Minggu, 21 Juni 2015

Short-Story~



Me AND Mr. Perfect
AMIRATUN NAHR

Akhirnya, masa ospek pun tiba ketika itu aku begitu mengkhawatirkan seperti layaknya mahasiswa pada umumnya karena pada masa-masa itu tentunya aku berpikir bakalan habis-habisan dapat bully dan lain sebagainya dari kaka angkatan. Tapi disisi lain bagiku ini adalah pengalaman kesekian kalinya yang jika dikatakan seperti mos ya hampir saja seperti masa sekolah tingkatan hanya tentu selain berbeda namanya banyak hal yang jauh lebih dari itu di ospek kali ini. Untuk pertama kalinya selepas meninggalkan masa sekolah menengah.
Hari pertama yang begitu ribet dengan segala pr dari kaka angkatan, inilah itulah yang mesti dilakuin, tapi mah aku gapapa kok ini kewajiban juga aku pribadi sebagai mahasiswi baru disini. Cerita selalu sama hampir selama ospek berbagai kegiatan terjadi padaku, seketika menjelang berakhirnya ospek pastinya hal yang gak mungkin dilewatin adalah mesti dapetin tanda tangannya kaka angkatan. Well, itulah yang selalu terjadi. Tapi aku tetap semangat meskipun sebagian dari mereka berlaku kurang sopan rasanya, ketika aku hanya meminta tanda tangan saja, perlakuan cuek lah dan sok gak perduli. Huh, kata temanku sok artis aja kalau udah urusan kek gini mah, hehe biasalah itu kan udah tugas kita kali hun’ sahutku.
Baiklah, selepas tanda tangan selesai dilanjutkan dengan sesi surat cinta. Nah lo ya, kalau yang beginian aku paling malas, tapi apalah daya ini kewajiban toh cuma sekedar surat cinta ospek juga pikirku yasudahlah. Dalam 5menit diberikan waktu untuk menulis surat cinta kepada kaka yang begitu memberikan kesan kepada kalian, kata salah satu kaka angkatan.
Yah, bingung sebenarnya aku mau memberikan surat ini pada siapa, tapi dengan cepat entahlah hatiku tertuju pada sosok laki-laki yang begitu sederhana penampilannya namun perlakuannya padaku begitu ramah dan sopan, ya dia kaka ketua. Arsyil namanya, begitulah teman-temannya memanggilnya. Bukan hanya sopan, baik beliau pun begitu tampan dan sholeh, Subhanallah! Beliau pula yang paling mudah saat itu aku dapatkan tanda tangannya,hee. Decak kagum yang aku sampaikan akhirnya sampai pula tertulis bait dalam surat cinta itu. Ya Allah, entahlah mengapa dengan cepatnya hatiku dan pikiranku terlintas namanya terpikirkan dirinya, padahal awalnya aku begitu bingung untuk menuliskan pada siapa surat ini kan disampaikan, namun nyatanya surat itupun tertuju padanya yang kuanggap begitu tepat mendapatkan surat dariku. Seketika perasaan kagum yang luarbiasa menjadi menggebu-gebu dihatiku, astagfirullah apalah ini aku jadi berlarut-larut memikirkan pria ini, yasudahlah aku yang terlalu memikirkannya sedang dia tak memikirkanku nyatanya mungkin begitu, ya itu juga hanya surat kagum seorang adik kelas pada kaka angkatannya.
Ospek pun berakhir dan status resmi sebagai mahasiswi telah bersandar padaku, hari-hari menjadi mahasiswi ya seperti mahasiswi pada umumnya aku belajar, belajar dan belajar sesekali beberapa kegiatanpun ku ikuti dan kala itu aku mengikuti salah satu kegiatan tambahan dan ternyata kaka idola kaka surat cintaku ya saat ospek itu tepat satu tempat denganku. Masyaallah, aku tak sangka dapat bertemunya kembali dan satu kegiatan dengannya. Namun, aku tetap menjaga rasa hormatku padanya. Sesekali dalam kegiatan dia selalu membantuku, aku begitu senang hanya saja aku berpikir apa dia ingat bahwa aku yang pernah memberikan surat cinta itu padanya, ah apalah aku ini mana mungkin dia mengingatnya itu hanya surat-suratan saja bukan sebenarnya jadi untuk apa pula dia terlalu memikirkan itu.  Semakin hari aku merasa dia begitu baik padaku,entahlah mengapa apa mungkin karena aku baru disini atau karena surat itu pikirku, ah percaya diriku rasanya terlalu tinggi jika harus bersanding dengan pria yang luarbiasa ini kataku.
Sore itu ketika aku buru-buru mengejar waktuku untuk pulang seketika ditengah lingkungan kampus aku melihatnya, ya kaka idolaku bersama seorang wanita, entahlah siapa itu pikirku dan hanya ku acuhkan saja.
Besok paginya ternyata tiba-tiba saja seluruh kampus heboh dengan undangan yang disebarkan secara banyak pada seluruh mahasiswa, akupun bertanya kira-kira undangan apa ya yang disebarkan sepagi ini, akhirnya undangan itupun sampai jua ditanganku dan tertulis begitu manis namanya, yaa nama pria yang begitu kukagumi bersanding mesra dengan tulisan nama seorang wanita dan itu ternyata undangan perkawinan, Masyaallah! Rasanya aku sulit mempercayai itu, lantas teringat olehku kejadian kemarin dimana selepas aku pulang aku berjumpa dengannya bersama seorang wanita ternyata itu adalah tunangannya. Aku awalnya acuh dan tak ngeh dengan itu, tapi aku ingat mereka kemarin begitu akrab dan sangat dekat terlihat dariku. Jelas saja dia menyegerakan menikah karena sudah lama juga mereka tak bertemu, kata salah seorang yang berceletuk disampingku. Oh ternyata mereka memang sudah lama menjalin hubungan jarak jauh antara negeriku dan negeri seberang, begitu yang akhirnya kutahu.
Angin berhembus, begitu hampa hatiku. Entahlah perasaan apa yang menyelimuti hatiku sekarang aku hanya mampu memandangi undangan yang ku tatapi begitu dalam.

----------------------

Setahun berlalu ketika datang dosen baru pindahan luarkota. Dosen muda itu datang dan menghampiri kami, hari-hari seperti biasa. Angin bagai memahami isi hatiku yang kehilangan, ya karena setahun sudah aku tak lagi dan tak mampu berjumpa dengan sosok idolaku saat itu, ka Arsyil yang telah pergi dan menikah dengan wanita itu. Aku tiba-tiba mengenang sosok itu.
Dosen muda yang saat ini menjadi dosen dikampusku begitu luarbiasa bagiku, beliau mampu memberikan yang terbaik bagi kami dan aku jadi terpikir kembali dengan kaka idolaku. Karena, mereka hampir memiliki watak yang sama sekalipun tidak persis. Tapi, aku merasa nyaman dengan itu, perilakunya yang teramat baik dan tak kusangka pada akhirnya aku kembali menggagumi sosok indah cipta Tuhan yang ada dihadapanku. Dan akhirnya pula aku tak menyangka dosen muda ini adalah saudara dari kaka idolaku selama ini. Oh Ya Robb, apalah ini, ini tak kusangka dan tak kuduga. Aku takut kembali ditinggalkan dengan orang yang sama. Semoga tidak~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar