Jumat, 16 Juni 2017

SHORT-STORY~



RAMADHAN, KEMBALI UNTUKKU
AMIRATUN NAHR

            Ramadhan hadir kembali ditengah harapan muslim yang menantinya. Hadirnya yang dinanti dalam setiap tahun begitu berarti saat kita mampu  berjumpanya kembali. Begitu pula denganku, aku bahagia untuk itu. Tahun yang berbeda dengan tradisi yang sama. Menanti hilal sebelum dipastikan untuk melaksanakan ibadah terawih malam harinya, dini hari dengan ramainya kentungan bertabuh dan suara yang menggemakan, ya waktu “Sahur” tiba. Senang rasanya hatiku berjumpa Ramadhan tahun ini. Uniknya, bagarakan sahur di daerahku ini semakin tahun semakin bervariasi bukan hanya dengan tabuh kentungan saja hingga seperti sedang dalam kompetisi bernyanyi. Irama musik yang kuat dimana-mana, alunan nada-nada khas dan bervariasi ditampilkan bukan hanya dengan berjalan kaki saja juga sudah dengan mobil yang berhiaskan kerlap-kerlip lampu. Begitu indah dan menggembirakan. Sahur semakin semangat rasanya, dan yang pasti bagiku kalau tidak sahur kita kan merugi. Karena, aku selalu ingat bahwa sahur itu membawa keberkahan. Hal sederhana saja, namun ada keberkahan dibalik setiap sahur yang dilewati. Apalagi saat ditunggu untuk menyegerakan berbuka, hal yang disunnahkan juga dinantikan. Alhamdulillah.
            Masih dirumah yang sama, dengan keluarga yang tetap dalam lindunganNya hingga berjumpa di Ramadhan tahun ini. Syukurku yang tak terlupa, hingga desah nafas ini terus menyebut asmaNya. Allah Allah.
            Dalam perjumpaan dengan bulan suci ini, bulan penuh ampunan dan keberkahan dari Allah Swt, sebagian dari umat muslim tak ingin melewatkan kesempatan untuk menguatkan ibadah kepadaNya. Karena selain ibadah puasa, juga amalan lainnya pun menjadi incaran untuk mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah Swt. Karena yakinlah, Allah akan memberikan yang terbaik atas apa yang diusahakan manusianya, lewat proses yang panjang namun selalu ada hikmah dan tidak akan sia-sia. Namun, ingatlah jangan jadi merugi selama bulan puasa suci ini. Karena, meskipun syaitan dan kawan-kawannya itu telah dipenjarakan selama bulan Ramadhan dan kita pikir tidak akan ada gangguan untuk beribadah, namun sebenarnya gangguan itu akan muncul dari hawa nafsu kita. Bagaimana kita mampu menahan segala hal yang tidak sepatutnya diperbuat selama berpuasa agar Ramadhan kali ini tidak sia-sia.
            Ramadhan telah datang untukku, untukmu dan untuk kita semua. Yakinlah, untuk menguatkan hati dan melaksanakan peribadatan dengan semaksimal mungkin, lakukanlah lillahi ta’ala. Karena kita impikan hasil terbaik dari bulan ini. Semoga Allah permudah kita dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dan Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar