Jumat, 06 November 2015

INGATLAH BERDOA - AMIRATUN NAHR


Ketika aku dalam buaian indahnya dunia
Aku terhanyut akannya, meskipun banyak hal yang indah,
Tapi tak selamanya dunia itu berisi hal yang indah...
Adakalanya, kepahitan dunia dikecap sebagian orang
            Kebahagiaan...
            Kesengsaraan...
Bukan berarti menutup kita untuk berhenti berdoa, bukan?
Justru kita salah jika hanya saat senang ingat Tuhan,
Namun adakalanya ingatlah Tuhan lewat segala cobaan dariNya pada kita
Sungguh, mengingatNya dalam setiap untaian doa kita
Suka maupun duka itulah wujud yang nyata kita lakukan.


KARTINIKU - AMIRATUN NAHR


Pagi benderang menyapa dunia
Dengan senyumannya laksana bintang angkasa
Petang bersambut sang fatamorgana tenggelam diufuk
Namun semangatnya tak tenggelam
Malam datang dengan desiran
Senyum indah yang tak pernah hilang dalam pandangan

Oh Kartiniku …
Lelah tak membuat kau menyerah 
Lelah tak membuat kau patah 
Bangkit dalam setiap kisah 
Berjuang utuh dengan riwayat hidup bak petuah 
Sungguh, susah senang kau lewati 
Kau tetap pancarkan rasa tenang dan damai 
Kau tak pernah lelah berjuang, tak pernah 

Oh Kartiniku, Bunda tercintaku 
Jiwaku, hatiku, belahan jiwaku, hidupku, detak jantungku, penyemangatku, kisahku, segalanya yang tak mampu diuntaikan begitu dalamnya cinta kasihku padamu. 
Jiwaku yang bergemetar ketika kau bersedih, 
Hatiku yang menangis ketika kau terluka 
Hidupku yang hilang jika kau tiada

AKU, KAMU DAN KAU? - AMIRATUN NAHR


Mungkin ucapan dapat bersembunyi
Tapi tak selama itu
Kau pikir kenyataan takkan mampu memberi kebenaran adanya
Benar! Tuhan takkan membuat insannya bersedih hati karena kedustaan lelaki

Wanita ini yang begitu setia menapaki kisahnya
Setiba wanita lain datang menjemput dan menghilangkan kehidupannya

Pilu bukan kepalang!
Apa yang dapat diterangkan hanya kau pria yang bertutup wajah
Tak mendengarkah rintihan itu?
Pura-pura tak tahu, diam membisu
Pilu yang semakin membelenggu
Oh Tidak ....
Tuhan, sadarkanlah dia yang terlalu jauh dengan kisah ini
Maafkanlah untuk berulangnya kini yang dia lakukan

Oh wanitanya, tak pantaslah kau menudingkan ucapan keras akan perihal ini
Nyatanya kau yang mengambil semuanya
Wanita yang terdahulu yang setia menapaki kehidupannya
Hanya dalam rintihan doa yang bertahta
Seraya berharap keajaiban kan menerjemahkan kenyataan yang ada
Tanpa harus kembali disalahkan dalam rumitnya kisah cinta

Short-Story~



AKU, KAMU DAN KAU? SIAPA DIA?
AMIRATUN NAHR

Seperti sudah terbiasa dalam hal cinta, mungkin sebagian bahkan hampir lebih dari itu selalu memahami benar bagaimana kala cinta terjadi dan berakhir pada akhirnya. Meski suka namun duka tak pernah hilang dari yang namanya kisah cinta.
Ya beginilah yang kuceritakan pada insan dunia, betapa terlukanya hatiku ketika menapaki kisah cintaku, bukan hanya itu pedih rasanya kehilangan adalah hal yang sulit dilupakan dalam bagian hidup, sulit melupakan karena kesungguhan hati yang tulus mencintainya.
Bagian awalnya adalah ini memang kisah yang tak rumit tak pula sederhana, namun apa adanya yang terjadi mungkin bukan hanya pada diriku, namun sebagian lainnya pun pasti pernah tau dan bahkan mengalami peristiwa demikian.
Waktu itu, sudah pernah pernah kukatakan  bahwa ini adalah pengalaman pertamaku dalam bercinta, hehehe aneh rasanya mungkin dunia seakan milik mereka yang bercinta saja, ah seperti omong kosong bagi sebagian orang, namun nyatanya begitulah adanya.
Aku dan dia, ya dia lelaki yang begitu ku kagumi adanya, begitu menjadi bagian terbaik dalam hidupku. Kami senantiasa bersama dalam jalinan yang tak lama namun juga tak begitu singkat adanya. Hanya saja kisah ini mungkin terlalu cepat berlalu kala itu, meski hati saling mencinta, hati saling menjaga dan saling berikrar nyatanya ada hal yang tak patut dan sepantasnya tak dinodai dalam ikatan ini. Well, selepas kepergiannya beberapa waktu lalu karena laki-laki ini begitu sibuk ya entahlah mengapa aku masih saja bisa menjaga rasaku untuk sosok ini dan diapun begitu padaku, nyatanya selepas kutemukan fakta ada seorang yang sedang disampingnya saat itu bak melupakanku dengan mudah, entah mengapa, kupertanyakan demikian kupertanyakan terus dalam hatiku, mengapa Tuhan mengapa? Siapa dia? Siapa yang berani merusak jalinan ini? Apa salahku kasih?. Seakan hembusan anginpun terhenti tanpa suara tanpa jawaban tanpa penjelasan. Siapa yang mampu menjelaskan ini padaku, apa artinya semua ini?
Tak lama itu aku berupaya memperjelaskan semuanya, nyatanya kami kehilangan arah, entahlah dimana keberadaannya kala itu. Sosok wanita ini ya, dia berupaya memperlihatkan pada dunia bahwa pria yang bersamanya adalah seutuhnya miliknya, dialah kekasihnya tanpa tau sungguh wanita yang setia selama ini begitu terluka dengan apa yang dia ketahui tanpa mereka berdua ketahui. Kutanyakan pada hatiku, mengapa kasihku berkhianat demikian? Selalu mempertanyakan seakan aku berbuat salah besar padanya? Oh Tuhan, aku hanya inginkan kepastian dan kejelasan ini semua, aku ikhlas jika memang harus melepaskan dengan hati yang terluka kala itu.
Wanita itu mulai ternyata secara diam mengetahuiku dan berupaya memperjelas diriku, dengan pertanyaannya seakan dia menggangap aku ini hanyalah orang bodoh yang mengaku-ngaku dengan cintaku, ah dia siapa tanyaku, tak berhak demikian meremehkanku? Sungguh pertanyakanlah kisah ini padanya, iya pada sang pria yang sama-sama mengakui kita adalah kisah hidupnya, tanyakanlah siapa yang benar dalam hal ini?
Sulit sungguh rumit! Apalah dayaku tanpa ketidakpastian itu, suatu ketika dia datang menghampiriku dan berkata jelas bahwa, sungguh wanita itu bukan siapa-siapa, lantas aku terus mempertanyakan, mengapa jika dia bukan siapa-siapa dia seberani itu berucap bahwa kau menyebutnya kekasihmu, apa itu hanya omong kosong? Apa kau ingin mempermainkan cinta dengan semudah itu, kasih? Tidak, sungguh adanya aku tetap pada ikrar dan janjiku dan tentunya janji kita seutuhnya, dia hanya salah mengerti keadaan, mungkin kau tau betapa jarangnya aku hadir padamu dengan kesibukan ini, namun takkan ada yang mampu merubah rasa tulus cinta dan kasih sayangku padamu,Kasihku, setiaku selamanya, jangan pernah perdulikan dia yang berucap demikian hanya karena ingin memutuskan jalinan ini, maafkanlah daku jika sungguh ini terjadi dan hanyalah kesalahpaham semata. Mungkin aku mampu mempercayaimu, tapi buktikan apa yang pantas membuatku yakin? Aku kan berucap nyata padanya,Kasihku dengan kesungguhan bahwa aku memang benar bukan siapa-siapa dia sekalipun dia menganggapku lebih, tapi dia bukan siapa-siapa bagiku, kau lah bagian dari kisah hidupku, jangan pernah berubah seperti pertama kita berjumpa, Kasih.
Oh Tuhan, ketika kusandarkan bahuku dari rasa resahku padanya kepadaMu maka aku tenang, karena Engkau datangkan kesungguhan yang nyata dari apa yang tak sepatutnya disangka oleh makhlukMu yang lainnya, maafkanlah dirinya maafkan diri ini pula karena sungguh takkan pernah luput dari dosa entahlah itu dari firasat bahkan perbuatan yang sungguh hina adanya. Ya Tuhan, Engkau yang telah menjaga rasaku rasanya hingga kepastian tiba, sungguh ini teramat membahagiakan bagiku, janganlah hilangkan kebahagiaan padanya yang pernah melukaiku, karena diapun berhak bahagia atas itu. Karena cinta tau kemana dia akan kembali, karena cinta tau kemana dia kan berarah dan melangkah.

KEMBALI - AMIRATUN NAHR


Penat sudah beban dipundak yang ku pikul
Lelah sungguh hatiku bertahan
Begitu deras letih yang kurasakan dengan rasa ini
            Ketika janji itu datang, ku pikir semula itu bukanlah khayalan, tapi nyata adanya
            Namun, seketika impian itu musnah sirna bak ditenggelamkan diufuk
            Hatiku mungkin rapuh, jiwaku mungkin sepi, namun aku tetap bangkit
Memikirkannya tanpa henti, begitu terasa
Mengingatnya dalam hati, begitu panggilan jiwa
Tapi, aku hanyalah wanita biasa, aku hanyalah sosok yang tak berdaya jika terus terluka
Bukan besi bahkan baja yang kuat jika terus terbakar api, aku juga punya hati. Mengertilah !!!
Ini bukan hanya masalah janji, tapi ini masalah hati
Teruntai sungguh begitu nyata, ku tahu tak banyak orang mampu menepati janji
Namun, adakalanya ketika berucap maka bertindaklah yang tepat
Bukan pergi atau hilang tak kembali
            Lalu, setelah lama setelah dunia ku jalani sendiri
            Ketika gelombang dan hantaman ombak yang datang menerpa jiwa
            Menghancurkan dan menyepikan raga
            Kau kembali, apa artinya sebuah kehadiran kembali
            Bagiku, hanya kesia-siaan yang tak ada guna jika kau tunjukkan lagi dan lagi
            Cukupkanlah, cukupkan padanya yang mampu meniti hidup bersamamu
            Dengan janji yang tak kunjung usai, dengan kembalinya raga yang tak lelah
Tapi, dengarlah hati, jika kau terlalu lelah nantinya meniti jalanmu
Maka sadarilah, Tuhan membalas atas janji yang kau ingkari
Ingatlah, cukuplah demikian. Jangan berulah.
Segeralah kembali, kembali utuh seperti sedia kala.

Poem~



KARTINIKU
AMIRATUN NAHR

Pagi benderang menyapa dunia
Dengan senyumannya laksana bintang angkasa
Petang bersambut sang fatamorgana tenggelam diufuk
Namun semangatnya tak tenggelam
Malam datang dengan desiran
Senyum indah yang tak pernah hilang dalam pandangan

Oh Kartiniku …
Lelah tak membuat kau menyerah
Lelah tak membuat kau patah
Bangkit dalam setiap kisah
Berjuang utuh dengan riwayat hidup bak petuah
Sungguh, susah senang kau lewati
Kau tetap pancarkan rasa tenang dan damai
Kau tak pernah lelah berjuang, tak pernah
Oh Kartiniku, Bunda tercintaku
Jiwaku, hatiku, belahan jiwaku, hidupku, detak jantungku, penyemangatku, kisahku, segalanya yang tak mampu diuntaikan begitu dalamnya cinta kasihku padamu.
Jiwaku yang bergemetar ketika kau bersedih,
Hatiku yang menangis ketika kau terluka
Hidupku yang hilang jika kau tiada