Minggu, 21 Juni 2015

Short-Story~



MASAKU, MASA KITA, MASA BERSAMA
XIISOS1 SMAPAT
AMIRATUN NAHR

Begitu indah kisah dimasa SMA, ya inilah masa remaja putih abu-abu yang begitu menyenangkan meskipun begitu tak luput pula dari hiruk pikuk yang mendalam. Masyaallah, tak terasa kita sudah saling berjauhan satu sama lain, namun begitu tak dengan hati kita kan selalu bersama, Insyaallah, semoga yang terbaik selalu bersama kita temanJ amin ya Robb~
XII IPS 1 adalah kelas kebanggaanku, kelas dipenghujung masa putih abu-abu yang kulalui begitu dalam, baik suka maupun duka. Dengan wali kelas sang begitu sempurna dimata kami semua, ya beliau ialah Mom.Hj.Rabiatul Adawiyah, bukan hanya sebatas best teacher namun beliau bagi kami sudah menjadi bagian hidup kami, ibu kami. Selalu teringat kenangan apalagi saat belajar bersama didalam kelas, yaa berhubung beliau guru accounting kami dan dari situ semakin bersemangatlah kami kan pas toh ya ini prodi kami,hehe
Well, aku selalu bahagia bersama mereka meskipun kadang kekesalan dan kekecewaan selalu ada diantara kami namun kami saling mengerti dan memahami benar keadaan pada kami semua, sehingga semua gurupun begitu mengenal kami dengan kekompakan kami. Bahagia, jelas ketika kami menjadi dan selalu menjadi kelas yang terbaik dibawah bimbingan wali kelas kami tercinta. Semangat selalu membara bukan hanya untuk meraih yang terbaik namun juga untuk mempertahankan yang terbaik yang ada pada kami, ya XIISOS1 SMAPAT{}
Indah masa-masa dimana aku selalu mengenang kekonyolan dan guyonan yang begitu super dari teman-temanku ya biasalah yang selalu bikin suasana happy kelas itu ya bubuhan angah2 ini yaps Hendra and Friends, wkkk
Kita selalu mampu menjaga suasana dilingkungan sekolah dan terlebih didalam kelas disaat belajar yang mana mesti serius dan yang mana ada saatnya boleh bercanda segokil mungkin, hehehe mereka memang the best mah kalo urusan bikin lucu sampe2 bukan hanya guru2 yang tau keseruan ala kami, tapi satu sekolah, hehe kebiasaan bikin geger warga sekolah, ettsss namun tetap pada porsinya juga sih dan tetap jaga nilai kesopanan juga yaa tentunya.
IPS 1 bukan hanya sekedar nama kelas, bukan hanya ada siswa-siswi yang menjadi teman, namun kami adalah satu-kesatuan dari keluarga kecil yang kami bangun didalam suasana kelas, selalu menjadi kelas terbaik dan terbaik itu adalah kebanggaan bukan hanya kami semata namun yang pasti wali kelas kami yang begitu bahagia ketika melihat kami mampu meraih sukses untuk itu dan bukan hanya untuk kelasnya saja namun untuk prestasi dari siswa or siswi yang ada didalamnya. Meskipun kadang kalimat-kalimat yang kurang berkenan menghampiri kami dari sebagian kalangan yang yaa katakanlah merasa jealous ketika melihat kami dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan akan kesuksesan kami, ya tak apalah tak usah terlalu dihiraukan yang penting asal tak sampai membuat keonaran, begitu bukan? Yups benar!
Oke oke kalau harus ceritain dari a-z atau dari ujung pulau ke ujungnya lagi kayaknya gak bakalan habis-habis deh cerita bareng kami, hehe maklum meskipun singkat sejuta kenangan pun berhambur ria pada kami. Begitu merindukan mereka, dan begitulah saat ini yang dapat saya katakan. Sekarang kita yang berjalan masing-masing, ya sih emang biasanya gtu juga kan ya,hee gak kan gini maksudnya kami yang sekarang udah gak satu team lagi, jelas punya tujuan masing2 ya. Semangat buat teman2ku yang melanjutkan study ya terlebih diriku sendiri semoga sukses menuju kairo amin, terus semangat juga yang udah disibukkan dengan pekerjaannya dan yang udah married juga deh hhii. Intinya semoga apapun yang kita kerjakan semua bisa bermanfaat dan yang pasti mendapat berkah dari Allah, karena itu yang terpenting agar kesuksesan senantiasa dan selalu menyertai kita tanpa henti, amin amin amin.
SALAM XIISOS1, MANTAPPPPPPNYA IHHHHHH~
SEMANGAT BUBUHAN GENERASI MUDA, WASAKA!








Sebuah persembahan indah untuk kita bersama, lewat puisi aku menyenandungkan dengan indah kita kisah teman, aku rindu kalian:’)

KISAH KITA
Karya : Amiratun Nahr

Disudut garis khatulistiwa
Terbentang indah cerita kaula muda
Semerbak merekah indah bak cahaya taman surga
Menenangkan sanubari dijiwa
            Terlukis jelas dalam ingatan
            Terkenang erat dalam dekapan
Sahabatku...
Kita yang berpadu satu dalam masa putih abu-abu
Yang sering pula tergoncang dalam nafsu
Dengan cobaan yang menerpa kegalauan kalbu
Lalu senandung syahdu mengiringi tapak kaki yang berlalu
            Bersama kita senang
            Bersama kita hilang
            Dalam kisah kita rajut impian masa depan
            Sembari berusaha dan terus berdoa pada Tuhan
Semangat kita
Perjuangan kita
Tantangan kita
Ya kita, kita yang bersama melaluinya

Kan terkenang indah sahabatku, secercah harapan kita tuk bertemu setelah perpisahan ini
Semoga abadi kisah kita ini
Dan kita kan menemui impian yang kita ingini dengan rahmat Sang Ilahi

 

Short-Story~



Me AND Mr. Perfect
AMIRATUN NAHR

Akhirnya, masa ospek pun tiba ketika itu aku begitu mengkhawatirkan seperti layaknya mahasiswa pada umumnya karena pada masa-masa itu tentunya aku berpikir bakalan habis-habisan dapat bully dan lain sebagainya dari kaka angkatan. Tapi disisi lain bagiku ini adalah pengalaman kesekian kalinya yang jika dikatakan seperti mos ya hampir saja seperti masa sekolah tingkatan hanya tentu selain berbeda namanya banyak hal yang jauh lebih dari itu di ospek kali ini. Untuk pertama kalinya selepas meninggalkan masa sekolah menengah.
Hari pertama yang begitu ribet dengan segala pr dari kaka angkatan, inilah itulah yang mesti dilakuin, tapi mah aku gapapa kok ini kewajiban juga aku pribadi sebagai mahasiswi baru disini. Cerita selalu sama hampir selama ospek berbagai kegiatan terjadi padaku, seketika menjelang berakhirnya ospek pastinya hal yang gak mungkin dilewatin adalah mesti dapetin tanda tangannya kaka angkatan. Well, itulah yang selalu terjadi. Tapi aku tetap semangat meskipun sebagian dari mereka berlaku kurang sopan rasanya, ketika aku hanya meminta tanda tangan saja, perlakuan cuek lah dan sok gak perduli. Huh, kata temanku sok artis aja kalau udah urusan kek gini mah, hehe biasalah itu kan udah tugas kita kali hun’ sahutku.
Baiklah, selepas tanda tangan selesai dilanjutkan dengan sesi surat cinta. Nah lo ya, kalau yang beginian aku paling malas, tapi apalah daya ini kewajiban toh cuma sekedar surat cinta ospek juga pikirku yasudahlah. Dalam 5menit diberikan waktu untuk menulis surat cinta kepada kaka yang begitu memberikan kesan kepada kalian, kata salah satu kaka angkatan.
Yah, bingung sebenarnya aku mau memberikan surat ini pada siapa, tapi dengan cepat entahlah hatiku tertuju pada sosok laki-laki yang begitu sederhana penampilannya namun perlakuannya padaku begitu ramah dan sopan, ya dia kaka ketua. Arsyil namanya, begitulah teman-temannya memanggilnya. Bukan hanya sopan, baik beliau pun begitu tampan dan sholeh, Subhanallah! Beliau pula yang paling mudah saat itu aku dapatkan tanda tangannya,hee. Decak kagum yang aku sampaikan akhirnya sampai pula tertulis bait dalam surat cinta itu. Ya Allah, entahlah mengapa dengan cepatnya hatiku dan pikiranku terlintas namanya terpikirkan dirinya, padahal awalnya aku begitu bingung untuk menuliskan pada siapa surat ini kan disampaikan, namun nyatanya surat itupun tertuju padanya yang kuanggap begitu tepat mendapatkan surat dariku. Seketika perasaan kagum yang luarbiasa menjadi menggebu-gebu dihatiku, astagfirullah apalah ini aku jadi berlarut-larut memikirkan pria ini, yasudahlah aku yang terlalu memikirkannya sedang dia tak memikirkanku nyatanya mungkin begitu, ya itu juga hanya surat kagum seorang adik kelas pada kaka angkatannya.
Ospek pun berakhir dan status resmi sebagai mahasiswi telah bersandar padaku, hari-hari menjadi mahasiswi ya seperti mahasiswi pada umumnya aku belajar, belajar dan belajar sesekali beberapa kegiatanpun ku ikuti dan kala itu aku mengikuti salah satu kegiatan tambahan dan ternyata kaka idola kaka surat cintaku ya saat ospek itu tepat satu tempat denganku. Masyaallah, aku tak sangka dapat bertemunya kembali dan satu kegiatan dengannya. Namun, aku tetap menjaga rasa hormatku padanya. Sesekali dalam kegiatan dia selalu membantuku, aku begitu senang hanya saja aku berpikir apa dia ingat bahwa aku yang pernah memberikan surat cinta itu padanya, ah apalah aku ini mana mungkin dia mengingatnya itu hanya surat-suratan saja bukan sebenarnya jadi untuk apa pula dia terlalu memikirkan itu.  Semakin hari aku merasa dia begitu baik padaku,entahlah mengapa apa mungkin karena aku baru disini atau karena surat itu pikirku, ah percaya diriku rasanya terlalu tinggi jika harus bersanding dengan pria yang luarbiasa ini kataku.
Sore itu ketika aku buru-buru mengejar waktuku untuk pulang seketika ditengah lingkungan kampus aku melihatnya, ya kaka idolaku bersama seorang wanita, entahlah siapa itu pikirku dan hanya ku acuhkan saja.
Besok paginya ternyata tiba-tiba saja seluruh kampus heboh dengan undangan yang disebarkan secara banyak pada seluruh mahasiswa, akupun bertanya kira-kira undangan apa ya yang disebarkan sepagi ini, akhirnya undangan itupun sampai jua ditanganku dan tertulis begitu manis namanya, yaa nama pria yang begitu kukagumi bersanding mesra dengan tulisan nama seorang wanita dan itu ternyata undangan perkawinan, Masyaallah! Rasanya aku sulit mempercayai itu, lantas teringat olehku kejadian kemarin dimana selepas aku pulang aku berjumpa dengannya bersama seorang wanita ternyata itu adalah tunangannya. Aku awalnya acuh dan tak ngeh dengan itu, tapi aku ingat mereka kemarin begitu akrab dan sangat dekat terlihat dariku. Jelas saja dia menyegerakan menikah karena sudah lama juga mereka tak bertemu, kata salah seorang yang berceletuk disampingku. Oh ternyata mereka memang sudah lama menjalin hubungan jarak jauh antara negeriku dan negeri seberang, begitu yang akhirnya kutahu.
Angin berhembus, begitu hampa hatiku. Entahlah perasaan apa yang menyelimuti hatiku sekarang aku hanya mampu memandangi undangan yang ku tatapi begitu dalam.

----------------------

Setahun berlalu ketika datang dosen baru pindahan luarkota. Dosen muda itu datang dan menghampiri kami, hari-hari seperti biasa. Angin bagai memahami isi hatiku yang kehilangan, ya karena setahun sudah aku tak lagi dan tak mampu berjumpa dengan sosok idolaku saat itu, ka Arsyil yang telah pergi dan menikah dengan wanita itu. Aku tiba-tiba mengenang sosok itu.
Dosen muda yang saat ini menjadi dosen dikampusku begitu luarbiasa bagiku, beliau mampu memberikan yang terbaik bagi kami dan aku jadi terpikir kembali dengan kaka idolaku. Karena, mereka hampir memiliki watak yang sama sekalipun tidak persis. Tapi, aku merasa nyaman dengan itu, perilakunya yang teramat baik dan tak kusangka pada akhirnya aku kembali menggagumi sosok indah cipta Tuhan yang ada dihadapanku. Dan akhirnya pula aku tak menyangka dosen muda ini adalah saudara dari kaka idolaku selama ini. Oh Ya Robb, apalah ini, ini tak kusangka dan tak kuduga. Aku takut kembali ditinggalkan dengan orang yang sama. Semoga tidak~



Short-Story~



NASIB SI PIATU
AMIRATUN NAHR

Kala  cerita ini berawal dari pertemanan kami semasa taman  kanak-kanak hingga sekolah dasar, rasanya tak asing lagi bagiku mengenal sosok wanita satu ini, ya dialah sahabatku. Lia”
Kami selalu berbagi kisah satu sama lain bukan hanya dikala suka tiba namun duka pun begitu.
Aku begitu paham mengapa sahabatku ini selalu mendapatkan cemoohan dari berbagai kalangan ya tepatnya teman-teman disekolah, karena dia memang dari keluarga yang kurang dalam hal ekonominya, namun bagiku persahabatan bukanlah hal untuk memandang dimana letak keberadaan seseorang dalam hidupnya. Selain itu mungkin karena penampilannya yang sangat terlihat biasa saja dan terkadang ejek-ejekan yang tak sedap selalu datang padanya.
Sebagai sahabat hatiku tak mampu menerima apa yang selama ini teman-temanku yang lain katakan tentang dirinya, karena bagiku aku sangat begitu mengenalnya jauh dari apa yang mereka katakan.
Kesedihan selalu ada diraut wajah sahabatku ini, namun aku hanya bisa menenangkan dan memberikan motivasi padanya agar tetap semangat untuk berjuang tanpa harus mementingkan apa yang orang-orang katakan padanya.
Baik buruk itulah tanggapan yang biasa dapat setiap orang katakan terkait perihal orang lain, ya wajar bagiku namun tidaklah pantas seseorang mengatakan apa yang tak mereka ketahui apa adanya dan malah ujung-ujungnya memperlakukan orang dengan tidak layak, itu lah yang selalu terjadi pada sahabatku, namun dia sabar dan begitu kuat menghadapi terpaan yang datang padanya kala itu.
Dia yang sabar dan aku tak pernah berhenti menjadi penyemangat untuknya dalam berjuang, selama kami saling bersama mungkin selalu ada ujian yang tak pernah henti bukan hanya masalah saat disekolah ya tepatnya saat ejekan itu selalu ada dan perintah-perintah dari orang yang kurasa sangat tidak sopan padanya kala itu.
Mungkin dia terlihat kuat dari luar, namun aku tau dan aku paham betul bahwa hatinya raganya jiwanya pasti begitu terluka dengan apa yang dia pandangi selama hidupnya ini, hidup yang dipenuhi dengan rasa sakit dari orang sekitar namun semangat selalu kuterpakan padanya.
Tepat kala itu, ketika semua tetap pada tempatnya, meskipun roda bumi terus berputar dan hidup semakin hari semakin berubah dengan keadaannya, ya kesedihan teramat dalam telah bersandar kembali pada dirinya. Lihatlah wajahnya yang begitu pucat, matanya yang memerah, senyumnya sirna seketika. Sedih! Itu yang pertama kali aku dengar setelah ternyata aku ketahui bahwa sahabatku kehilangan orang yang dia sayangi didunia ini, Ibunya pergi meninggalkannya dan dunia ini selama-lamanya dalam kondisi mengandung.
Oh Ya Robb, apa pula ujian yang dihadapinya, tidaklah cukup sudah banyak yang dia hadapi didunia ini, tangisku berbaur satu dalam keheningan yang ada.
Tak kuduga tak kusangka, perihal ini terjadi, demikian yang kuketahui kala itu yang begitu mencekam bathin sahabatku kepedihan mendalam sangat dirasakannya. Tak ada ungkapan yang terurai dari mulutnya, hanya pandangan kosong sebagai simbol kesedihannya.
Yaa namun aku selalu yakin dia adalah orang yang kuat, dia mampu bertahan dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Dan bagiku memang itu teramat sulit, sangat sulit.
Selepas kejadian itu, seketika rasanya aku melihat ada sesuatu yang begitu hilang pada dirinya, ya semangat. Entahlah aku harus apa, namun yang pasti kujanjikan aku kan selalu bersamanya terlebih dalam ujian saat ini, ketika keterpurukan telah mencapai titik puncaknya.
Hidup adalah ketika kita tak mampu menyadari bagian kecil dari diri kita suatu saat bisa hilang,lenyap dan sirna. Ya karena memang itulah sudah janjiNya, ketika kita mampu dan berupaya bertahan untuk hidup, dan kita meyakini akan kebaikan yang ada dibalik ujian maka kita kan menjadi yang terbaik dimata Tuhan. Insyaallah~
Semoga sahabatku selalu dalam kesabaran dan ketabahan akan hidup yang di jalani saat ini, itulah sebagian doaku selain berupaya menjadi dan selalu berada disampingnya.
Semakin hari dia semakin menyadari ujian ini untuk menguatkannya, Alhamdulillah.
Namun, hal yang kusenangi dan selalu membuatku membenci adalah ketika dalam keadaan seperti ini pun masih saja teman-temanku tak mampu menghargainya, malah ocehan,cemoohan dan apalah itu semakin menjadi-jadi. Tuhan sadarkanlah mereka, amin~
Seperti tak punya hati, hatinya terkunci untuk kebaikan, Astagfirullah, kenapa ini bisa terjadi dan selalu terjadi pada sahabatku ya Robb, ampuni mereka atas perihal itu.
Sekarang, dia yang hidup hanya bersama Ayah, kakak dan 2 orang adiknya saja. Namun, dia tampak tegar dari luar, meskipun aku paham benar jiwanya tak mampu setegar itu, tetap bersemangat dan menyemangati itulah yang kulakukan padanya.
Mungkin, bagi kebanyakan orang apalah artinya yang terjadi padanya kala itu. Namun bagiku itu sungguh berat dan sangat sulit, mereka hanya mampu berucap,berulah yang tak penting sedang tak pernah memikirkan orang yang sering mereka bully sedang dalam masa sulit, mereka tak sadar itu, Astagfirullah~
Hingga setiap cemoohan pun datang padaku karena hanya aku yang mau dan setia bersamanya, aku tak pernah perduli ocehan mereka yang bagiku tak penting dan tiada berarti apapun. Mereka yang tak pernah perduli, semoga Tuhan menyadarkan mereka semoga mereka bisa merasakan apa yang saat ini sahabatku rasakan.
Aku memang bukan hero seperti di film-film, tapi asal mereka ketahui aku akan melindunginya dalam keadaan apapun itu. Aku pernah perang mulut bahkan hampir fisik, untuk menjaganya, karena aku tau dan paham dia bukan orang yang mau melawan ketika banyak cacian bahkan upaya menyakitkan dirinya, dia hanya diam takkan pernah dia melawan. Sabar!
Tidak usah menghiraukan mereka,aku ikhlas dengan apa yang mereka lakukan semoga mereka mendapat pengampunan dariNya, itulah yang selalu dia utarakannya padaku. Wujud ketegarannya, Subhanaallah. Semoga Allah senantiasa menjagamu sahabatku~
Selepas perpisahan disekolah dasar, hubungan kami tetap berjalan baik meskipun berbeda sekolah lanjutan. Hingga selepas sekolah tingkat pertama berlalu, dan memasuki masa sekolah tingkat atas, dia mengalami ujian pula. Ya lebih tepatnya untuk melanjutkan sekolah, karena masalah ekonomi, begitulah yang dikatakannya padaku. Aku begitu mengerti perihal tersebut aku selalu ingin membantunya dalam keadaan apapun namun ternyata dia tak ingin menjadi beban bagi oranglain, meskipun aku sahabatnya sendiri. Selepas itu kami lost contact entahlah mungkin karena kesibukanku namun aku berupaya mencari keberadaannya namun nihil.
Lalu setelah berbulan-bulan lalu aku mendengar beberapa orang mengatakan bahwa dia telah pergi jauh dari tempat ini untuk bekerja. Awalnya aku kaget, terpikir olehku artinya dia bersungguh tidak melanjutkan sekolah lagi. Ternyata benar, setelah berbulan-bulan akhirnya dia menghubungi melalui medsos, dan akhirnya aku mengetahui bagaimana kondisinya kala itu apa yang menjadi alasannya untuk bekerja jauh dari kampungnya. Dan jelas, akupun berpikir mungkin karena dia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya ternyata benar, dia menceritakan segalanya kepadaku, dan akupun sebagai sahabat hanya mampu berdoa yang terbaik baginya dan semoga Allah selalu melindunginya dalam perjuangan ini, amin.

Meskipun komunikasi tetap berjalan dengan baik, sungguh kami merindukan pertemuan seperti masa-masa sekolah. Aku sadar karena kesibukanku aku jarang mampu berjumpa dengannya kala dia kembali. Namun, dia selalu mengerti keadaanku, karena biasanya dia tau aku selalu mengerti dia dari apa yang orang lain tak ketahui.

Sempat aku kehilangan contactnya, entahlah mungkin karena dia mengganti no phonselnya dan pikirku apakah dia lupa no.ku saat itu. Aku mencoba mencarinya dimana-mana, dan akhirnya Allah menjawab doa-doaku dan kala itu kami dipertemukan tepatnya diacara perpisahan sekolah adik-adikku ya disekolah dasar tempatku bersamanya dulu berbagi segalanya. Alhamdulillah~
Tak menyangka rasanya aku bertemu dengannya kembali karena sekian lama tak berjumpa, peluk haru bahagia tatkala kami berjumpa. Dan sungguh saat itu dia bercerita banyak kepadaku tentang hidupnya. Aku senang jika dia begitu senang dengan apa yang dia lakukan untuk hidupnya demi kewajiban yang dia tanggung.
Dia wanita yang kuat,perkasa dan sungguh bersemangat untuk mencapai bahagianya bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk keluarganya disamping sang Ayah yang turut pula berjuang untuknya. Dia begitu bersemangat, semoga Allah selalu melindungi,menjaga dan memberikan yang terbaik padanya, amin.
Aku sayang kamu sahabatku, janganlah pernah berhenti berjuang, karena hidup itu memang keras tapi kita dapat mengubahnya dengan kekuatan kita, dengan perjuangan yang tulus dan semangat yang tak henti maka kita kan menjadi yang terbaik, Insyaallah, amin~ SEMANGAT!!!

Foto2779.jpg