Sabtu, 08 Agustus 2015

Short-Story~



AKU, KAMU DAN KAU? SIAPA DIA?
AMIRATUN NAHR

Seperti sudah terbiasa dalam hal cinta, mungkin sebagian bahkan hampir lebih dari itu selalu memahami benar bagaimana kala cinta terjadi dan berakhir pada akhirnya. Meski suka namun duka tak pernah hilang dari yang namanya kisah cinta.
Ya beginilah yang kuceritakan pada insan dunia, betapa terlukanya hatiku ketika menapaki kisah cintaku, bukan hanya itu pedih rasanya kehilangan adalah hal yang sulit dilupakan dalam bagian hidup, sulit melupakan karena kesungguhan hati yang tulus mencintainya.
Bagian awalnya adalah ini memang kisah yang tak rumit tak pula sederhana, namun apa adanya yang terjadi mungkin bukan hanya pada diriku, namun sebagian lainnya pun pasti pernah tau dan bahkan mengalami peristiwa demikian.
Waktu itu, sudah pernah pernah kukatakan  bahwa ini adalah pengalaman pertamaku dalam bercinta, hehehe aneh rasanya mungkin dunia seakan milik mereka yang bercinta saja, ah seperti omong kosong bagi sebagian orang, namun nyatanya begitulah adanya.
Aku dan dia, ya dia lelaki yang begitu ku kagumi adanya, begitu menjadi bagian terbaik dalam hidupku. Kami senantiasa bersama dalam jalinan yang tak lama namun juga tak begitu singkat adanya. Hanya saja kisah ini mungkin terlalu cepat berlalu kala itu, meski hati saling mencinta, hati saling menjaga dan saling berikrar nyatanya ada hal yang tak patut dan sepantasnya tak dinodai dalam ikatan ini. Well, selepas kepergiannya beberapa waktu lalu karena laki-laki ini begitu sibuk ya entahlah mengapa aku masih saja bisa menjaga rasaku untuk sosok ini dan diapun begitu padaku, nyatanya selepas kutemukan fakta ada seorang yang sedang disampingnya saat itu bak melupakanku dengan mudah, entah mengapa, kupertanyakan demikian kupertanyakan terus dalam hatiku, mengapa Tuhan mengapa? Siapa dia? Siapa yang berani merusak jalinan ini? Apa salahku kasih?. Seakan hembusan anginpun terhenti tanpa suara tanpa jawaban tanpa penjelasan. Siapa yang mampu menjelaskan ini padaku, apa artinya semua ini?
Tak lama itu aku berupaya memperjelaskan semuanya, nyatanya kami kehilangan arah, entahlah dimana keberadaannya kala itu. Sosok wanita ini ya, dia berupaya memperlihatkan pada dunia bahwa pria yang bersamanya adalah seutuhnya miliknya, dialah kekasihnya tanpa tau sungguh wanita yang setia selama ini begitu terluka dengan apa yang dia ketahui tanpa mereka berdua ketahui. Kutanyakan pada hatiku, mengapa kasihku berkhianat demikian? Selalu mempertanyakan seakan aku berbuat salah besar padanya? Oh Tuhan, aku hanya inginkan kepastian dan kejelasan ini semua, aku ikhlas jika memang harus melepaskan dengan hati yang terluka kala itu.
Wanita itu mulai ternyata secara diam mengetahuiku dan berupaya memperjelas diriku, dengan pertanyaannya seakan dia menggangap aku ini hanyalah orang bodoh yang mengaku-ngaku dengan cintaku, ah dia siapa tanyaku, tak berhak demikian meremehkanku? Sungguh pertanyakanlah kisah ini padanya, iya pada sang pria yang sama-sama mengakui kita adalah kisah hidupnya, tanyakanlah siapa yang benar dalam hal ini?
Sulit sungguh rumit! Apalah dayaku tanpa ketidakpastian itu, suatu ketika dia datang menghampiriku dan berkata jelas bahwa, sungguh wanita itu bukan siapa-siapa, lantas aku terus mempertanyakan, mengapa jika dia bukan siapa-siapa dia seberani itu berucap bahwa kau menyebutnya kekasihmu, apa itu hanya omong kosong? Apa kau ingin mempermainkan cinta dengan semudah itu, kasih? Tidak, sungguh adanya aku tetap pada ikrar dan janjiku dan tentunya janji kita seutuhnya, dia hanya salah mengerti keadaan, mungkin kau tau betapa jarangnya aku hadir padamu dengan kesibukan ini, namun takkan ada yang mampu merubah rasa tulus cinta dan kasih sayangku padamu,Kasihku, setiaku selamanya, jangan pernah perdulikan dia yang berucap demikian hanya karena ingin memutuskan jalinan ini, maafkanlah daku jika sungguh ini terjadi dan hanyalah kesalahpaham semata. Mungkin aku mampu mempercayaimu, tapi buktikan apa yang pantas membuatku yakin? Aku kan berucap nyata padanya,Kasihku dengan kesungguhan bahwa aku memang benar bukan siapa-siapa dia sekalipun dia menganggapku lebih, tapi dia bukan siapa-siapa bagiku, kau lah bagian dari kisah hidupku, jangan pernah berubah seperti pertama kita berjumpa, Kasih.
Oh Tuhan, ketika kusandarkan bahuku dari rasa resahku padanya kepadaMu maka aku tenang, karena Engkau datangkan kesungguhan yang nyata dari apa yang tak sepatutnya disangka oleh makhlukMu yang lainnya, maafkanlah dirinya maafkan diri ini pula karena sungguh takkan pernah luput dari dosa entahlah itu dari firasat bahkan perbuatan yang sungguh hina adanya. Ya Tuhan, Engkau yang telah menjaga rasaku rasanya hingga kepastian tiba, sungguh ini teramat membahagiakan bagiku, janganlah hilangkan kebahagiaan padanya yang pernah melukaiku, karena diapun berhak bahagia atas itu. Karena cinta tau kemana dia akan kembali, karena cinta tau kemana dia kan berarah dan melangkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar