Minggu, 21 Juni 2015

Short-Story~



NASIB SI PIATU
AMIRATUN NAHR

Kala  cerita ini berawal dari pertemanan kami semasa taman  kanak-kanak hingga sekolah dasar, rasanya tak asing lagi bagiku mengenal sosok wanita satu ini, ya dialah sahabatku. Lia”
Kami selalu berbagi kisah satu sama lain bukan hanya dikala suka tiba namun duka pun begitu.
Aku begitu paham mengapa sahabatku ini selalu mendapatkan cemoohan dari berbagai kalangan ya tepatnya teman-teman disekolah, karena dia memang dari keluarga yang kurang dalam hal ekonominya, namun bagiku persahabatan bukanlah hal untuk memandang dimana letak keberadaan seseorang dalam hidupnya. Selain itu mungkin karena penampilannya yang sangat terlihat biasa saja dan terkadang ejek-ejekan yang tak sedap selalu datang padanya.
Sebagai sahabat hatiku tak mampu menerima apa yang selama ini teman-temanku yang lain katakan tentang dirinya, karena bagiku aku sangat begitu mengenalnya jauh dari apa yang mereka katakan.
Kesedihan selalu ada diraut wajah sahabatku ini, namun aku hanya bisa menenangkan dan memberikan motivasi padanya agar tetap semangat untuk berjuang tanpa harus mementingkan apa yang orang-orang katakan padanya.
Baik buruk itulah tanggapan yang biasa dapat setiap orang katakan terkait perihal orang lain, ya wajar bagiku namun tidaklah pantas seseorang mengatakan apa yang tak mereka ketahui apa adanya dan malah ujung-ujungnya memperlakukan orang dengan tidak layak, itu lah yang selalu terjadi pada sahabatku, namun dia sabar dan begitu kuat menghadapi terpaan yang datang padanya kala itu.
Dia yang sabar dan aku tak pernah berhenti menjadi penyemangat untuknya dalam berjuang, selama kami saling bersama mungkin selalu ada ujian yang tak pernah henti bukan hanya masalah saat disekolah ya tepatnya saat ejekan itu selalu ada dan perintah-perintah dari orang yang kurasa sangat tidak sopan padanya kala itu.
Mungkin dia terlihat kuat dari luar, namun aku tau dan aku paham betul bahwa hatinya raganya jiwanya pasti begitu terluka dengan apa yang dia pandangi selama hidupnya ini, hidup yang dipenuhi dengan rasa sakit dari orang sekitar namun semangat selalu kuterpakan padanya.
Tepat kala itu, ketika semua tetap pada tempatnya, meskipun roda bumi terus berputar dan hidup semakin hari semakin berubah dengan keadaannya, ya kesedihan teramat dalam telah bersandar kembali pada dirinya. Lihatlah wajahnya yang begitu pucat, matanya yang memerah, senyumnya sirna seketika. Sedih! Itu yang pertama kali aku dengar setelah ternyata aku ketahui bahwa sahabatku kehilangan orang yang dia sayangi didunia ini, Ibunya pergi meninggalkannya dan dunia ini selama-lamanya dalam kondisi mengandung.
Oh Ya Robb, apa pula ujian yang dihadapinya, tidaklah cukup sudah banyak yang dia hadapi didunia ini, tangisku berbaur satu dalam keheningan yang ada.
Tak kuduga tak kusangka, perihal ini terjadi, demikian yang kuketahui kala itu yang begitu mencekam bathin sahabatku kepedihan mendalam sangat dirasakannya. Tak ada ungkapan yang terurai dari mulutnya, hanya pandangan kosong sebagai simbol kesedihannya.
Yaa namun aku selalu yakin dia adalah orang yang kuat, dia mampu bertahan dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Dan bagiku memang itu teramat sulit, sangat sulit.
Selepas kejadian itu, seketika rasanya aku melihat ada sesuatu yang begitu hilang pada dirinya, ya semangat. Entahlah aku harus apa, namun yang pasti kujanjikan aku kan selalu bersamanya terlebih dalam ujian saat ini, ketika keterpurukan telah mencapai titik puncaknya.
Hidup adalah ketika kita tak mampu menyadari bagian kecil dari diri kita suatu saat bisa hilang,lenyap dan sirna. Ya karena memang itulah sudah janjiNya, ketika kita mampu dan berupaya bertahan untuk hidup, dan kita meyakini akan kebaikan yang ada dibalik ujian maka kita kan menjadi yang terbaik dimata Tuhan. Insyaallah~
Semoga sahabatku selalu dalam kesabaran dan ketabahan akan hidup yang di jalani saat ini, itulah sebagian doaku selain berupaya menjadi dan selalu berada disampingnya.
Semakin hari dia semakin menyadari ujian ini untuk menguatkannya, Alhamdulillah.
Namun, hal yang kusenangi dan selalu membuatku membenci adalah ketika dalam keadaan seperti ini pun masih saja teman-temanku tak mampu menghargainya, malah ocehan,cemoohan dan apalah itu semakin menjadi-jadi. Tuhan sadarkanlah mereka, amin~
Seperti tak punya hati, hatinya terkunci untuk kebaikan, Astagfirullah, kenapa ini bisa terjadi dan selalu terjadi pada sahabatku ya Robb, ampuni mereka atas perihal itu.
Sekarang, dia yang hidup hanya bersama Ayah, kakak dan 2 orang adiknya saja. Namun, dia tampak tegar dari luar, meskipun aku paham benar jiwanya tak mampu setegar itu, tetap bersemangat dan menyemangati itulah yang kulakukan padanya.
Mungkin, bagi kebanyakan orang apalah artinya yang terjadi padanya kala itu. Namun bagiku itu sungguh berat dan sangat sulit, mereka hanya mampu berucap,berulah yang tak penting sedang tak pernah memikirkan orang yang sering mereka bully sedang dalam masa sulit, mereka tak sadar itu, Astagfirullah~
Hingga setiap cemoohan pun datang padaku karena hanya aku yang mau dan setia bersamanya, aku tak pernah perduli ocehan mereka yang bagiku tak penting dan tiada berarti apapun. Mereka yang tak pernah perduli, semoga Tuhan menyadarkan mereka semoga mereka bisa merasakan apa yang saat ini sahabatku rasakan.
Aku memang bukan hero seperti di film-film, tapi asal mereka ketahui aku akan melindunginya dalam keadaan apapun itu. Aku pernah perang mulut bahkan hampir fisik, untuk menjaganya, karena aku tau dan paham dia bukan orang yang mau melawan ketika banyak cacian bahkan upaya menyakitkan dirinya, dia hanya diam takkan pernah dia melawan. Sabar!
Tidak usah menghiraukan mereka,aku ikhlas dengan apa yang mereka lakukan semoga mereka mendapat pengampunan dariNya, itulah yang selalu dia utarakannya padaku. Wujud ketegarannya, Subhanaallah. Semoga Allah senantiasa menjagamu sahabatku~
Selepas perpisahan disekolah dasar, hubungan kami tetap berjalan baik meskipun berbeda sekolah lanjutan. Hingga selepas sekolah tingkat pertama berlalu, dan memasuki masa sekolah tingkat atas, dia mengalami ujian pula. Ya lebih tepatnya untuk melanjutkan sekolah, karena masalah ekonomi, begitulah yang dikatakannya padaku. Aku begitu mengerti perihal tersebut aku selalu ingin membantunya dalam keadaan apapun namun ternyata dia tak ingin menjadi beban bagi oranglain, meskipun aku sahabatnya sendiri. Selepas itu kami lost contact entahlah mungkin karena kesibukanku namun aku berupaya mencari keberadaannya namun nihil.
Lalu setelah berbulan-bulan lalu aku mendengar beberapa orang mengatakan bahwa dia telah pergi jauh dari tempat ini untuk bekerja. Awalnya aku kaget, terpikir olehku artinya dia bersungguh tidak melanjutkan sekolah lagi. Ternyata benar, setelah berbulan-bulan akhirnya dia menghubungi melalui medsos, dan akhirnya aku mengetahui bagaimana kondisinya kala itu apa yang menjadi alasannya untuk bekerja jauh dari kampungnya. Dan jelas, akupun berpikir mungkin karena dia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya ternyata benar, dia menceritakan segalanya kepadaku, dan akupun sebagai sahabat hanya mampu berdoa yang terbaik baginya dan semoga Allah selalu melindunginya dalam perjuangan ini, amin.

Meskipun komunikasi tetap berjalan dengan baik, sungguh kami merindukan pertemuan seperti masa-masa sekolah. Aku sadar karena kesibukanku aku jarang mampu berjumpa dengannya kala dia kembali. Namun, dia selalu mengerti keadaanku, karena biasanya dia tau aku selalu mengerti dia dari apa yang orang lain tak ketahui.

Sempat aku kehilangan contactnya, entahlah mungkin karena dia mengganti no phonselnya dan pikirku apakah dia lupa no.ku saat itu. Aku mencoba mencarinya dimana-mana, dan akhirnya Allah menjawab doa-doaku dan kala itu kami dipertemukan tepatnya diacara perpisahan sekolah adik-adikku ya disekolah dasar tempatku bersamanya dulu berbagi segalanya. Alhamdulillah~
Tak menyangka rasanya aku bertemu dengannya kembali karena sekian lama tak berjumpa, peluk haru bahagia tatkala kami berjumpa. Dan sungguh saat itu dia bercerita banyak kepadaku tentang hidupnya. Aku senang jika dia begitu senang dengan apa yang dia lakukan untuk hidupnya demi kewajiban yang dia tanggung.
Dia wanita yang kuat,perkasa dan sungguh bersemangat untuk mencapai bahagianya bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk keluarganya disamping sang Ayah yang turut pula berjuang untuknya. Dia begitu bersemangat, semoga Allah selalu melindungi,menjaga dan memberikan yang terbaik padanya, amin.
Aku sayang kamu sahabatku, janganlah pernah berhenti berjuang, karena hidup itu memang keras tapi kita dapat mengubahnya dengan kekuatan kita, dengan perjuangan yang tulus dan semangat yang tak henti maka kita kan menjadi yang terbaik, Insyaallah, amin~ SEMANGAT!!!

Foto2779.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar