Sabtu, 16 Juli 2016

WANITA SENJA - AMIRATUN NAHR


Sekian tinggi fatamorgana diufuk yang kan tenggelam
Dia hanya tersenyum meratapi dirinya
Gelap datang bersambut derai angin
Dia hanya berselimut kehangatan kesendiriannya
Jika suara bersahutan ria dijalan
Maka dia hanya mendengarkan lalu tetap terjaga
            Setiap matahari terbit, nampaknya tak bersuara
            Langkah kakinya ringan menyambut pagi
            Hingga wajahnya yang menua tak dihiraukannya
            Baginya berjumpa pagi, adalah anugerah kembali
Kembali matahari hampir menenggelamkan dirinya
Wanita itu seraya berkata
Sungguh, seakan puncak akhirku tiba
Air mata tergantung diantara sela pipi
Hampir meneteskan
Aku takut, aku takut hilang senjaku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar