RUMAH SENDIRI
AMIRATUN NAHR
Bagi
sebagian orang bukanlah hal mudah menerima kekalahan nyata dalam sebuah
kompetisi bahkan hal lainnya. Tapi beginilah nyata kehidupan sulit kita kira,
sekiranya apa yang telah diupayakan sangat maksimal namun belum berbuah manis
seperti yang diharapkan maka tetaplah teguh dalam pendirian, sabar dalam
penantian.
Ya
begitu pula kasus yang tengah aku alami, ini nuansa kali pertama yang kualami
rasanya sulit kupercaya ketika banyak orang yang mampu memberikan kepercayaan
luar biasa padaku. Dalam pemilihan kala itu, mereka memandangku seperti apa
yang mereka harapkan dan keyakinan penuh mereka akanku.
Waktu
berlalu, detik demi detikpun tak berhenti disitu. Menjadi pemimpin harapan
orang banyak bukanlah hal yang mudah, aku menapaki berbagai hal sulit, pahit,
suka hingga aku sendiri pun sulit mengartikan apa yang menerpaku kala itu.
Bersama kakanda yang mendampingiku untuk sama-sama berjuang untuk harapan orang
terkasih, dengan Bismillah ku mulai langkah ….
Tak
ada yang berubah dalam diriku, aku tetap sedia kala berjalan mengikuti jalan
hidupku, tapi kali ini aku dalam kompetisi besar dimana aku harus dihadapkan
pada mereka pesaingku sekaligus kanda partner dalam seperjuanganku. Bagiku
itulah persaingan, siapapun yang akan ada dihadapan mata kita untuk meraih
bahkan merebut kuasa, pasti dengan langkah apapun itu. Tapi tidak denganku,
kekuatan hatiku yang memaksaku untuk tetap setia pada kejujuran dalam setiap
langkahku. Kenyataan, pasti dan sangat sulit percaya bahwa dalam pertarungan
tidak akan ada hal rumit didalamnya, padahal jelas sungguh dapat dirasa apa
yang terjadi bagaimana kondisi dan siapa yang terlibat andil untuk setia dalam
persaingan akan mempertaruhkan segalanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Beralih
waktu, hingga masa itu tiba dimana kali pertama aku merasa seakan menjadi
sorotan berjuta mata yang memandang tanpa kedip. Aku mulai bicara aku mulai
menyapa, tapi ini bukan kali pertama untuk itu pada khalayak, aku sudah cukup
terbiasa berjumpa dengan mereka. Semua berjalan baik, ya kampanye kala itu.
Siapa kira aku berani maju untuk jadi dan memperjuangkan aspirasi kawan
seperjuanganku. Mau dikata berat, ini tak seberat memikul keluhan banyak massa.
Mau dikata mudah, ini tak semudah pandangan yang ada. Inilah langkah bamula
istilah bahasa lahirku. Dengan inilah aku, apa adanya namun bukan karena ada
apanya.
Perjuangan
senantiasa berlanjut dan terus, hingga pada akhirnya masa akhir tiba. Ya, aku
kalah dalam kompetisi ini, bagiku tak mengecewakan berat karena niatan sudah
dibangun lillahi ta’ala hingga akupun berjalan untuk mencapai dan untuk
memberikan hasil terbaik bagi semua. Kalah bukan berarti lemah, kalah bukan
berarti kita pasrah. Ini hanya sebagian kecil kekalahan hidup, kalah bukan
berarti mati melangkah, tapi kalah membangun gairah, membangkitkan semangat
tanpa menyerah.
Hari
itu aku belajar lagi dan lagi, hidup tak selamanya menang dalam hal yang
diinginkan. Bahagia dalam hal yang telah diupayakan sangat. Tapi, telah
kuyakini suatu hal indah telah Allah siapkan untukku nanti, hikmahNya. InsyaaAllah.
-----------------
Waktu
telah berlalu, hingga tak kusangka panggilan atas usaha takkan ada yang
mengecewakan. Satu hilang, berganti satu yang datang. Bahkan lebih dari itu.
Sebab kali ini, Allah memperuntukkan daku untuk ketempat yang jauh lebih dari
yang sempat aku harapkan.
Langkah
itu akan segera aku mulai, aku dapati telah dalam pandangan ini nyata bukan
khayalan. Aku tinggal bersiap menyambutnya datang, menjemputnya, merangkul
dengan setia apa yang telah Allah gantikan untukku saat ini. Alhamdulillah….
Alhamdulillah
Dimana
tempat itu aku merasa nyaman, ini rumahku inilah rumah sendiri bagiku. Dengan
mereka, bersama mereka yang setia mendampingiku, keluargaku dibangku
perkuliahan. Terimakasih sahabat-sahabat. Rasanya, keajaiban secepat kilat
datang padaku tanpa aku sadari sebelumnya, namun syukurku hingga langit
tertinggi, sujudku yang hanya untukNya yang memberikan hikmah dibalik kesabaran
atas perjuangan yang ada.
Inilah
keajaiban nyata, aku belajar dari apa yang telah ku impikan. Seperti hanya
lewat mata dan hatiku yang berucap “Aku akan bisa untuk hal demikian”, ini
nyatanya telah kudapati.
Semoga apa yang telah Allah berikan, kesempatan
terbaik dari yang tak pernah aku perkirakan telah didatangkanNya, thanks to
Allah. Ridhoi-lah perjuangan hambaMu yang terkadang lika-liku kehidupan selalu
mencoba menggoyahkan bahkan meruntuhkan kuatnya keyakinan.
Percayalah hikmahNya itu nyata.
Bismillah… terus melangkah ~