Penat sudah beban dipundak yang ku pikul
Lelah sungguh hatiku bertahan
Begitu deras letih yang kurasakan dengan rasa ini
Ketika
janji itu datang, ku pikir semula itu bukanlah khayalan, tapi nyata adanya
Namun,
seketika impian itu musnah sirna bak ditenggelamkan diufuk
Hatiku
mungkin rapuh, jiwaku mungkin sepi, namun aku tetap bangkit
Memikirkannya tanpa henti, begitu terasa
Mengingatnya dalam hati, begitu panggilan jiwa
Tapi, aku hanyalah wanita biasa, aku hanyalah sosok
yang tak berdaya jika terus terluka
Bukan besi bahkan baja yang kuat jika terus terbakar
api, aku juga punya hati. Mengertilah !!!
Ini bukan hanya masalah janji, tapi ini masalah hati
Teruntai sungguh begitu nyata, ku tahu tak banyak
orang mampu menepati janji
Namun, adakalanya ketika berucap maka bertindaklah
yang tepat
Bukan pergi atau hilang tak kembali
Lalu,
setelah lama setelah dunia ku jalani sendiri
Ketika
gelombang dan hantaman ombak yang datang menerpa jiwa
Menghancurkan
dan menyepikan raga
Kau
kembali, apa artinya sebuah kehadiran kembali
Bagiku,
hanya kesia-siaan yang tak ada guna jika kau tunjukkan lagi dan lagi
Cukupkanlah,
cukupkan padanya yang mampu meniti hidup bersamamu
Dengan
janji yang tak kunjung usai, dengan kembalinya raga yang tak lelah
Tapi, dengarlah hati, jika kau terlalu lelah
nantinya meniti jalanmu
Maka sadarilah, Tuhan membalas atas janji yang kau
ingkari
Ingatlah, cukuplah demikian. Jangan berulah.
Segeralah kembali, kembali utuh seperti sedia kala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar