AKU, KAMU DAN KAU?
KARYA : AMIRATUN NAHR
Mungkin ucapan dapat bersembunyi
Tapi tak selama itu
Kau pikir kenyataan takkan mampu memberi kebenaran
adanya
Benar! Tuhan takkan membuat insannya bersedih hati
karena kedustaan lelaki
Wanita ini yang begitu setia menapaki kisahnya
Setiba wanita lain datang menjemput dan
menghilangkan kehidupannya
Pilu bukan kepalang!
Apa yang dapat diterangkan hanya kau pria yang
bertutup wajah
Tak mendengarkah rintihan itu?
Pura-pura tak tahu, diam membisu
Pilu yang semakin membelenggu
Oh Tidak ....
Tuhan, sadarkanlah dia yang terlalu jauh dengan
kisah ini
Maafkanlah untuk berulangnya kini yang dia lakukan
Oh wanitanya, tak pantaslah kau menudingkan ucapan
keras akan perihal ini
Nyatanya kau yang mengambil semuanya
Wanita yang terdahulu yang setia menapaki
kehidupannya
Hanya dalam rintihan doa yang bertahta
Seraya berharap keajaiban kan menerjemahkan
kenyataan yang ada
Tanpa harus kembali disalahkan dalam rumitnya kisah
cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar