TEMBOK
PUTIH ABU-ABU
AMIRATUN
NAHR
Cerita ini diawal sejak aku duduk dibangku SMA, ini
adalah cerita dimasa tepatnya aku duduk dikelas XI, dimana awal sejak masuk
kelas tingkatan baru dan disaat aku memastikan bahwa aku memang berada pada
kelas impianku. Ketidaksengajaan terjadi ketika aku melewati tempat dimana aku
melihat sepintas nama seseorang yang tak kuduga sebelumnya yang menjadi kisahku
saat ini. Yaa awalnya ketika aku melihat nama pria yang tertera didinding kelas
ku pikir itu adalah nama teman satu kelasku waktu aku masih kelas duduk dikelas
tingkatan bawah, namun ternyata setelah berselang hari dan aku masih ingat saat
pertemuan awal itu ya saat masa pesantren ramadhan, awal kami berjumpa disudut
jalanan kelas pria itu, awalnya kupikir dia siapa dan apa yang dia lakukan
disekolahku dan dengan pandangannya yang begitu tajam dia menatapiku dia begitu
memandangiku hingga bayangku hilang. Semenjak kejadian itu, aku hanya merespon
kata hatiku dengan singkat setelah ku tau bahwa dia adalah murid baru pindahan
dari sekolah yang tak cukup jauh juga dari tempatku bersekolah. Entahlah,
semula semuanya biasa-biasa saja layaknya hal yang sering terjadi dan aku pikir
cara dia bertemu diawal pertemuan denganku saat itu begitu penuh kesan dan
pesan yang tak dapat disiratkan lewat untaian kata.
Hari
ke-hari dimana setelah libur semester, kami memasuki kelas tingkatan baru ya
seperti yang kalian ketahui sekarang aku duduk dikelas impianku, kelas yang
prodinya kategori menjadi sorotan beberapa orang jika ada anak yang berprestasi
malah memilih ditempatkan pada kelas ini, ya aku duduk dikelas sosial.
Entahlah, aku tak pernah perduli apa kata orang dengan kelas yang aku duduki
saat ini yang terpenting aku berjuang untuk bisa berada pada tempat ini dan
dengan impianku yang ada. Namun, anehnya seketika berada pada masa yang baru
dikelas baru tingkatan baru teman yang masih sama sih ya, cuma ada yang kurasa
merubah keadaanku sendiri, ya kehadirannya diantara segelintir teman-temanku. Sosok
pria yang hadir dan sebelumnya tanpa sebuah perkenalan yang terjadi padaku saat
itu, hanya sebuah tatapan singkat diawal perjumpaan kami saat itu.
Seiring waktu berjalan, seperti biasanya aku selalu
disibukkan dengan berbagai tugasku disekolah selain belajar, aku juga aktif
dibeberapa organisasi sebagai pengurus dan ketua selain itu sangat
memperhatikan juga dengan ekskul yang aku gemari saat itu. Semua berjalan baik
hari-hari yang menyenangkan dengan kesibukan ngadain event, prepare casting lah
nyanyi dll ya begitulah yang sering terjadi padaku. Semakin hari
perubahan selalu ada namun entahlah aku tak ngeh dengan yang terjadi, semua
seakan baik-baik saja dan aku hampir tak perduli lagi dengan keadaan pria yang
kutemui itu, ya murid baru disekolahku, mungkin karena kami berbeda prodi, itu
salah satunya. Sekalipun ia mau berteman denganku tak ada masalah karena aku
menyukai pertemanan baik dengan siapapun pikirku saat itu. Namun, tak pernah
pula dan tak kunjung ada sapaan darinya padahal aku sering tanpa sengaja
melihatnya yang begitu dalam saat menatapiku. Bingung ya, Heran ya begitulah
yang dapat kuutarakan saat itu. Entahlah !
Semakin kesini ternyata disaat ada satu acara
disekolah dan dia bersama temanku satu kepengurusan disekolah mencoba menemui
aku disela kesibukanku itu, dan temanku itu mengatakan “kamu suka lagu india kan, dia juga katanya mau duet sama kamu”.
Loh ya, aku sempat kaget dan sontak bingung mengapa dia tau kesukaanku dan
tiba-tiba bertanya demikian. Aku hanya mengutarakan lewat senyumanku dan aku
hanya berucap Insyaallah ya boleh .
Dengan terburu-buru aku meninggalkan mereka dan dia seperti biasanya dengan
tatapan tajamnya dan sedikit senyum dibibirnya. Aku rasa pria itu baik namun
terlintas dibenakku dari rautnya yaa kategori juteklah ya, tapi entahlah
whatever, hehe aku selalu berpikir demikian. Kemudian saat dia mengikuti salah
satu lomba disekolah dan saat dia memenangkannya aku mengucapkan selamat
padanya, tanpa berpikir panjang dan seakan-akan aku telah begitu lama
mengenalnya.
Karena kejadian tadi siang itu, akhirnya ujung
cerita yang tak kuduga ya kami semakin akrab karena saling komunikasian terus
satu sama lain dan akhirnya aku tau sedikit tentangnya dan kepindahannya
kesekolahku saat itu.
Yang tak pernah terlintas dibenakku adalah ketika
ternyata selama dia berada disekolah dia selalu memandangi ku dan mencari tau
akan diriku, entahlah apa maksud pria ini tapi aku ya menanggapi itu biasa saja
saat salah seorang temannya yang saat ini menjadi sahabat ku dan dirinya
menerangkan itu padaku. Dan pikir sahabatku, dia mungkin tertarik padaku. Hehe
aku aku hanya tertawa dengan perihal itu tanpa memperpanjang pemikiranku akan
itu.
Waktu kian berlalu, disaat suasana sekolah yang kian
hari makin berubah dengan masanya. Aku dan dia yang kian hari semakin akrab dan
pertemanan kita dimulai disini. Entahlah kesengajaan atau bukan namun ketika
awalnya aku tak pernah merasakan sesuatu yang aneh pada diriku terlebih hati
namun setelah kejadian dimana aku dipasangkan dalam satu event yang menjadikan
kami pasangan saat itu dan seharian penuh aku bersamanya dan aku merasa ada
sesuatu yang tak pernah kurasakan sebelumnya pada sosok pria ini. Tepatnya
disaat kami dibilang miriplah mukanya terus kalian
sepasang kekasih ya, tanya Mr. itu pada kami, ya sontaklah kami kaget dan
responnya bilang gak dan sambil jadi sama-sama bingung dan salting sendiri.
Masyaallah aku jadi bingung sendiri kala itu ya ditempat itu dimana kami berdua
saat itu berada.
Berikutnya saat pulang dari event itu ya seperti
biasa saat dia minta padaku untuk menyanyikan lagu dan itu hal yang gak biasa
aku lakuin ya dan anehnya dia memintaku bernyanyi disepanjang jalan, ya aku
pikir yasudahlah aku lakuin aja dan diapun kuperintah balik untuk melakukan hal
serupa itu padaku hehe, jadi ceritanya sepanjang menyusuri jalan kota ini kami
bersenandung ria, ya layaknya sepasang kekasih. Astagfirullah! Kenapa pikiran
itu terlintas kembali, dan aku terdiam.
Perjalanan yang cukup panjang ku lalui bersamanya
kala itu, ya masa pertemanan kami yang berujung bahagia saat itu, dan anehnya
setiap perjumpaan disekolah hal yang tak pernah terlupa ketika pagi disekolah
selalu ketemu dan saling berpandangan dalam jarak yang membelengu. Aku merasa
hal yang lain, ya mungkinkah ini.... aku jatuh hati, ah apalah pikirku ini.
Entahlah mungkin hanya seungkapan bahasa anak-anak medsos aja hehe kucoba
mengartikannya dengan hal lain.
Semakin hari semakin semakin aku tau bahwa benar
nyatanya aku merasakan hal yang lain sejak ku jumpa padanya, dan benar ternyata
diapun merasakan hal yang sama dan lebih dulu merasakan itu padaku. Cinta!
Dengan sebuah panggilan yang menarik, kami saling
bersama namun yang kutahu dia tak pernah mau mengatakan isi hatinya padaku kala
itu. Tapi perwujudannya adalah dari apa yang dia lakukan apa yang dia perbuat
saat itu padaku. Katanya, kadang ada
sesuatu yang tak harus dikatakan namun harus dimengerti, ya demikian
ungkapan itu terngiang begitu dalam dibenakku. Mungkin dia tau aku takkan
mungkin bisa menerimanya dalam keadaan saat ini, ya karena alasanku untuk fokus
study.
Seperti biasa waktu berlalu, angin berhembus dengan
nada cinta ya diantara tembok-tembok pemisah jiwa yang saling bersama namun tak
beriringan. Kami!
Diulang tahunku, mungkin bukan yang pertama kalinya
lagi namun ini kali pertama dalam masa bersamanya ya dengan pria itu. Ada hal
yang lain yang terjadi, kejutan ya kali pertama aku mendapat kejutan dari pria
jutek ini, ya aku tak menyangka seromantis itukah ternyata sosok pria yang aku
temui dan kukenal saat ini. Karena sekedar kalian ketahui dia sulit sekali
mengumbar rasa bahagia apalagi senyumnya kepada orang lain, ya karena dengan
itulah aku sering menyebutnya demikian, karena baginya dia hanya kan memberikan
senyumannya yang indah hanya untukku, untukku seorang. Yaa lalu kejutan itu dengan
rangkaian kata yang dia tulis untuk ku dan harmonica itu, ya harmonica blue
yang begitu memukau akanku, karena aku
begitu menyukai warna itu, dan tertulis indah “suatu hal yang kecil, jika dimainkan lewat dan dengan perasaan maka
akan menghasilkan suatu hal yang sangat indah” Dan kalimat itu teringat
akanku ketika dimalam hanya tepatnya dia menelponku untuk mengucapkan untuk
hari kelahiranku saat itu, dan baru aku sadari dan tak kusangka ternyata dia
kan memberikanku hadiah yang sederhana namun begitu dalam dan berarti, meskipun
hingga detik ini aku masih belum mampu memainkan dengan sempurna, Terimakasih
jodi, terimakasih...~
Sekian lama bersama dan pemikiran orang-orang akan
kami adalah kami sepasang kekasih, nyatanya tidak, sungguh tidak kami masihlah
sepasang teman yang saling berbagi satu sama lain, meskipun begitu kami bak tau
satu sama lain perasaan hati. Diam dan terus saja kisah ini berjalan.
Dibalik kebahagiaan selalu terselip duka, ya
seketika suka itu tertutup keheningan yang begitu dalam, antara aku dan dia.
Dimana saat itu aku dikecewakan dengan kehadiran sosok wanita lain yang
diakuinya sebagai kekasih hatinya. Betapa tidak tertegun kah hatiku dengan
perihal itu, namun kupastikan bahwa aku baik-baik saja dengan ini.
Ya saat itu telah dimasa penghujung sekolah, sudah
jadi kakak kelas yang paling tua saat itu kelas XII yaa well begitulah
keseringannya. Kuakui perubahan terjadi padanya, padanya begitu sangat berubah.
Namun ternyata dia memang begitu adanya yang kuketahui dari teman-temannya.
Baiklah, aku hanya berharap dan berdoa yang terbaik padanya dan juga padaku
sendiri.
Seiring waktu pria itu menyadari apa yang dia
lakukan padaku, ya dia yang selalu begitu berpikir pendek meskipun terkadang
bijak namun aku pastikan kata-kata yang kuucapkan padanya benar adanya
demikian, pria jutekku. Nyatanya doaku terkabul~
Dia yang hadir lalu seketika hilang dan hadir
kembali, seakan-akan hati dipermainkan dengan mudah, namun kala kepergiaanya
aku akui ada yang hilang dari hidupku, entahlah apa itu. Dan ketika hal itu
terjadi tanpa tegur sapa pun yang kami lakukan, semua bak hilang ditelan bumi.
Hanya kenangan yang tersisa kala itu dalam pandangan mata ini. Sulit diuraikan
sulit begitu sulit, mungkin karena kekecewaan yang mendalam.
Kesempatan kedua memang selalu datang untuk niatan
yang baik, dan inilah yang pantas kuucap kala kehadirannya kembali dalam
hidupku. Alhamdulillah, panjatku pada Sang Kuasa, aku hanya bisa berucap dan
berharap jika ini yang terbaik maka jalannya pun akan demikian baik pula.
Hari berjalan dimana seperti layaknya perjumpaan
awal saling mengisi satu sama lain, namun meskipun rasanya ada yang berbeda.
Aku pikir dia akan banyak waktu yang diluangkan, namun nyatanya tidak padaku,
ya aku yakini karena kesibukan nya untuk citanya sebagai abdi negara, dan
akupun memiliki impian yang sama dengannya maka itu saling mengisi namun
kesibukan tak pernah lekang, malah selalu menghampiri keadaan kami. Ujian hati
dan perasaan semakin kuat menerpa, namun aku yakini dia pun paham itu dan kisah
ini berjalan,berlalu dan demikian....
Bak kekuatan cinta romeo and juliet atau apalah itu
katakanlah demikian, tak ada yang bisa memisah kami sekalipun nyatanya hal yang
dulu pernah terulang kembali karena kelalaiannya, aku akui aku kecewa sungguh!
Teramat dalam, namun aku hanya bisa berdoa yang terbaik baginya, entah patutkah
itu yang kulakukan pada sosok pria ini, tapi aku tak mampu menghindari doaku
padanya, karena ketulusan, ya benar itu adanya~
Kebahagiaan datang kembali dan pergi pula lalu
datang dan silih berganti kembali, ya kami yang saling menatap dibalik tembok
sekolah, jarak yang memisahkan kami hanyalah itu kedengarannya aneh namun
kenyataannya begitu kami yang begitu sulit mengutarakan sesuatu hanya mampu
bertatapan dibalik tembok ini dalam jarak yang memisah, namun seakan hati yang
mampu mengerti apa yang diutarakan dalam ketidakberdayaan saat itu.
Meskipun begitu banyak hal bahagia yang terlintas
dalam jarak kami, yaa ini baru kurasakan jarak antara kami, jarak jarak dan
jarak. Hanya saling mengerti, memahami keadaan dan saling mendoakan.
Sampai aku
suka mendengarkan lagu ldr dan aku rasa itu bak mengutarakan apa yang kami
rasakan saat itu, hubungan yang dalam namun sulit dimengerti keadaannya.
Begitulah! Dan dia selalu mengingatkan ku untuk tak bernyanyi itu lagi karena
mungkin dari sebuah lagu pula yang membuat kita semakin jauh, jarak semakin
dekat dengan kita, dan seakan kami percaya semua ucapan bisa menjadi doa ya
layaknya lagu ini, terdiam begitulah!
Dan sampai pada akhirnya perpisahan tiba, yaa
kelulusan menjumpai kami dan entahlah apa yang terjadi pada kami saat itu,
perasaan yang senang namun ada kesedihan dalam balutan kisah ini. Rasanya lama
sekali kita bersama, namun nyatanya singkat sekali sangat singkat.
Sorak-sorai kelulusan bergempita ria disudut sekolah
bukan hanya itu hingga disepanjang jalan pun dapat dijumpai perihal remaja
merayakannya dengan begitu gembira dan dibalik itu jelaslah teman-temanku tak
mungkin melewatkannya seakan hal yang wajib dan corat-coret pun keharusan yang
tak boleh pula ditinggalkan. Kebahagiaan oh kebahagiaan, ya itulah yang
diungkapkan kami semua, meskipun aku tak pernah mau ikut dengan aksi mereka
yang menurutku begitu membosankan dan ketinggalan jaman, ah apalah itu masih
banyak hal yang jauh lebih menyenangkan dan bermanfaat. Well, meskipun begitu kembali
lagi pada ingatan tentang kisahku dimasa putih abu-abu ini, aku berharap ada
satu hal yang terjadi sebelum perpisahan ini benar-benar hilang ya sebuah
pertemuan terakhir diantara kami kala itu, karena ku menanti satu hal yang
ingin diutarakannya padaku, katanya. Terburu-buru pergi meninggalkanku dan
hingga saat ini tak berjumpa kita, ya benar tak pernah lagi berjumpa!
Aku merindukan nyanyian indah dan alunan gitarmu
itu, semua tentangmu dan!
Dan sekarang kita berbeda haluan dan namun saling
mendoakan meskipun jarak yang memisahkan semoga Tuhan dapat mempertemukan, Insyaallah jodi~
Yang tak pernah kutahu hingga terakhir kali kita berjumpa adalah apa yang ingin kau sampaikan padaku untuk terakhir kalinya dan itu yang tak kudengar karena ketidakberaniaanmu, ya aku tau itu namun aku diam dan hanya memastikan jika yang selama ini kita lalui bermakna maka kau kan mengerti kemudian apa yang saling kita rasakan dan yang kita harapkan.
Yang tak pernah kutahu hingga terakhir kali kita berjumpa adalah apa yang ingin kau sampaikan padaku untuk terakhir kalinya dan itu yang tak kudengar karena ketidakberaniaanmu, ya aku tau itu namun aku diam dan hanya memastikan jika yang selama ini kita lalui bermakna maka kau kan mengerti kemudian apa yang saling kita rasakan dan yang kita harapkan.
Ingatlah satu hal, ungkapan yang kita senangi, “KITA
MUSYAFIR CINTA, KITA KAN BERTEMU DIJALAN”~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar