If I
could
Amiratun
Nahr
Mungkin sebuah cerita mampu mengubah
segala jalan hidup seseorang karena itu benar adanya, dengan cerita kisah
memiliki berbagai kisah hidup didalamnya dan tentunya pengalaman yang begitu
mengesankan baik itu dari segi yang menyenangkan bahkan sedih sekalipun.
Ketika kita melakukan kesalahan mungkin
harapan terbaik kita adalah mengembalikan keadaan seperti sediakala dimana
tanpa sebuah kesalahan, namun apalah daya setiap waktu setiap detik yang
terlewatkan hanya akan jadi kenangan yang bagi kita adalah hal demikian hanya
akan dijadikan pembelajaran dalam hidup agar kita berhindar dan tidak
mengulangi bahkan jatuh pada kesalahan yang sama. Jika bisa mengulang waktu,
bahkan itu bukan kuasa kita sebagai manusia, bersikap baiklah dengan upaya
tidak mengulanginya karena dengan demikian setidaknya kita berupaya menghindari
dari kisah hidup dan kesalahan dimasa lampau yang pernah terjadi.
Begitulah apa yang pernah terjadi dalam
hidup setiap manusia, aku pun begitu pernah punya sejarah yang mungkin bagi
oranglain mereka mengetahui betul jelas mereka tak sepenuhnya tak diri ini,
namun hanyalah aku dan tentunya Sang Penciptaku tau betul bagaimana sosok diri
ini. Entahlah semua yang ada pada hidupku seakan begitu membahagiakan dan sekalipun
kesedihan menyapaku begitu kuat Tuhan memberikanku raga dan hati serta jiwa
yang utuh tanpa rasa lelah untuk senantiasa bertahan, karena aku selalu yakin
apa yang datang padaku adalah sebagian kecil dari ujianNya dan untuk bisa lulus
maka aku harus menguatkan hatiku dalam keadaan apapun itu. Berkuat hati
berteguh iman untuk mencapai ridhoNya karena setiap masalah atau apapun itu
akan ada hikmah dan hal indah dibalik itu semua. Believe it!
Semua seakan menyenangkan dalam hidupku,
tatkala semua berubah ketika hari-hariku dipenuhi akan rasa yang kupikir ini
belum pernah ku alami sebelumnya, ya cinta. Ini bukanlah hal aneh, bahkan ini
adalah hal yang biasa bagi sebagian orang bahkan didunia ini. Kusadari itu
ketika aku mengenalnya, ya sosok pria yang begitu kukagumi keberadaannya sampai
aku terlena olehnya dan aku lupa akan kesetiaan orang lain yang ternyata begitu
setia menungguku dibalik kisah ku dengan pria yang begitu kukagumi.
Tuhan, sungguh rasanya dilema hatiku
terkait perihal ini, entahlah mungkin karena sebelumnya aku belum begitu paham
betul bahkan merasakan dan menjalani hal demikian. Tapi, aku merasa yakin benar
dengan apa yang aku lakukan bahwa ini tepat meskipun kadang jalannya seperti
tak mengatakan demikian. Hanya doa yang kupanjatkan pada Sang Maha Esa, sungguh
tak ada rasa aneh ketika itu, kupikir ini semua akan berjalan seperti layaknya
orang-orang yang merasakan cinta. Sungguh, memang awal dan pertengahannya
begitu menyenangkan saat kubersama pria ini namun entahlah setiap hari setiap
semakin hari semakin panjangnya rasa waktu yang terlewat seperti ada tabir dari
Tuhan yang ingin membuatku harus pergi dan menjauh dari pria ini. Berulang kali
dia membuat kesalahan dan kesalahan itu sungguh fatal bagi sebagian orang, aku
mungkin memaafkan dan berupaya tak meladeni pria ini kembali, namun entahlah
mengapa hatiku tak bisa jauh darinya kala itu. Seakan duniaku adalah dia, dan
begitupun dia, semua apapun yang keluar dari mulutnya adalah ucapan nyata, tapi
setelah aku melihat kesalahan yang berulang dia perbuat lantas aku menyadari
benar inilah adanya, ternyata memang kekuasaan Tuhan telah menjamahku dalam hal
cinta, aku seakan dibutakan cinta, aku seakan pergi tanpa paksaan untuk tetap
bertahan harusnya aku tak melakukan ini, ini juga kesalahanku yang terbesar aku
begitu bodoh mempercayainya untuk kesekian kalinya. Dan untuk terakhir kalinya,
ketika aku masih menerima sosok pria ini, seakan semuanya baik-baik saja, namun
apalah dayaku ini, aku hanya manusia biasa, seakan tak letih dia menyakiti,
kembali berulang dalam hal yang sama, ya benar aku tersakiti kembali oleh pria
yang bermulut manis begitu meyakinkanku nyatanya itu semua dusta belaka.
Oh Tuhan, apa salahku, apa yang
sepatutnya aku perbuat, aku sadari mungkin terlalu lemah hatiku menilai ini, mungkin
terlalu berlebih rasa ini padanya yang membuatnya mempermainkan arti cinta yang
sesungguhnya. Entahlah, bagaimana kisahnya tapi aku selalu berupaya memaafkan
kesalahannya. Dan ku janjikan untuk yang terakhir kalinya bahwa aku takkan
pernah berulang tuk kembali dan kembali lagi, biarkanlah arah dirinya dan tentu
Tuhan kan membuatnya sadar akan pentingnya menghargai perasaan dan tentunya
cinta bukanlah permainan. Sulit rumit, begitulah adanya antara aku dan kau, oh
Tuhan takdir menyapaku dalam hal cinta begitu membuatku tertegun dengan hal
ini. Tapi sungguh, tanpa dia ketahui hatiku seperti baja ya karena aku seperti
tanpa kesengajaan telah terlatih dalam cinta menerima apa adanya yang terjadi
pada diriku ini. Dan yang pasti sekarang
diapun tetap sama, ya tetap berucap bahwa dia memang mencintaiku meski tak
mampu memiliki, namun apa yang terjadi padanya Tuhan, aku selalu bingung ketika
dia berulah berulang dengan hal yang sama namun seakan dia tak sadar apa yang
dia perbuat lalu dengan mudah kembali datang tanpa berpikir panjang bahwa ada
hati yang terluka karenanya. Masyaallah, apa ini apa gerangan yang terjadi
padaku, seperti dihadapkan pada situasi yang terbelit, antara rasa dan
ketidakperdulian. Dia yang begitu mengganggap keberadaanku penting, tapi apa
buktinya dia berkhianat demikian, bukankah ini tak semudah yang dia pikirkan.
Oh kau, mengapa harus demikian, apa yang terlintas pada dirimu, sudah cukup kau
menyakiti hati ini, sudah cukup omong kosong diri ini, cukup lah, karena aku
tak ingin berulang menerima kesalahan seseorang yang sama. Mungkin aku bisa
memaafkan untuk beribu kalinya, namun maaf aku takkan mampu untuk kembali
seperti aku memaafkan. Karena hati bukanlah boneka hati bukanlah mainan, hati
adalah cinta ini, cinta yang benar tulus adanya tanpa harus berulang pada
kesalahan yang sama dan itu hanya akan membuat menyakitkan.
Dengan hal ini, aku sungguh menyadari
terkadang pilihanku bukanlah yang tepat namun sejatinya Tuhan mengiringi untuk
itu namun pada akhirnya pula Tuhan menunjukkan keberadaan yang sesungguhnya.
Alhamdulillah, akhirnya ku ketahui semuanya dan agar ini pun mampu menjadi
pembelajaran yang teramat dalam bagiku.
Seperti yang pernah kukatakan bahwa
sungguh setidaknya kesalahan ini menjadi pembelajaran dan takkan diulangi kedepan,
lurus menatap arah masa depan yang jauh lebih memberikan rasa bahagia dan
ketenangan bukan rasa sakit bahkan penghianatan. Sejatinya, dia ya sosok pria
lain yang setia menantiku meski aku tak pernah mengetahui keberadaan cintanya
yang tulus padaku, bukan karena ketidakperdulian mungkin karena hatiku yang
terlalu tertutup dengan rasa kagum dengan pria yang dulu pernah menyakiti hati,
tapi sudahlah semua telah kulupakan, kuhilangkan searah tiupan angin,
berhembuslah kisah yang akan datang dan tentunya membawa pada titik kebahagiaan
yang nyata untukku. Dia yang menanti tanpa lelah dan setia berada dibelakangku
nyatanya selama ini, yang setibanya menguatkanku, Oh Tuhan, maafkan diri ini
karena kesalahanku yang dulu, aku ingin kembali dan ingin bersama dia yang
mampu memberikanku kebahagiaan. Jika aku bisa, izinkanlah aku berada dan
bersamanya tanpa harus memikirkan rasa sedih yang terjadi dimasa lalu, bagai
terjemahan waktu Tuhan mengizinkanku bersamanya hingga saat ini, dan aku
sungguh mensyukuri hal demikian, semoga memang ini jalan takdir yang terbaik
Tuhan, namun jika sekalipun tidak maka aku telah berupaya pergi dari kesalahan
yang teramat dalam dimasa suram itu.
Tak ada manusia yang ingin membuat salah
bahkan menambah dosa,namun apalah jalan cerita yang sungguh tak dapat dikira
oleh semuanya. Apa yang terjadi kujadikan ini sebagai rasa yang semakin
menguatkanku untuk menjadi yang terbaik dalam hal pilihanku bukan hanya itu
tapi nyatanya adalah pilihan Tuhan tentu akan menjadi takdir yang jauh lebih
mengesankan dari apapun itu, dan sesakit apapun yang pernah terjadi maka
menjadikan semuanya ikhlas sungguh adalah upaya kebaikan untuk menjadi pribadi
yang jauh lebih berkesan. Karena mungkin kesalahan sering terjadi, itulah
manusiawi, namun sejatinya dengan berkuat hati semoga kebaikan menyertai
langkah ini, ya Illahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar