Jumat, 06 November 2015

KEMBALI - AMIRATUN NAHR


Penat sudah beban dipundak yang ku pikul
Lelah sungguh hatiku bertahan
Begitu deras letih yang kurasakan dengan rasa ini
            Ketika janji itu datang, ku pikir semula itu bukanlah khayalan, tapi nyata adanya
            Namun, seketika impian itu musnah sirna bak ditenggelamkan diufuk
            Hatiku mungkin rapuh, jiwaku mungkin sepi, namun aku tetap bangkit
Memikirkannya tanpa henti, begitu terasa
Mengingatnya dalam hati, begitu panggilan jiwa
Tapi, aku hanyalah wanita biasa, aku hanyalah sosok yang tak berdaya jika terus terluka
Bukan besi bahkan baja yang kuat jika terus terbakar api, aku juga punya hati. Mengertilah !!!
Ini bukan hanya masalah janji, tapi ini masalah hati
Teruntai sungguh begitu nyata, ku tahu tak banyak orang mampu menepati janji
Namun, adakalanya ketika berucap maka bertindaklah yang tepat
Bukan pergi atau hilang tak kembali
            Lalu, setelah lama setelah dunia ku jalani sendiri
            Ketika gelombang dan hantaman ombak yang datang menerpa jiwa
            Menghancurkan dan menyepikan raga
            Kau kembali, apa artinya sebuah kehadiran kembali
            Bagiku, hanya kesia-siaan yang tak ada guna jika kau tunjukkan lagi dan lagi
            Cukupkanlah, cukupkan padanya yang mampu meniti hidup bersamamu
            Dengan janji yang tak kunjung usai, dengan kembalinya raga yang tak lelah
Tapi, dengarlah hati, jika kau terlalu lelah nantinya meniti jalanmu
Maka sadarilah, Tuhan membalas atas janji yang kau ingkari
Ingatlah, cukuplah demikian. Jangan berulah.
Segeralah kembali, kembali utuh seperti sedia kala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar