Jumat, 08 Juli 2016

Short-Story~



AKU BELAJAR
AMIRATUN NAHR

Dari apa yang kupahami, ketika Tuhan memang mengizinkan jiwa ini terlahir dalam balutan kasih sayang Ayah Bunda. Indah nian hidupku ketika aku sadari itu lebih dari cukup. Lalu, kasihNya tak pernah terlepas, hingga setiap anugerah, nikmatNya tak mampu kubendung, teramat begitu besar dan sungguh begitu luarbiasa. Alhamdulillah…
Kadang aku sadar bahwa ketika kita miliki segalanya, kita tak sepatutnya hanya memandang terus diatas lantas tak hirau pada keadaan dibawah. Ketika kita memiliki segalanya, tak sepatutnya lupa, sungguh kita hidup tak sendiri, kita hidup berdampingan disekitar orang-orang yang meski memiliki perbedaan besar dengan kita.
Jika kita hanya mengupayakan diri untuk bersenang-senang dalam hidup, kita mudah meraih segalanya, bukan berarti orang yang jauh dibawah kita kan mudah mendapatkannya, mereka perlu berjuang mereka perlu melangkah dengan banyak halangan dan rintangan, peluh yang bercucuran tak terhentikan dari badan, upayanya untuk mencukupi hidup. Lantas, bagaimana kita berpikir untuk tak ingin berbagi, ketika melihat sosok yang begitu memerlukan namun kadang sebagian orang masih saja tak perduli, hanya mementingkan sesama derajatnya, dirinya, kedudukannya, oh Allah, astagfirullah, maafkan lah diri ini. Yang tak pernah luput dari kesalahan yang ada, maafkan jika diri ini masih jauh dari memikirkan kepentingan bersama.
            Aku belajar banyak dari apa yang terlihat oleh mata, yang begitu terjamah oleh hati, yang tak mampu kubendung lewat air mata ketika bersama menyaksikan kesulitan umat yang lain.
Mereka mengajarkan kita banyak hal, arti pentingnya waktu untuk berjuang, disiplinnya diri, kuatnya hati untuk tetap hidup, tak letihnya bersyukur dan tanpa berkata “Aku menyerah”.
Terkadang kita lupa akan kesenangan dunia, kesenangan pada diri kita semata, padahal kita hidup tak sendirian, kita bersama beberapa orang dan golongan yang masih perlu kepedulian kita. Dan kita belajar dari apa yang terlihat, dan agar kita lebih mensyukuri hidup untuk tak menyia-nyiakan apa yang kita dapat, lalu kadang kita lupa bersyukur dengan rezeki yang tak melimpah, hingga kita harus belajar dari beberapa orang yang jika untuk hidupnya yang terpenting mereka bisa makan, tidur pun sulit dengan tempat yang layak.
            Wahai hati, jadilah pribadi yang tak pernah lelah bersyukur dengan segala nikmat Allah, karena yang kita anggap sedikit, itu berarti besar bagi mereka yang tak berada dalam posisi kita saat ini.
Ya Allah tegurlah diri ini, jika terlalu jauh melangkah dalam kesalahan, kuatkanlah iman ini untuk senantiasa berada dalam jalan terbaikMu. Amin InsyaaAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar