Kamis, 05 November 2015

Short-Story~



If I could
Amiratun Nahr

Mungkin sebuah cerita mampu mengubah segala jalan hidup seseorang karena itu benar adanya, dengan cerita kisah memiliki berbagai kisah hidup didalamnya dan tentunya pengalaman yang begitu mengesankan baik itu dari segi yang menyenangkan bahkan sedih sekalipun.
Ketika kita melakukan kesalahan mungkin harapan terbaik kita adalah mengembalikan keadaan seperti sediakala dimana tanpa sebuah kesalahan, namun apalah daya setiap waktu setiap detik yang terlewatkan hanya akan jadi kenangan yang bagi kita adalah hal demikian hanya akan dijadikan pembelajaran dalam hidup agar kita berhindar dan tidak mengulangi bahkan jatuh pada kesalahan yang sama. Jika bisa mengulang waktu, bahkan itu bukan kuasa kita sebagai manusia, bersikap baiklah dengan upaya tidak mengulanginya karena dengan demikian setidaknya kita berupaya menghindari dari kisah hidup dan kesalahan dimasa lampau yang pernah terjadi.

Begitulah apa yang pernah terjadi dalam hidup setiap manusia, aku pun begitu pernah punya sejarah yang mungkin bagi oranglain mereka mengetahui betul jelas mereka tak sepenuhnya tak diri ini, namun hanyalah aku dan tentunya Sang Penciptaku tau betul bagaimana sosok diri ini. Entahlah semua yang ada pada hidupku seakan begitu membahagiakan dan sekalipun kesedihan menyapaku begitu kuat Tuhan memberikanku raga dan hati serta jiwa yang utuh tanpa rasa lelah untuk senantiasa bertahan, karena aku selalu yakin apa yang datang padaku adalah sebagian kecil dari ujianNya dan untuk bisa lulus maka aku harus menguatkan hatiku dalam keadaan apapun itu. Berkuat hati berteguh iman untuk mencapai ridhoNya karena setiap masalah atau apapun itu akan ada hikmah dan hal indah dibalik itu semua. Believe it!
Semua seakan menyenangkan dalam hidupku, tatkala semua berubah ketika hari-hariku dipenuhi akan rasa yang kupikir ini belum pernah ku alami sebelumnya, ya cinta. Ini bukanlah hal aneh, bahkan ini adalah hal yang biasa bagi sebagian orang bahkan didunia ini. Kusadari itu ketika aku mengenalnya, ya sosok pria yang begitu kukagumi keberadaannya sampai aku terlena olehnya dan aku lupa akan kesetiaan orang lain yang ternyata begitu setia menungguku dibalik kisah ku dengan pria yang begitu kukagumi.
Tuhan, sungguh rasanya dilema hatiku terkait perihal ini, entahlah mungkin karena sebelumnya aku belum begitu paham betul bahkan merasakan dan menjalani hal demikian. Tapi, aku merasa yakin benar dengan apa yang aku lakukan bahwa ini tepat meskipun kadang jalannya seperti tak mengatakan demikian. Hanya doa yang kupanjatkan pada Sang Maha Esa, sungguh tak ada rasa aneh ketika itu, kupikir ini semua akan berjalan seperti layaknya orang-orang yang merasakan cinta. Sungguh, memang awal dan pertengahannya begitu menyenangkan saat kubersama pria ini namun entahlah setiap hari setiap semakin hari semakin panjangnya rasa waktu yang terlewat seperti ada tabir dari Tuhan yang ingin membuatku harus pergi dan menjauh dari pria ini. Berulang kali dia membuat kesalahan dan kesalahan itu sungguh fatal bagi sebagian orang, aku mungkin memaafkan dan berupaya tak meladeni pria ini kembali, namun entahlah mengapa hatiku tak bisa jauh darinya kala itu. Seakan duniaku adalah dia, dan begitupun dia, semua apapun yang keluar dari mulutnya adalah ucapan nyata, tapi setelah aku melihat kesalahan yang berulang dia perbuat lantas aku menyadari benar inilah adanya, ternyata memang kekuasaan Tuhan telah menjamahku dalam hal cinta, aku seakan dibutakan cinta, aku seakan pergi tanpa paksaan untuk tetap bertahan harusnya aku tak melakukan ini, ini juga kesalahanku yang terbesar aku begitu bodoh mempercayainya untuk kesekian kalinya. Dan untuk terakhir kalinya, ketika aku masih menerima sosok pria ini, seakan semuanya baik-baik saja, namun apalah dayaku ini, aku hanya manusia biasa, seakan tak letih dia menyakiti, kembali berulang dalam hal yang sama, ya benar aku tersakiti kembali oleh pria yang bermulut manis begitu meyakinkanku nyatanya itu semua dusta belaka.
Oh Tuhan, apa salahku, apa yang sepatutnya aku perbuat, aku sadari mungkin terlalu lemah hatiku menilai ini, mungkin terlalu berlebih rasa ini padanya yang membuatnya mempermainkan arti cinta yang sesungguhnya. Entahlah, bagaimana kisahnya tapi aku selalu berupaya memaafkan kesalahannya. Dan ku janjikan untuk yang terakhir kalinya bahwa aku takkan pernah berulang tuk kembali dan kembali lagi, biarkanlah arah dirinya dan tentu Tuhan kan membuatnya sadar akan pentingnya menghargai perasaan dan tentunya cinta bukanlah permainan. Sulit rumit, begitulah adanya antara aku dan kau, oh Tuhan takdir menyapaku dalam hal cinta begitu membuatku tertegun dengan hal ini. Tapi sungguh, tanpa dia ketahui hatiku seperti baja ya karena aku seperti tanpa kesengajaan telah terlatih dalam cinta menerima apa adanya yang terjadi pada diriku ini. Dan yang  pasti sekarang diapun tetap sama, ya tetap berucap bahwa dia memang mencintaiku meski tak mampu memiliki, namun apa yang terjadi padanya Tuhan, aku selalu bingung ketika dia berulah berulang dengan hal yang sama namun seakan dia tak sadar apa yang dia perbuat lalu dengan mudah kembali datang tanpa berpikir panjang bahwa ada hati yang terluka karenanya. Masyaallah, apa ini apa gerangan yang terjadi padaku, seperti dihadapkan pada situasi yang terbelit, antara rasa dan ketidakperdulian. Dia yang begitu mengganggap keberadaanku penting, tapi apa buktinya dia berkhianat demikian, bukankah ini tak semudah yang dia pikirkan. Oh kau, mengapa harus demikian, apa yang terlintas pada dirimu, sudah cukup kau menyakiti hati ini, sudah cukup omong kosong diri ini, cukup lah, karena aku tak ingin berulang menerima kesalahan seseorang yang sama. Mungkin aku bisa memaafkan untuk beribu kalinya, namun maaf aku takkan mampu untuk kembali seperti aku memaafkan. Karena hati bukanlah boneka hati bukanlah mainan, hati adalah cinta ini, cinta yang benar tulus adanya tanpa harus berulang pada kesalahan yang sama dan itu hanya akan membuat menyakitkan.
Dengan hal ini, aku sungguh menyadari terkadang pilihanku bukanlah yang tepat namun sejatinya Tuhan mengiringi untuk itu namun pada akhirnya pula Tuhan menunjukkan keberadaan yang sesungguhnya. Alhamdulillah, akhirnya ku ketahui semuanya dan agar ini pun mampu menjadi pembelajaran yang teramat dalam bagiku.
Seperti yang pernah kukatakan bahwa sungguh setidaknya kesalahan ini menjadi pembelajaran dan takkan diulangi kedepan, lurus menatap arah masa depan yang jauh lebih memberikan rasa bahagia dan ketenangan bukan rasa sakit bahkan penghianatan. Sejatinya, dia ya sosok pria lain yang setia menantiku meski aku tak pernah mengetahui keberadaan cintanya yang tulus padaku, bukan karena ketidakperdulian mungkin karena hatiku yang terlalu tertutup dengan rasa kagum dengan pria yang dulu pernah menyakiti hati, tapi sudahlah semua telah kulupakan, kuhilangkan searah tiupan angin, berhembuslah kisah yang akan datang dan tentunya membawa pada titik kebahagiaan yang nyata untukku. Dia yang menanti tanpa lelah dan setia berada dibelakangku nyatanya selama ini, yang setibanya menguatkanku, Oh Tuhan, maafkan diri ini karena kesalahanku yang dulu, aku ingin kembali dan ingin bersama dia yang mampu memberikanku kebahagiaan. Jika aku bisa, izinkanlah aku berada dan bersamanya tanpa harus memikirkan rasa sedih yang terjadi dimasa lalu, bagai terjemahan waktu Tuhan mengizinkanku bersamanya hingga saat ini, dan aku sungguh mensyukuri hal demikian, semoga memang ini jalan takdir yang terbaik Tuhan, namun jika sekalipun tidak maka aku telah berupaya pergi dari kesalahan yang teramat dalam dimasa suram itu.
Tak ada manusia yang ingin membuat salah bahkan menambah dosa,namun apalah jalan cerita yang sungguh tak dapat dikira oleh semuanya. Apa yang terjadi kujadikan ini sebagai rasa yang semakin menguatkanku untuk menjadi yang terbaik dalam hal pilihanku bukan hanya itu tapi nyatanya adalah pilihan Tuhan tentu akan menjadi takdir yang jauh lebih mengesankan dari apapun itu, dan sesakit apapun yang pernah terjadi maka menjadikan semuanya ikhlas sungguh adalah upaya kebaikan untuk menjadi pribadi yang jauh lebih berkesan. Karena mungkin kesalahan sering terjadi, itulah manusiawi, namun sejatinya dengan berkuat hati semoga kebaikan menyertai langkah ini, ya Illahi.



IF I COULD, AMIRATUN NAHR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar