Jumat, 02 Januari 2015

Cerpenku~



Sastrawan Impian
Amiratun Nahr

Cerita ini dimulai sejak aku menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sastra, saking senangnya sejak sekolah dasar dan menengah pertama aku mencoba menulis beberapa puisiku dan entahlah bagaimana isinya bagi orang lain yang mengetahui hal demikian, namun aku tak begitu menghiraukan, bagiku itu adalah kesenangan pribadi hidupku dan suka atau tidak dengan karya yang ku buat itu semua tergantung dari masing-masing penilain orang yang ada disekitarku saat itu.
Beranjak dari situ, sejujurnya entah mengapa sebetulnya aku sangat sangat dan sangat mencintai dan mengagumi sastra terlebih puisi, dan seketika aku disekolah menengah pertama aku tetap pada keteguhanku dan setiap aku mendengar puisi apapun itu hatiku begitu tenang, bahagia dan merasakan ada sesuatu dari puisi itu yang telah masuk pada jiwaku. Disekolah menengah pertama, tak pernah ku kira aku malah jarang menuliskan bait-bait indah puisiku, entahlah aku tak mengerti hal tersebut, malah aku terjun lebih dalam pada hal jurnalistik dimasa itu dan ada pelatihan khusus yang mana sertificate juga dikasih langsung atas penghargaan ku pada waktu itu, dimana saat itu guru bahasa arab, pak Agung sebutlah beliau demikian, ya maklum saya dulu sekolah menengah pertamanya di mts bukan smp, jadi dengan begitu beliau memberikan kepercayaan padaku untuk bergabung pada hal tersebut. Dan aku setuju dengan itu, karena basicnya suka sastra toh ya saya dengan hal-hal yang hampir mendekati seperti itu aku jadi lebih bersemangat dengan sendirinya. Mula-mula dimts sering jadi tangan kanannya pak Agung dalam hal menangani mading-mading sekolah, dan karena setiap bulannya selalu ada buletin sekolah dan disitulah tenagaku berjalan untuk sekolahku saat itu. Begitu menyenangkan, tanpa sedikitpun aku mengeluh dengan hal-hal yang mungkin dirasa sebagian bahkan banyak orang hanya membuang waktu dengan sibuk bersama mengurus buletin sekolah yang setiap bulannya berganti tema dan narasumber tentunya. Justru yang dikatakan dan dipikirkan orang lain, tak sesulit dan secapek yang mereka pikir kok, toh semuanya enak-enak aja bagiku’’. Ohya, aku selalu bermimpi suatu saat aku bisa menghasilkan suatu karya sastra yang luarbiasa untuk orang-orang didunia.
Berlanjut dimasa sekolah menengah atas ya SMA, nah sekarang aku sudah ditahap sekolah menengah atas yang tentunya banyak hal yang pasti belum aku ketahui dan sangat ingin aku ketahui lebih banyak dari apa yang dapat dipikirkan orang lain. Tetap pada tahap awal dimana ceritaku yang sangat mengagumi sastra, terlebih puisi. Mungkin selama kelas 10 aku masih santai-santai saja dengan kesibukanku yang lain dan tak terlintas untuk menuliskan bait-bait puisiku, karena entahlah mungkin aku terlalu sibuk menghafal naskah dan berlatih musik saat itu, yaa wajarlah saya kan ikut ekskul teater dan musikpanting, jadi seakan bakat saya yang saya sukai terpendam begitu saja. Seiring waktu dikelas 11, masih layaknya kelas 10  karena aku masih saja sibuk dengan naskah dan musik yang kukagumi tersebut. Dan hal lain yang kadang terlupa olehku, ya menulis bait puisi yang selama ini kuharapkan.
Seiring waktu, setiap pembelajaran Bahasa Indonesia tidak pernah luput dari materi puisi dan itu pelajaran yang menyenangkan bagiku, hatiku sesungguhnya ingin melakukan itu tapi entahlah setelah lama tak menuliskannya hanya hatiku saja yang melantunkan puisi. Ya terdengar aneh sih, puisi tanpa tulisan dan hanya bersenandung dalam pikiran dan hatiku saja saat itu.
Tapi seiring waktu disaat aku memasuki kelas 12, sebenarnya masih seperti masa kelas yang lalu dengan kesibukan yang sama, hanya saja kesibukan dengan musik panting sudah mulai berkurang dariku, dan teater masih berjalan baik.
Jujur, aku mengagumi sastrawan-sastrawan dunia yang luarbiasa dengan karya-karyanya. Terlebih sastrawan Indonesia yang tak kalah penting dan ku kagumi sejak dulu, salah satunya Taufiq Ismail, yaa aku begitu mengagumi beliau. Bagiku beliau sosok yang luarbiasa dan beliau pula sosok sastrawan nasional yang penuh dengan karya yang menjadi teladan bagi setiap manusia, terlebih aku.
Yaa aku  bermimpi suatu hari bisa berjumpa dengan sang idolaku. Tapi yah mimpiku mungkin sulit tercapai, karena rasaku sulit bisa bertemu beliau saat itu.
Suatu hari ketika guru Bahasa Indonesia ku yakni Ibu Muchrita menemui ku dan beliau berkata demikian, “Nak, ini ibu ada dapat undangan untuk acara sastrawan bicara siswa bertanya, mau ikut?, Lantas ku jawab, iya bu saya ikut. Dan beliau bilang ya sudah saya tebak kamu pasti mau ikut apa ajalah kamu ini selalu suka dengan hal beginian kata beliau, ibu suka sekali nak dengan kamu,’’ heee jawabku ah ibu tahu saja kalau saya suka dengan hal seperti itu, dan awalnya aku belum paham event apa sih sebenarnya yang diajak oleh guruku dan aku bertanya, bu memangnya itu event berkumpul para sastrawan ya bu atau bagaimana? Lantas beliau menjawab iya, disana nanti akan ada sastrawan nasional seperti Taufiq Ismail, Jamal D. Rahman, Ari Kpin, Joni Ariadinata, dan Jamal T.Suryanata. Subhanaallah, decak kagum langsung hatiku berdegup begitu kencang setelah mendengar yang akan datang itu Pak Taufiq Ismail. Yaa beliau adalah idolaku selama ini, hatiku bergembira dan tak sabar aku untuk berjumpa beliauJ.
Dan akhirnya event itu tiba, tepat tanggal 25 September 2014 lalu, ya hari Kamis aku sangat ingat waktu itu kejadian itu sangat berkesan, dan aku tak menyangka bisa mendapatkan undangan istimewa tersebut sebagai seorang siswa disekolah.
Awal acara diisi oleh berbagai karya-karya siswa, aku tak sabar menantikan kehadiran beliau untuk melantunkan beberapa syair beliau yang luar biasa, dan seketika itu tak lama berselang beliau dipanggil naik keatas panggung dan sorak tepuk tangan pun berhamburan luarbiasa menyambut beliau. Subhanaallah, tak kuasa aku berucap kagum dan bersyukur Alhamdulillah, ini layaknya mimpi aku bisa bertemu dengan sang idola. Ini nyata adanya.
Saat itu beliau menyampaikan cerita beliau semasa diluarnegeri dan melantunkan beberapa syair beliau yang luarbiasa dan setelah itu ada sesi tanda tangan, dan aku rela berdesak-desakan demi mendapatkan tanda tangan beliau, hehe, capek sih ya sesak banget serius deh, tapi demi idola nay rela banget.

Yang terpenting diacara itu, aku sangat bersyukur, bangga bukan main, karena ini hal luar biasa yang tak pernah kukira selama ini. Bisa bertemu dan bertatap muka sama idola luar biasa banget, dan juga bisa ketemu sastrawan nasional lainnya seperti Jamal D. Rahman, Ari Kpin, Joni Ariadinata, dan Jamal T.Suryanata. Subhanaallah, aku bahagiaJ
Nah dari pertemuan singkat itulah yang menyebabkan sekarang aku kembali aktif dalam menulis puisi dan ditambah lagi dengan cerpen, Alhamdulillah beliau sosok penyemangat buatku, you’re myinspiration Sir, Taufiq IsmailJ. Thanks for everything, I was so happy happy happy................................................hhii
Thanks God, banyak hal yang kadang kita kira yang gak mungkin terjadi, tapi percayalah karena Allah senantiasa ada bersama kita, segala yang tak mungkin, selalu bisa jadi mungkin, yaa kenyataan. Intinya bermanfaat banget ikut SBSB di Banjarmasin{}



Thanks~
@naywafda28

SASTRAWAN  IMPIAN, BANJARMASIN
AMIRATUN NAHR
CERPEN
SDN KELAYAN-SELATAN 3 BANJARMASIN
MTSN BANJAR-SELATAN 2 BANJARMASIN
SMAN 4 BANJARMASIN






nih kejauhan ngshootnya, padahal keren nih pas Pak Taufiq Ismail sharing sama kita

it’s me hi hi hi, havefun~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar