RAMADHAN,
KEMBALI UNTUKKU
AMIRATUN
NAHR
Ramadhan
hadir kembali ditengah harapan muslim yang menantinya. Hadirnya yang dinanti
dalam setiap tahun begitu berarti saat kita mampu berjumpanya kembali. Begitu pula denganku,
aku bahagia untuk itu. Tahun yang berbeda dengan tradisi yang sama. Menanti hilal
sebelum dipastikan untuk melaksanakan ibadah terawih malam harinya, dini hari
dengan ramainya kentungan bertabuh dan suara yang menggemakan, ya waktu “Sahur”
tiba. Senang rasanya hatiku berjumpa Ramadhan tahun ini. Uniknya, bagarakan sahur di daerahku ini semakin
tahun semakin bervariasi bukan hanya dengan tabuh kentungan saja hingga seperti
sedang dalam kompetisi bernyanyi. Irama musik yang kuat dimana-mana, alunan
nada-nada khas dan bervariasi ditampilkan bukan hanya dengan berjalan kaki saja
juga sudah dengan mobil yang berhiaskan kerlap-kerlip lampu. Begitu indah dan
menggembirakan. Sahur semakin semangat rasanya, dan yang pasti bagiku kalau
tidak sahur kita kan merugi. Karena, aku selalu ingat bahwa sahur itu membawa
keberkahan. Hal sederhana saja, namun ada keberkahan dibalik setiap sahur yang
dilewati. Apalagi saat ditunggu untuk menyegerakan berbuka, hal yang
disunnahkan juga dinantikan. Alhamdulillah.
Masih
dirumah yang sama, dengan keluarga yang tetap dalam lindunganNya hingga
berjumpa di Ramadhan tahun ini. Syukurku yang tak terlupa, hingga desah nafas
ini terus menyebut asmaNya. Allah Allah.
Dalam
perjumpaan dengan bulan suci ini, bulan penuh ampunan dan keberkahan dari Allah
Swt, sebagian dari umat muslim tak ingin melewatkan kesempatan untuk menguatkan
ibadah kepadaNya. Karena selain ibadah puasa, juga amalan lainnya pun menjadi
incaran untuk mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah Swt. Karena
yakinlah, Allah akan memberikan yang terbaik atas apa yang diusahakan
manusianya, lewat proses yang panjang namun selalu ada hikmah dan tidak akan
sia-sia. Namun, ingatlah jangan jadi merugi selama bulan puasa suci ini.
Karena, meskipun syaitan dan kawan-kawannya itu telah dipenjarakan selama bulan
Ramadhan dan kita pikir tidak akan ada gangguan untuk beribadah, namun
sebenarnya gangguan itu akan muncul dari hawa nafsu kita. Bagaimana kita mampu
menahan segala hal yang tidak sepatutnya diperbuat selama berpuasa agar
Ramadhan kali ini tidak sia-sia.
Ramadhan
telah datang untukku, untukmu dan untuk kita semua. Yakinlah, untuk menguatkan
hati dan melaksanakan peribadatan dengan semaksimal mungkin, lakukanlah lillahi
ta’ala. Karena kita impikan hasil terbaik dari bulan ini. Semoga Allah permudah
kita dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dan Allah senantiasa
memberikan keberkahan kepada kita semua. Aamiin.