NASIB
SI PIATU
AMIRATUN
NAHR
Kala cerita
ini berawal dari pertemanan kami semasa taman
kanak-kanak hingga sekolah dasar, rasanya tak asing lagi bagiku mengenal
sosok wanita satu ini, ya dialah sahabatku. Lia”
Kami selalu berbagi kisah satu sama lain bukan hanya
dikala suka tiba namun duka pun begitu.
Aku begitu paham mengapa sahabatku ini selalu
mendapatkan cemoohan dari berbagai kalangan ya tepatnya teman-teman disekolah,
karena dia memang dari keluarga yang kurang dalam hal ekonominya, namun bagiku persahabatan
bukanlah hal untuk memandang dimana letak keberadaan seseorang dalam hidupnya.
Selain itu mungkin karena penampilannya yang sangat terlihat biasa saja dan
terkadang ejek-ejekan yang tak sedap selalu datang padanya.
Sebagai sahabat hatiku tak mampu menerima apa yang
selama ini teman-temanku yang lain katakan tentang dirinya, karena bagiku aku
sangat begitu mengenalnya jauh dari apa yang mereka katakan.
Kesedihan selalu ada diraut wajah sahabatku ini,
namun aku hanya bisa menenangkan dan memberikan motivasi padanya agar tetap
semangat untuk berjuang tanpa harus mementingkan apa yang orang-orang katakan
padanya.
Baik buruk itulah tanggapan yang biasa dapat setiap
orang katakan terkait perihal orang lain, ya wajar bagiku namun tidaklah pantas
seseorang mengatakan apa yang tak mereka ketahui apa adanya dan malah
ujung-ujungnya memperlakukan orang dengan tidak layak, itu lah yang selalu
terjadi pada sahabatku, namun dia sabar dan begitu kuat menghadapi terpaan yang
datang padanya kala itu.
Dia yang sabar dan aku tak pernah berhenti menjadi
penyemangat untuknya dalam berjuang, selama kami saling bersama mungkin selalu
ada ujian yang tak pernah henti bukan hanya masalah saat disekolah ya tepatnya
saat ejekan itu selalu ada dan perintah-perintah dari orang yang kurasa sangat
tidak sopan padanya kala itu.
Mungkin dia terlihat kuat dari luar, namun aku tau
dan aku paham betul bahwa hatinya raganya jiwanya pasti begitu terluka dengan
apa yang dia pandangi selama hidupnya ini, hidup yang dipenuhi dengan rasa sakit
dari orang sekitar namun semangat selalu kuterpakan padanya.
Tepat kala itu, ketika semua tetap pada tempatnya,
meskipun roda bumi terus berputar dan hidup semakin hari semakin berubah dengan
keadaannya, ya kesedihan teramat dalam telah bersandar kembali pada dirinya.
Lihatlah wajahnya yang begitu pucat, matanya yang memerah, senyumnya sirna
seketika. Sedih! Itu yang pertama kali aku dengar setelah ternyata aku ketahui
bahwa sahabatku kehilangan orang yang dia sayangi didunia ini, Ibunya pergi
meninggalkannya dan dunia ini selama-lamanya dalam kondisi mengandung.
Oh Ya Robb, apa pula ujian yang dihadapinya,
tidaklah cukup sudah banyak yang dia hadapi didunia ini, tangisku berbaur satu
dalam keheningan yang ada.
Tak kuduga tak kusangka, perihal ini terjadi,
demikian yang kuketahui kala itu yang begitu mencekam bathin sahabatku
kepedihan mendalam sangat dirasakannya. Tak ada ungkapan yang terurai dari
mulutnya, hanya pandangan kosong sebagai simbol kesedihannya.
Yaa namun aku selalu yakin dia adalah orang yang
kuat, dia mampu bertahan dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Dan bagiku memang itu
teramat sulit, sangat sulit.
Selepas kejadian itu, seketika rasanya aku melihat
ada sesuatu yang begitu hilang pada dirinya, ya semangat. Entahlah aku harus
apa, namun yang pasti kujanjikan aku kan selalu bersamanya terlebih dalam ujian
saat ini, ketika keterpurukan telah mencapai titik puncaknya.
Hidup adalah ketika kita tak mampu menyadari bagian
kecil dari diri kita suatu saat bisa hilang,lenyap dan sirna. Ya karena memang
itulah sudah janjiNya, ketika kita mampu dan berupaya bertahan untuk hidup, dan
kita meyakini akan kebaikan yang ada dibalik ujian maka kita kan menjadi yang
terbaik dimata Tuhan. Insyaallah~
Semoga sahabatku selalu dalam kesabaran dan
ketabahan akan hidup yang di jalani saat ini, itulah sebagian doaku selain
berupaya menjadi dan selalu berada disampingnya.
Semakin hari dia semakin menyadari ujian ini untuk
menguatkannya, Alhamdulillah.
Namun, hal yang kusenangi dan selalu membuatku
membenci adalah ketika dalam keadaan seperti ini pun masih saja teman-temanku
tak mampu menghargainya, malah ocehan,cemoohan dan apalah itu semakin
menjadi-jadi. Tuhan sadarkanlah mereka, amin~
Seperti tak punya hati, hatinya terkunci untuk kebaikan, Astagfirullah, kenapa ini bisa terjadi dan selalu terjadi pada sahabatku ya Robb, ampuni mereka atas perihal itu.
Seperti tak punya hati, hatinya terkunci untuk kebaikan, Astagfirullah, kenapa ini bisa terjadi dan selalu terjadi pada sahabatku ya Robb, ampuni mereka atas perihal itu.
Sekarang, dia yang hidup hanya bersama Ayah, kakak
dan 2 orang adiknya saja. Namun, dia tampak tegar dari luar, meskipun aku paham
benar jiwanya tak mampu setegar itu, tetap bersemangat dan menyemangati itulah
yang kulakukan padanya.
Mungkin, bagi kebanyakan orang apalah artinya yang
terjadi padanya kala itu. Namun bagiku itu sungguh berat dan sangat sulit,
mereka hanya mampu berucap,berulah yang tak penting sedang tak pernah
memikirkan orang yang sering mereka bully sedang dalam masa sulit, mereka tak
sadar itu, Astagfirullah~
Hingga setiap cemoohan pun datang padaku karena
hanya aku yang mau dan setia bersamanya, aku tak pernah perduli ocehan mereka
yang bagiku tak penting dan tiada berarti apapun. Mereka yang tak pernah
perduli, semoga Tuhan menyadarkan mereka semoga mereka bisa merasakan apa yang
saat ini sahabatku rasakan.
Aku memang bukan hero seperti di film-film, tapi
asal mereka ketahui aku akan melindunginya dalam keadaan apapun itu. Aku pernah
perang mulut bahkan hampir fisik, untuk menjaganya, karena aku tau dan paham
dia bukan orang yang mau melawan ketika banyak cacian bahkan upaya menyakitkan
dirinya, dia hanya diam takkan pernah dia melawan. Sabar!
Tidak usah menghiraukan mereka,aku ikhlas dengan apa
yang mereka lakukan semoga mereka mendapat pengampunan dariNya, itulah yang
selalu dia utarakannya padaku. Wujud ketegarannya, Subhanaallah. Semoga Allah
senantiasa menjagamu sahabatku~
Selepas perpisahan disekolah dasar, hubungan kami
tetap berjalan baik meskipun berbeda sekolah lanjutan. Hingga selepas sekolah
tingkat pertama berlalu, dan memasuki masa sekolah tingkat atas, dia mengalami
ujian pula. Ya lebih tepatnya untuk melanjutkan sekolah, karena masalah ekonomi,
begitulah yang dikatakannya padaku. Aku begitu mengerti perihal tersebut aku
selalu ingin membantunya dalam keadaan apapun namun ternyata dia tak ingin
menjadi beban bagi oranglain, meskipun aku sahabatnya sendiri. Selepas itu kami
lost contact entahlah mungkin karena kesibukanku namun aku berupaya mencari
keberadaannya namun nihil.
Lalu setelah berbulan-bulan lalu aku mendengar
beberapa orang mengatakan bahwa dia telah pergi jauh dari tempat ini untuk
bekerja. Awalnya aku kaget, terpikir olehku artinya dia bersungguh tidak
melanjutkan sekolah lagi. Ternyata benar, setelah berbulan-bulan akhirnya dia
menghubungi melalui medsos, dan akhirnya aku mengetahui bagaimana kondisinya
kala itu apa yang menjadi alasannya untuk bekerja jauh dari kampungnya. Dan jelas,
akupun berpikir mungkin karena dia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya
ternyata benar, dia menceritakan segalanya kepadaku, dan akupun sebagai sahabat
hanya mampu berdoa yang terbaik baginya dan semoga Allah selalu melindunginya
dalam perjuangan ini, amin.
Meskipun komunikasi tetap berjalan dengan baik,
sungguh kami merindukan pertemuan seperti masa-masa sekolah. Aku sadar karena
kesibukanku aku jarang mampu berjumpa dengannya kala dia kembali. Namun, dia
selalu mengerti keadaanku, karena biasanya dia tau aku selalu mengerti dia dari
apa yang orang lain tak ketahui.
Sempat aku kehilangan contactnya, entahlah mungkin
karena dia mengganti no phonselnya dan pikirku apakah dia lupa no.ku saat itu.
Aku mencoba mencarinya dimana-mana, dan akhirnya Allah menjawab doa-doaku dan
kala itu kami dipertemukan tepatnya diacara perpisahan sekolah adik-adikku ya
disekolah dasar tempatku bersamanya dulu berbagi segalanya. Alhamdulillah~
Tak menyangka rasanya aku bertemu dengannya kembali
karena sekian lama tak berjumpa, peluk haru bahagia tatkala kami berjumpa. Dan
sungguh saat itu dia bercerita banyak kepadaku tentang hidupnya. Aku senang
jika dia begitu senang dengan apa yang dia lakukan untuk hidupnya demi
kewajiban yang dia tanggung.
Dia wanita yang kuat,perkasa dan sungguh bersemangat
untuk mencapai bahagianya bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk
keluarganya disamping sang Ayah yang turut pula berjuang untuknya. Dia begitu
bersemangat, semoga Allah selalu melindungi,menjaga dan memberikan yang terbaik
padanya, amin.
Aku sayang kamu sahabatku, janganlah pernah berhenti
berjuang, karena hidup itu memang keras tapi kita dapat mengubahnya dengan
kekuatan kita, dengan perjuangan yang tulus dan semangat yang tak henti maka
kita kan menjadi yang terbaik, Insyaallah, amin~ SEMANGAT!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar