AKU BELAJAR
AMIRATUN NAHR
Dari apa yang kupahami, ketika Tuhan memang
mengizinkan jiwa ini terlahir dalam balutan kasih sayang Ayah Bunda. Indah nian
hidupku ketika aku sadari itu lebih dari cukup. Lalu, kasihNya tak pernah
terlepas, hingga setiap anugerah, nikmatNya tak mampu kubendung, teramat begitu
besar dan sungguh begitu luarbiasa. Alhamdulillah…
Kadang aku sadar bahwa ketika kita miliki segalanya,
kita tak sepatutnya hanya memandang terus diatas lantas tak hirau pada keadaan
dibawah. Ketika kita memiliki segalanya, tak sepatutnya lupa, sungguh kita
hidup tak sendiri, kita hidup berdampingan disekitar orang-orang yang meski
memiliki perbedaan besar dengan kita.
Jika kita hanya mengupayakan diri untuk
bersenang-senang dalam hidup, kita mudah meraih segalanya, bukan berarti orang
yang jauh dibawah kita kan mudah mendapatkannya, mereka perlu berjuang mereka
perlu melangkah dengan banyak halangan dan rintangan, peluh yang bercucuran tak
terhentikan dari badan, upayanya untuk mencukupi hidup. Lantas, bagaimana kita
berpikir untuk tak ingin berbagi, ketika melihat sosok yang begitu memerlukan
namun kadang sebagian orang masih saja tak perduli, hanya mementingkan sesama
derajatnya, dirinya, kedudukannya, oh Allah, astagfirullah, maafkan lah diri
ini. Yang tak pernah luput dari kesalahan yang ada, maafkan jika diri ini masih
jauh dari memikirkan kepentingan bersama.
Aku
belajar banyak dari apa yang terlihat oleh mata, yang begitu terjamah oleh
hati, yang tak mampu kubendung lewat air mata ketika bersama menyaksikan
kesulitan umat yang lain.
Mereka mengajarkan kita banyak hal, arti pentingnya
waktu untuk berjuang, disiplinnya diri, kuatnya hati untuk tetap hidup, tak
letihnya bersyukur dan tanpa berkata “Aku menyerah”.
Terkadang kita lupa akan kesenangan dunia,
kesenangan pada diri kita semata, padahal kita hidup tak sendirian, kita
bersama beberapa orang dan golongan yang masih perlu kepedulian kita. Dan kita
belajar dari apa yang terlihat, dan agar kita lebih mensyukuri hidup untuk tak
menyia-nyiakan apa yang kita dapat, lalu kadang kita lupa bersyukur dengan
rezeki yang tak melimpah, hingga kita harus belajar dari beberapa orang yang
jika untuk hidupnya yang terpenting mereka bisa makan, tidur pun sulit dengan
tempat yang layak.
Wahai
hati, jadilah pribadi yang tak pernah lelah bersyukur dengan segala nikmat
Allah, karena yang kita anggap sedikit, itu berarti besar bagi mereka yang tak
berada dalam posisi kita saat ini.
Ya Allah tegurlah diri ini, jika terlalu jauh
melangkah dalam kesalahan, kuatkanlah iman ini untuk senantiasa berada dalam
jalan terbaikMu. Amin InsyaaAllah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar