Minggu, 21 Juni 2015

Poem~



NEGERIKU SETENGAH PALSU
KARYA : AMIRATUN NAHR

Suara bergelora, bersorak ramai tanpa henti dijalan kota
Kerumunan massa berhuru-hura tiada henti berkeliaran
Aksi-aksi yang tak karuan berjalan
Para petinggi bak diam seribu bahasa
Hanya duduk manis diatas pencakar langit
Apa yang terjadi pada negeriku?
            Demo sudah menjadi hal yang lazim dinegeri ini, ironis!
            Seketika mengingat ikrar untuk negeri tercinta ini runtuh, ya semuanya PALSU!
Uang, PALSU!
Lagi, ingatkah saat ini bahan pangan kita pun begitu merta, PALSU!
Kemudian, tanpa harus bersusah payah sekolah, tanpa harus ada beban dan pikiran
Lalu ijazah yang tak jelas, PALSU... berkecimung dimana-mana
Suara diam penguasa yang tau seakan tercekik dan bungkam, PALSU!
Ikatan suci perkawinan pun bak hilang makna hanya untuk kekayaan semata, PALSU!
Ah status PALSU~
Mengapa gerangan negeriku?
            Ternodai dengan ikatan palsu
            Tertawaan negeri tetangga akan kita
            Lantas, tak ciutkah kita ketika mendengar itu?
            Sudahlah kita tak usah malu, ah PALSU!
Tanyakan saja mana janji untuk negeri ini, PALSU!
Sungguh negeri bak dalam batu, semua tahu seakan tak tahu
PALSU !!!...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar