AKU, KAMU DAN KAU? SIAPA DIA?
AMIRATUN NAHR
Seperti sudah terbiasa dalam hal cinta,
mungkin sebagian bahkan hampir lebih dari itu selalu memahami benar bagaimana
kala cinta terjadi dan berakhir pada akhirnya. Meski suka namun duka tak pernah
hilang dari yang namanya kisah cinta.
Ya beginilah yang kuceritakan pada insan
dunia, betapa terlukanya hatiku ketika menapaki kisah cintaku, bukan hanya itu
pedih rasanya kehilangan adalah hal yang sulit dilupakan dalam bagian hidup,
sulit melupakan karena kesungguhan hati yang tulus mencintainya.
Bagian awalnya adalah ini memang kisah
yang tak rumit tak pula sederhana, namun apa adanya yang terjadi mungkin bukan
hanya pada diriku, namun sebagian lainnya pun pasti pernah tau dan bahkan
mengalami peristiwa demikian.
Waktu itu, sudah pernah pernah
kukatakan bahwa ini adalah pengalaman
pertamaku dalam bercinta, hehehe aneh rasanya mungkin dunia seakan milik mereka
yang bercinta saja, ah seperti omong kosong bagi sebagian orang, namun nyatanya
begitulah adanya.
Aku dan dia, ya dia lelaki yang begitu
ku kagumi adanya, begitu menjadi bagian terbaik dalam hidupku. Kami senantiasa
bersama dalam jalinan yang tak lama namun juga tak begitu singkat adanya. Hanya
saja kisah ini mungkin terlalu cepat berlalu kala itu, meski hati saling
mencinta, hati saling menjaga dan saling berikrar nyatanya ada hal yang tak
patut dan sepantasnya tak dinodai dalam ikatan ini. Well, selepas kepergiannya
beberapa waktu lalu karena laki-laki ini begitu sibuk ya entahlah mengapa aku
masih saja bisa menjaga rasaku untuk sosok ini dan diapun begitu padaku,
nyatanya selepas kutemukan fakta ada seorang yang sedang disampingnya saat itu
bak melupakanku dengan mudah, entah mengapa, kupertanyakan demikian
kupertanyakan terus dalam hatiku, mengapa Tuhan mengapa? Siapa dia? Siapa yang
berani merusak jalinan ini? Apa salahku kasih?. Seakan hembusan anginpun
terhenti tanpa suara tanpa jawaban tanpa penjelasan. Siapa yang mampu
menjelaskan ini padaku, apa artinya semua ini?
Tak lama itu aku berupaya memperjelaskan
semuanya, nyatanya kami kehilangan arah, entahlah dimana keberadaannya kala
itu. Sosok wanita ini ya, dia berupaya memperlihatkan pada dunia bahwa pria
yang bersamanya adalah seutuhnya miliknya, dialah kekasihnya tanpa tau sungguh
wanita yang setia selama ini begitu terluka dengan apa yang dia ketahui tanpa
mereka berdua ketahui. Kutanyakan pada hatiku, mengapa kasihku berkhianat
demikian? Selalu mempertanyakan seakan aku berbuat salah besar padanya? Oh
Tuhan, aku hanya inginkan kepastian dan kejelasan ini semua, aku ikhlas jika
memang harus melepaskan dengan hati yang terluka kala itu.
Wanita itu mulai ternyata secara diam
mengetahuiku dan berupaya memperjelas diriku, dengan pertanyaannya seakan dia
menggangap aku ini hanyalah orang bodoh yang mengaku-ngaku dengan cintaku, ah
dia siapa tanyaku, tak berhak demikian meremehkanku? Sungguh pertanyakanlah
kisah ini padanya, iya pada sang pria yang sama-sama mengakui kita adalah kisah
hidupnya, tanyakanlah siapa yang benar dalam hal ini?
Sulit sungguh rumit! Apalah dayaku tanpa
ketidakpastian itu, suatu ketika dia datang menghampiriku dan berkata jelas
bahwa, sungguh wanita itu bukan siapa-siapa, lantas aku terus mempertanyakan,
mengapa jika dia bukan siapa-siapa dia seberani itu berucap bahwa kau
menyebutnya kekasihmu, apa itu hanya omong kosong? Apa kau ingin mempermainkan
cinta dengan semudah itu, kasih? Tidak, sungguh adanya aku tetap pada ikrar dan
janjiku dan tentunya janji kita seutuhnya, dia hanya salah mengerti keadaan,
mungkin kau tau betapa jarangnya aku hadir padamu dengan kesibukan ini, namun
takkan ada yang mampu merubah rasa tulus cinta dan kasih sayangku
padamu,Kasihku, setiaku selamanya, jangan pernah perdulikan dia yang berucap
demikian hanya karena ingin memutuskan jalinan ini, maafkanlah daku jika
sungguh ini terjadi dan hanyalah kesalahpaham semata. Mungkin aku mampu
mempercayaimu, tapi buktikan apa yang pantas membuatku yakin? Aku kan berucap
nyata padanya,Kasihku dengan kesungguhan bahwa aku memang benar bukan
siapa-siapa dia sekalipun dia menganggapku lebih, tapi dia bukan siapa-siapa
bagiku, kau lah bagian dari kisah hidupku, jangan pernah berubah seperti
pertama kita berjumpa, Kasih.
Oh Tuhan, ketika kusandarkan bahuku dari
rasa resahku padanya kepadaMu maka aku tenang, karena Engkau datangkan
kesungguhan yang nyata dari apa yang tak sepatutnya disangka oleh makhlukMu
yang lainnya, maafkanlah dirinya maafkan diri ini pula karena sungguh takkan
pernah luput dari dosa entahlah itu dari firasat bahkan perbuatan yang sungguh
hina adanya. Ya Tuhan, Engkau yang telah menjaga rasaku rasanya hingga
kepastian tiba, sungguh ini teramat membahagiakan bagiku, janganlah hilangkan
kebahagiaan padanya yang pernah melukaiku, karena diapun berhak bahagia atas
itu. Karena cinta tau kemana dia akan kembali, karena cinta tau kemana dia kan
berarah dan melangkah.