Jumat, 03 Maret 2017

SHORT-STORY



RUMAH SENDIRI
AMIRATUN NAHR


            Bagi sebagian orang bukanlah hal mudah menerima kekalahan nyata dalam sebuah kompetisi bahkan hal lainnya. Tapi beginilah nyata kehidupan sulit kita kira, sekiranya apa yang telah diupayakan sangat maksimal namun belum berbuah manis seperti yang diharapkan maka tetaplah teguh dalam pendirian, sabar dalam penantian.
            Ya begitu pula kasus yang tengah aku alami, ini nuansa kali pertama yang kualami rasanya sulit kupercaya ketika banyak orang yang mampu memberikan kepercayaan luar biasa padaku. Dalam pemilihan kala itu, mereka memandangku seperti apa yang mereka harapkan dan keyakinan penuh mereka akanku.
            Waktu berlalu, detik demi detikpun tak berhenti disitu. Menjadi pemimpin harapan orang banyak bukanlah hal yang mudah, aku menapaki berbagai hal sulit, pahit, suka hingga aku sendiri pun sulit mengartikan apa yang menerpaku kala itu. Bersama kakanda yang mendampingiku untuk sama-sama berjuang untuk harapan orang terkasih, dengan Bismillah ku mulai langkah ….
            Tak ada yang berubah dalam diriku, aku tetap sedia kala berjalan mengikuti jalan hidupku, tapi kali ini aku dalam kompetisi besar dimana aku harus dihadapkan pada mereka pesaingku sekaligus kanda partner dalam seperjuanganku. Bagiku itulah persaingan, siapapun yang akan ada dihadapan mata kita untuk meraih bahkan merebut kuasa, pasti dengan langkah apapun itu. Tapi tidak denganku, kekuatan hatiku yang memaksaku untuk tetap setia pada kejujuran dalam setiap langkahku. Kenyataan, pasti dan sangat sulit percaya bahwa dalam pertarungan tidak akan ada hal rumit didalamnya, padahal jelas sungguh dapat dirasa apa yang terjadi bagaimana kondisi dan siapa yang terlibat andil untuk setia dalam persaingan akan mempertaruhkan segalanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
            Beralih waktu, hingga masa itu tiba dimana kali pertama aku merasa seakan menjadi sorotan berjuta mata yang memandang tanpa kedip. Aku mulai bicara aku mulai menyapa, tapi ini bukan kali pertama untuk itu pada khalayak, aku sudah cukup terbiasa berjumpa dengan mereka. Semua berjalan baik, ya kampanye kala itu. Siapa kira aku berani maju untuk jadi dan memperjuangkan aspirasi kawan seperjuanganku. Mau dikata berat, ini tak seberat memikul keluhan banyak massa. Mau dikata mudah, ini tak semudah pandangan yang ada. Inilah langkah bamula istilah bahasa lahirku. Dengan inilah aku, apa adanya namun bukan karena ada apanya.
            Perjuangan senantiasa berlanjut dan terus, hingga pada akhirnya masa akhir tiba. Ya, aku kalah dalam kompetisi ini, bagiku tak mengecewakan berat karena niatan sudah dibangun lillahi ta’ala hingga akupun berjalan untuk mencapai dan untuk memberikan hasil terbaik bagi semua. Kalah bukan berarti lemah, kalah bukan berarti kita pasrah. Ini hanya sebagian kecil kekalahan hidup, kalah bukan berarti mati melangkah, tapi kalah membangun gairah, membangkitkan semangat tanpa menyerah.
            Hari itu aku belajar lagi dan lagi, hidup tak selamanya menang dalam hal yang diinginkan. Bahagia dalam hal yang telah diupayakan sangat. Tapi, telah kuyakini suatu hal indah telah Allah siapkan untukku nanti, hikmahNya. InsyaaAllah.

-----------------
            Waktu telah berlalu, hingga tak kusangka panggilan atas usaha takkan ada yang mengecewakan. Satu hilang, berganti satu yang datang. Bahkan lebih dari itu. Sebab kali ini, Allah memperuntukkan daku untuk ketempat yang jauh lebih dari yang sempat aku harapkan.
            Langkah itu akan segera aku mulai, aku dapati telah dalam pandangan ini nyata bukan khayalan. Aku tinggal bersiap menyambutnya datang, menjemputnya, merangkul dengan setia apa yang telah Allah gantikan untukku saat ini. Alhamdulillah…. Alhamdulillah
            Dimana tempat itu aku merasa nyaman, ini rumahku inilah rumah sendiri bagiku. Dengan mereka, bersama mereka yang setia mendampingiku, keluargaku dibangku perkuliahan. Terimakasih sahabat-sahabat. Rasanya, keajaiban secepat kilat datang padaku tanpa aku sadari sebelumnya, namun syukurku hingga langit tertinggi, sujudku yang hanya untukNya yang memberikan hikmah dibalik kesabaran atas perjuangan yang ada.
            Inilah keajaiban nyata, aku belajar dari apa yang telah ku impikan. Seperti hanya lewat mata dan hatiku yang berucap “Aku akan bisa untuk hal demikian”, ini nyatanya telah kudapati.
Semoga apa yang telah Allah berikan, kesempatan terbaik dari yang tak pernah aku perkirakan telah didatangkanNya, thanks to Allah. Ridhoi-lah perjuangan hambaMu yang terkadang lika-liku kehidupan selalu mencoba menggoyahkan bahkan meruntuhkan kuatnya keyakinan.
Percayalah hikmahNya itu nyata.
Bismillah… terus melangkah ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar