Me AND
Mr. Perfect
AMIRATUN
NAHR
Akhirnya, masa ospek pun tiba ketika itu aku begitu
mengkhawatirkan seperti layaknya mahasiswa pada umumnya karena pada masa-masa
itu tentunya aku berpikir bakalan habis-habisan dapat bully dan lain sebagainya
dari kaka angkatan. Tapi disisi lain bagiku ini adalah pengalaman kesekian
kalinya yang jika dikatakan seperti mos ya hampir saja seperti masa sekolah
tingkatan hanya tentu selain berbeda namanya banyak hal yang jauh lebih dari
itu di ospek kali ini. Untuk pertama kalinya selepas meninggalkan masa sekolah
menengah.
Hari pertama yang begitu ribet dengan segala pr dari
kaka angkatan, inilah itulah yang mesti dilakuin, tapi mah aku gapapa kok ini
kewajiban juga aku pribadi sebagai mahasiswi baru disini. Cerita selalu sama
hampir selama ospek berbagai kegiatan terjadi padaku, seketika menjelang
berakhirnya ospek pastinya hal yang gak mungkin dilewatin adalah mesti dapetin
tanda tangannya kaka angkatan. Well, itulah yang selalu terjadi. Tapi aku tetap
semangat meskipun sebagian dari mereka berlaku kurang sopan rasanya, ketika aku
hanya meminta tanda tangan saja, perlakuan cuek lah dan sok gak perduli. Huh,
kata temanku sok artis aja kalau udah urusan kek gini mah, hehe biasalah itu
kan udah tugas kita kali hun’ sahutku.
Baiklah, selepas tanda tangan selesai dilanjutkan
dengan sesi surat cinta. Nah lo ya, kalau yang beginian aku paling malas, tapi
apalah daya ini kewajiban toh cuma sekedar surat cinta ospek juga pikirku
yasudahlah. Dalam 5menit diberikan waktu untuk menulis surat cinta kepada kaka
yang begitu memberikan kesan kepada kalian, kata salah satu kaka angkatan.
Yah, bingung sebenarnya aku mau memberikan surat ini
pada siapa, tapi dengan cepat entahlah hatiku tertuju pada sosok laki-laki yang
begitu sederhana penampilannya namun perlakuannya padaku begitu ramah dan
sopan, ya dia kaka ketua. Arsyil namanya, begitulah teman-temannya
memanggilnya. Bukan hanya sopan, baik beliau pun begitu tampan dan sholeh,
Subhanallah! Beliau pula yang paling mudah saat itu aku dapatkan tanda
tangannya,hee. Decak kagum yang aku sampaikan akhirnya sampai pula tertulis
bait dalam surat cinta itu. Ya Allah, entahlah mengapa dengan cepatnya hatiku
dan pikiranku terlintas namanya terpikirkan dirinya, padahal awalnya aku begitu
bingung untuk menuliskan pada siapa surat ini kan disampaikan, namun nyatanya
surat itupun tertuju padanya yang kuanggap begitu tepat mendapatkan surat
dariku. Seketika perasaan kagum yang luarbiasa menjadi menggebu-gebu dihatiku,
astagfirullah apalah ini aku jadi berlarut-larut memikirkan pria ini,
yasudahlah aku yang terlalu memikirkannya sedang dia tak memikirkanku nyatanya
mungkin begitu, ya itu juga hanya surat kagum seorang adik kelas pada kaka
angkatannya.
Ospek pun berakhir dan status resmi sebagai
mahasiswi telah bersandar padaku, hari-hari menjadi mahasiswi ya seperti
mahasiswi pada umumnya aku belajar, belajar dan belajar sesekali beberapa
kegiatanpun ku ikuti dan kala itu aku mengikuti salah satu kegiatan tambahan dan
ternyata kaka idola kaka surat cintaku ya saat ospek itu tepat satu tempat
denganku. Masyaallah, aku tak sangka dapat bertemunya kembali dan satu kegiatan
dengannya. Namun, aku tetap menjaga rasa hormatku padanya. Sesekali dalam
kegiatan dia selalu membantuku, aku begitu senang hanya saja aku berpikir apa
dia ingat bahwa aku yang pernah memberikan surat cinta itu padanya, ah apalah
aku ini mana mungkin dia mengingatnya itu hanya surat-suratan saja bukan
sebenarnya jadi untuk apa pula dia terlalu memikirkan itu. Semakin hari aku merasa dia begitu baik
padaku,entahlah mengapa apa mungkin karena aku baru disini atau karena surat
itu pikirku, ah percaya diriku rasanya terlalu tinggi jika harus bersanding
dengan pria yang luarbiasa ini kataku.
Sore itu ketika aku buru-buru mengejar waktuku untuk
pulang seketika ditengah lingkungan kampus aku melihatnya, ya kaka idolaku
bersama seorang wanita, entahlah siapa itu pikirku dan hanya ku acuhkan saja.
Besok paginya ternyata tiba-tiba saja seluruh kampus
heboh dengan undangan yang disebarkan secara banyak pada seluruh mahasiswa,
akupun bertanya kira-kira undangan apa ya yang disebarkan sepagi ini, akhirnya
undangan itupun sampai jua ditanganku dan tertulis begitu manis namanya, yaa
nama pria yang begitu kukagumi bersanding mesra dengan tulisan nama seorang
wanita dan itu ternyata undangan perkawinan, Masyaallah! Rasanya aku sulit
mempercayai itu, lantas teringat olehku kejadian kemarin dimana selepas aku
pulang aku berjumpa dengannya bersama seorang wanita ternyata itu adalah
tunangannya. Aku awalnya acuh dan tak ngeh dengan itu, tapi aku ingat mereka
kemarin begitu akrab dan sangat dekat terlihat dariku. Jelas saja dia
menyegerakan menikah karena sudah lama juga mereka tak bertemu, kata salah
seorang yang berceletuk disampingku. Oh ternyata mereka memang sudah lama
menjalin hubungan jarak jauh antara negeriku dan negeri seberang, begitu yang
akhirnya kutahu.
Angin berhembus, begitu hampa hatiku. Entahlah
perasaan apa yang menyelimuti hatiku sekarang aku hanya mampu memandangi
undangan yang ku tatapi begitu dalam.
----------------------
Setahun berlalu ketika datang dosen baru pindahan
luarkota. Dosen muda itu datang dan menghampiri kami, hari-hari seperti biasa.
Angin bagai memahami isi hatiku yang kehilangan, ya karena setahun sudah aku
tak lagi dan tak mampu berjumpa dengan sosok idolaku saat itu, ka Arsyil yang
telah pergi dan menikah dengan wanita itu. Aku tiba-tiba mengenang sosok itu.
Dosen muda yang saat ini menjadi dosen dikampusku
begitu luarbiasa bagiku, beliau mampu memberikan yang terbaik bagi kami dan aku
jadi terpikir kembali dengan kaka idolaku. Karena, mereka hampir memiliki watak
yang sama sekalipun tidak persis. Tapi, aku merasa nyaman dengan itu,
perilakunya yang teramat baik dan tak kusangka pada akhirnya aku kembali
menggagumi sosok indah cipta Tuhan yang ada dihadapanku. Dan akhirnya pula aku
tak menyangka dosen muda ini adalah saudara dari kaka idolaku selama ini. Oh Ya
Robb, apalah ini, ini tak kusangka dan tak kuduga. Aku takut kembali
ditinggalkan dengan orang yang sama. Semoga tidak~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar