Senin, 23 Mei 2016

ARTICLE~



KEWAJIBAN PUASA RAMADHAN
AMIRATUN NAHR

Terdengar jelas, sorak-sorai ketika bulan ini tiba. Marhaban Ya Ramadhan …..
Demikianlah begitu adanya, sungguh tak terasa sebentar lagi umat Islam diseluruh dunia akan menyambut kedatangan yang penuh dengan hikmah, barakah dan ampunan dari Allah SWT. Berbagai luapan kebahagiaan terlihat jelas dari ekspresi yang umat tampilkan untuk menyambut Ramadhan, dengan berbagai aktivitas yang mereka lakukan di tiap daerahnya. Tidak hanya dikota, kampung bahkan media pun ramai pemberbincangkan, suasana di masjid, langgar, televisi dan radio mulai menampilkan nyata sambutan kedatangan bulan yang penuh arti, bulan penuh ujian dan tentunya bulan pengampunan.
            Dibulan ini kita akan lebih sering menjumpai, warung-warung jajanan khas, gema shalat tarawih, tadarus dan tentunya tradisi bagarakan sahur yang begitu penuh dengan teriakan kecil anak-anak di malam hari semakin membuat warna tersendiri untuk bulan Ramadhan yang tak pernah bisa ditemui dibulan biasanya.
            Bukan hanya itu, terdapat banyak aspek pembelajaran yang dapat diambil dari bulan yang suci ini, baik nilai social maupun kesehatan. Salah satunya esensi dari puasa adalah membuat kita merasakan yang namanya rasa lapar, dahaga, menguji kesabaran dan memahami realitas social di lingkungan sekitar. Dengan berpuasa inilah kita diharapkan bisa merasa bagaimana penderitaan yang dihadapi oleh kaum miskin yang terkadang tidak makan seharian. Bahkan mereka harus mengemis ditengah teriknya matahari hanya untuk sesuap nasi. Maka dari itulah, nilai solidaritas, kebersamaan dan semangat tolong-menolong diajarkan kepada kita. Sehingga, dengan ibadah puasa ini kita semakin terdorong untuk membantu mereka yang kurang mampu. Subhanaallah, sungguh besar pembelajaran yang dapat kita ambil dari berpuasa.
            Dari yang kita ketahui bersama bahwa puasa menurut arti bahasa adalah “menahan” misalnya tidak berbicara, menahan tidak akan pergi ke luar daerah dan lain sebagainya.
Menahan diri dari sehari penuh dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari, sesuai dengan syarat-syarat tertentu menurut syara’. Dalam Alqur’an yang mewajibkan kita berpuasa adalah : Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.
Sabda Rasulullah saw, antara lain yang artinya Islam didirikan diatas 5 perkara; 1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah swt dan bahwa Nabi Muhammad saw utusan Allah, 2. Menegakkan shalat, 3. Memberikan zakat, 4. Mengerjakan haji, 5. Berpuasa pada bulan Ramadhan. (H.R Bukhari Muslim).
            Di dalam Islam kita berpuasa diwajibkan pada bulan Ramadhan, selain itu ada juga puasa sunnat seperti; puasa senin-kamis, puasa 6 hari pada bulan Syawal, puasa pada hari ke 9 Dzulhijjah bagi yang tidak mengerjakan haji. Ada lagi puasanya mereka yang lanjut usia, yang tidak mungkin kuat untuk berpuasa, maka baginya diberi keringanan (rukhashah) boleh berbuka puasa dan tidak diwajibkan mengqhadanya, tapi ia wajib membayar jidyah yaitu memberi makan setiap harinya kepada seorang miskin.
            Namun banyak hal lain yang dapat kita lihat nyata adanya adalah, ketika Ramadhan telah nampak datangnya manusia malah lebih asyik dengan kesibukan hidupnya, makan, pakaian, jalan-jalan. Ya. Kita dapat saksikan dengan jelas bahwa akan ramai tempat makan, akan jelas terlihat pusat perbelanjaan ramai mata melek dengan diskon yang bergelimpangan dengan penghuni yang bertebaran membeli perkakas mereka dan asyik santai dengan apa yang ada disekitar mereka. Tanpa mereka sadari semestinya kehadiran bulan suci ini bukan untuk semata kesenangan dunia, namun kita berbondong-bondong merebut keberkahan sebanyak mungkin dan memohon ampun padaNya agar kita jauh lebih baik melaksanakan ibadah tahun ini dan semakin baik.

            Semoga kita bisa melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan dengan keikhlasan hati, semoga kita mampu memperbaiki diri lebih baik dan baik lagi setiap perjumpaan ini, dan tentunya semoga segalanya berkah dalam bulan yang suci ini. Amin ya Robbal alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar