

-------
Cerita berjalan sejak awal menjadi mahasiswa masa-masa jadi makhluk awal yang baru mengenal kampus telah kulewati, yah dengan perjuangan hehe, namun semua tak sesulit dalam pikiran selagi kita berpikir positif dan yakini saja semuanya kan berlalu, agar penat ini tak terasa sampai ke hati, yah Alhamdulillah. Semoga berkah awal kisahku.
Duduk dibangku perkuliahan adalah bukan hal pertama, karna sebelumnya aku juga pernah menduduki bangku perkuliahan semasa menemani kakak waktu itu hehe eitts tapi lain lagi ini, ini bukan masalah duduk pada posisinya, namun ini kenyataan yang aku hadapi sebab sekarang aku bukan anak abg yang sering dikatakan sebagian orang tindak-tanduknya masih tak stabil, ku buktikan bahwa ini adalah langkah dan menuju kisahku tentunya sebagai mahasiswi.
            Tak kenal maka tak sayang, begitu perumpaan yang tak pernah kita lupakan saat berjumpa dengan kawan baru, hmm adaptasi kembali dimulai, meski sudah saling tau lewat masa ospek bukan berarti sepenuhnya kenal dong ya, pasti ada masa penjajakan lebih dalam pertemanan.
Kelas A, aku menatap begitu jelas majalah dinding yang tertempel disudut kampusku, dan aku tergabung dalam kelas itu. Namaku tertampil jelas diurutan abjad pertama.
Menyenangkan, mungkin bukan cerita biasa saat pertemuan pertama demikian bagi sebagian orang. Tapi bagiku, aku sudah merasa nyaman dengan mereka dengan kelas ini.
Hari demi hari, entahlah pertemuan singkat ini begitu mendamaikan hatiku. Mereka bukan hanya teman sekelas bagiku, tapi mereka adalah guru bagiku. Kami sering mendiskusikan pendapat, opini, bercerita satu sama lain, bukan hanya nasihat yang datang namun motivasi tulus datang dengan adanya mereka. Hai sahabat-sahabatiku, terimakasih.
            Berganti musim bercahaya dingin menatap suka dan duka bersama, satu semester berlalu dengan bahagia meski kadang kamipun mengalami berbagai hal sulit bukan hanya secara personal namun dalam kelompok baik secara lahir maupun bathinnya. Semua dihadapi, ikhlas dan sabar kuncinya.
Semester kedua kembali datang, masih dengan perasaan yang sama bagiku. Aku senang hadirnya mereka yang bagiku bukan hanya sebagai teman, sahabatku yang sungguh seperti sanakku sendiri senantiasa memberi rasa bahagia tersendiri bagiku.
Dan dari setiap waktu yang berlalu, sosok satu ini adalah cerita dimana kami mengaguminya meski kadang dalam diskusi selalu dan pasti ada pro dan kontra dalam penanggapannya. Ya, dia yang kurasa lebih tau dengan pembelajaran ini, maklum aku pribadi bukan sosok orang yang lulus dari sekolah agama, jadi saat di ptn agama ku saat ini aku masih terus belajar untuk itu. Dia begitu baik, sosoknya yang santun, ramah, pendiam, shaleh InsyaaAllah, dan bukan hanya ahli agamanya beliau juga hafidz quran, sehingga tak jarang temanku memanggil dengan sebutan guru yah karena merasa dia memberikan pengajaran agama kepada kami meski begitu dia tak sesombong itu, dia tawadhu dan begitu menundukkan kepalanya diatas orang yang berlagak tinggi dan sebenarnya mungkin saja masih jauh ilmunya, astagfirullah beliau mengajarkan banyak hal. Syukron ya akhi~
            Semester pun berakhir dengan final test yang luarbiasa, ketegangan panic senang dan pokoknya campur aduk telah usai terlewati. Alhamdulillah terimakasih ya Allah semuanya lancar.
Libur semester tiba, dan tentunya libur ini bukan main-main kita orang libur hampir 3bulan lebih, wowww that’s sound interesting, right? Ya, bisa-bisa kita yang mengatur bagaimana masa liburan yang dibarengi ibadah puasa Ramadhan tentunya, jelasnya teman-temanku kembali kekampung halaman mereka untuk melepas rindu dengan keluarga mereka.
Tak lama berselang, kami mempersiapkan untuk studyplan berikutnya, namun disayangkan pagi itu kala matahari tak begitu nyarak menyapaku hembusan angin begitu deras tak seperti biasanya lalu handphone ku berdering dan kuterima satu message dari sahabatku, ya Dia si guru sapaan dilokalku.
Begitu panjang, padat dan berisi setiap bait kalimat yang disampaikannya hingga pada akhirnya, dia sampaikan bahwa dirinya tak mampu lanjutkan perkuliahan. Astagfirullah hatiku sungguh tertegun, aku lantas bertanya dalam hati, mengapa, apa alasannya sesingkat ini kah keputusannya, tak dapat kupahami. Lalu kuberanikan diri tuk bertanya padanya mengapa, nampak tak ada alasan, ataukah pikirku ada yang sedang dia tutupi? Entahlah, aku tetapkan hatiku untuk berhusnudzan. Dan aku berdoa semoga dia segera mengalihkan pemikiran agar membatalkan hal tersebut. Ternyata message itu tak hanya padaku, namun juga sampai pada kawan-kawan yang lain, kamipun tak henti bertanya, oh mengapa? Karena bagiku, dia patut memperjuangkan ini semua, karena ini baru sepertiga jalan belum sampai pada puncak, sungguh janganlah berputus asa kawan ….
Tak kuketahui kejelasannya hingga saat ini, sebagai sahabat mungkin pertemuan kita tak lama, begitu singkat, namun kuyakini dia kawan yang baik dan tentunya apapun pilihannya semoga itu yang terbaik meski kami sahabatnya tak tau kepastian alasannya, hanyalah menjadi doa terbaik untukmu sahabatku…… semoga Allah melindungi dan memberkahi langkah kita bersama, amin

Jumat, 08 Juli 2016

LEBARAN SELEPAS ITU - AMIRATUN NAHR


Dungdung prok-prok
Irama anak-anak bersahaja dipagi buta
Membangunkan insan muda, tua jua
Dan sahur tiba
            Marhaban ya Ramadhan, sambut sejuta umat
            Dengan semangatnya
            Sebulan penuh berpuasa
            Tak lupa tarawih dan tadarus menyerta
            Hingga senantiasa memohon ampun padaNya
Kerlap-kerlip hiasan malam
Ditengah kesucian Ramadhan
Berjalan waktu seiring denting jarum jam
Tak kurasa Ramadhanku hampir usai
Panjatkan doa padaNya
Semoga ibadah ini tak sia-sia
Berjumpa lagi pada bulan suci ditahun depan yang ada
            Lantas hadirlah sebuah langkah menuju kemenangan
            Lebaran pun tiba
            Saling maaf-memaafkan
            Bergandengan tangan satu tujuan
            Di hari fitri yang sangat didambakan

BAHASA CINTA (ALQURANUL KARIM) - AMIRATUN NAHR


Apa yang bisa kusematkan dalam bait yang tertulis pena
Karenanya begitu indah adanya
Sedia kala, setiap yang ada padanya
Sungguh begitu nyata
            Yang telah Tuhan firmankan pada setiap umat
            Lewat sebuah alunan yang teramat
            Begitu mengagumkan ….
Alqur’an kalamNya yang tiada duanya
Bahasa cintaNya yang tak mampu ditandingi
Hela nafas dalam setiap bacaan yang mengiringi begitu tenang membawa damai hati
            Pedoman umat untuk melangkah
            Petunjuk setia dalam kebenaran
            Indahnya tak tertandingi
            Lewat berjuta bahasa yang hadir menyalami

Short-Story~



AKU BELAJAR
AMIRATUN NAHR

Dari apa yang kupahami, ketika Tuhan memang mengizinkan jiwa ini terlahir dalam balutan kasih sayang Ayah Bunda. Indah nian hidupku ketika aku sadari itu lebih dari cukup. Lalu, kasihNya tak pernah terlepas, hingga setiap anugerah, nikmatNya tak mampu kubendung, teramat begitu besar dan sungguh begitu luarbiasa. Alhamdulillah…
Kadang aku sadar bahwa ketika kita miliki segalanya, kita tak sepatutnya hanya memandang terus diatas lantas tak hirau pada keadaan dibawah. Ketika kita memiliki segalanya, tak sepatutnya lupa, sungguh kita hidup tak sendiri, kita hidup berdampingan disekitar orang-orang yang meski memiliki perbedaan besar dengan kita.
Jika kita hanya mengupayakan diri untuk bersenang-senang dalam hidup, kita mudah meraih segalanya, bukan berarti orang yang jauh dibawah kita kan mudah mendapatkannya, mereka perlu berjuang mereka perlu melangkah dengan banyak halangan dan rintangan, peluh yang bercucuran tak terhentikan dari badan, upayanya untuk mencukupi hidup. Lantas, bagaimana kita berpikir untuk tak ingin berbagi, ketika melihat sosok yang begitu memerlukan namun kadang sebagian orang masih saja tak perduli, hanya mementingkan sesama derajatnya, dirinya, kedudukannya, oh Allah, astagfirullah, maafkan lah diri ini. Yang tak pernah luput dari kesalahan yang ada, maafkan jika diri ini masih jauh dari memikirkan kepentingan bersama.
            Aku belajar banyak dari apa yang terlihat oleh mata, yang begitu terjamah oleh hati, yang tak mampu kubendung lewat air mata ketika bersama menyaksikan kesulitan umat yang lain.
Mereka mengajarkan kita banyak hal, arti pentingnya waktu untuk berjuang, disiplinnya diri, kuatnya hati untuk tetap hidup, tak letihnya bersyukur dan tanpa berkata “Aku menyerah”.
Terkadang kita lupa akan kesenangan dunia, kesenangan pada diri kita semata, padahal kita hidup tak sendirian, kita bersama beberapa orang dan golongan yang masih perlu kepedulian kita. Dan kita belajar dari apa yang terlihat, dan agar kita lebih mensyukuri hidup untuk tak menyia-nyiakan apa yang kita dapat, lalu kadang kita lupa bersyukur dengan rezeki yang tak melimpah, hingga kita harus belajar dari beberapa orang yang jika untuk hidupnya yang terpenting mereka bisa makan, tidur pun sulit dengan tempat yang layak.
            Wahai hati, jadilah pribadi yang tak pernah lelah bersyukur dengan segala nikmat Allah, karena yang kita anggap sedikit, itu berarti besar bagi mereka yang tak berada dalam posisi kita saat ini.
Ya Allah tegurlah diri ini, jika terlalu jauh melangkah dalam kesalahan, kuatkanlah iman ini untuk senantiasa berada dalam jalan terbaikMu. Amin InsyaaAllah.