KEWAJIBAN PUASA RAMADHAN
AMIRATUN NAHR
Terdengar jelas,
sorak-sorai ketika bulan ini tiba. Marhaban Ya Ramadhan …..
Demikianlah begitu
adanya, sungguh tak terasa sebentar lagi umat Islam diseluruh dunia akan
menyambut kedatangan yang penuh dengan hikmah, barakah dan ampunan dari Allah
SWT. Berbagai luapan kebahagiaan terlihat jelas dari ekspresi yang umat
tampilkan untuk menyambut Ramadhan, dengan berbagai aktivitas yang mereka
lakukan di tiap daerahnya. Tidak hanya dikota, kampung bahkan media pun ramai
pemberbincangkan, suasana di masjid, langgar, televisi dan radio mulai
menampilkan nyata sambutan kedatangan bulan yang penuh arti, bulan penuh ujian
dan tentunya bulan pengampunan.
Dibulan ini kita akan lebih sering menjumpai,
warung-warung jajanan khas, gema shalat tarawih, tadarus dan tentunya tradisi
bagarakan sahur yang begitu penuh dengan teriakan kecil anak-anak di malam hari
semakin membuat warna tersendiri untuk bulan Ramadhan yang tak pernah bisa
ditemui dibulan biasanya.
Bukan hanya itu, terdapat banyak aspek pembelajaran yang
dapat diambil dari bulan yang suci ini, baik nilai social maupun kesehatan.
Salah satunya esensi dari puasa adalah membuat kita merasakan yang namanya rasa
lapar, dahaga, menguji kesabaran dan memahami realitas social di lingkungan
sekitar. Dengan berpuasa inilah kita diharapkan bisa merasa bagaimana
penderitaan yang dihadapi oleh kaum miskin yang terkadang tidak makan seharian.
Bahkan mereka harus mengemis ditengah teriknya matahari hanya untuk sesuap
nasi. Maka dari itulah, nilai solidaritas, kebersamaan dan semangat
tolong-menolong diajarkan kepada kita. Sehingga, dengan ibadah puasa ini kita
semakin terdorong untuk membantu mereka yang kurang mampu. Subhanaallah,
sungguh besar pembelajaran yang dapat kita ambil dari berpuasa.
Dari yang kita ketahui bersama bahwa puasa menurut arti
bahasa adalah “menahan” misalnya tidak berbicara, menahan tidak akan pergi ke
luar daerah dan lain sebagainya.
Menahan diri dari
sehari penuh dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbitnya matahari
sampai terbenamnya matahari, sesuai dengan syarat-syarat tertentu menurut
syara’. Dalam Alqur’an yang mewajibkan kita berpuasa adalah : Firman Allah
dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman telah
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang
sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.
Sabda Rasulullah saw,
antara lain yang artinya Islam didirikan diatas 5 perkara; 1. Bersaksi bahwa
tiada Tuhan melainkan Allah swt dan bahwa Nabi Muhammad saw utusan Allah, 2.
Menegakkan shalat, 3. Memberikan zakat, 4. Mengerjakan haji, 5. Berpuasa pada
bulan Ramadhan. (H.R Bukhari Muslim).
Di dalam Islam kita berpuasa diwajibkan pada bulan
Ramadhan, selain itu ada juga puasa sunnat seperti; puasa senin-kamis, puasa 6
hari pada bulan Syawal, puasa pada hari ke 9 Dzulhijjah bagi yang tidak
mengerjakan haji. Ada lagi puasanya mereka yang lanjut usia, yang tidak mungkin
kuat untuk berpuasa, maka baginya diberi keringanan (rukhashah) boleh berbuka
puasa dan tidak diwajibkan mengqhadanya, tapi ia wajib membayar jidyah yaitu
memberi makan setiap harinya kepada seorang miskin.
Namun banyak hal lain yang dapat kita lihat nyata adanya
adalah, ketika Ramadhan telah nampak datangnya manusia malah lebih asyik dengan
kesibukan hidupnya, makan, pakaian, jalan-jalan. Ya. Kita dapat saksikan dengan
jelas bahwa akan ramai tempat makan, akan jelas terlihat pusat perbelanjaan
ramai mata melek dengan diskon yang bergelimpangan dengan penghuni yang
bertebaran membeli perkakas mereka dan asyik santai dengan apa yang ada
disekitar mereka. Tanpa mereka sadari semestinya kehadiran bulan suci ini bukan
untuk semata kesenangan dunia, namun kita berbondong-bondong merebut keberkahan
sebanyak mungkin dan memohon ampun padaNya agar kita jauh lebih baik
melaksanakan ibadah tahun ini dan semakin baik.
Semoga kita bisa melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan
dengan keikhlasan hati, semoga kita mampu memperbaiki diri lebih baik dan baik lagi setiap perjumpaan ini, dan tentunya semoga segalanya berkah dalam bulan yang suci ini.
Amin ya Robbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar