Sabtu, 07 Februari 2015

Cerpen~



CINTAKU, BUKAN TAKDIRKU
AMIRATUN NAHR

Bermula disiang hari tepat setelah pulang sekolah hari itu aku sedang tidak sibuk dengan pekerjaanku. Dan tiba-tiba saja datang temanku untuk menceritakan sesuatu yang terjadi pada dirinya.
Cici ya itulah namanya teman masa kecilku yang sangat menyenangkan. Awalnya, aku terkejut mengapa kedatangannya begitu mendadak, dan ku tanyakan padanya, apa gerangan yang hendak dia lakukan.
            Ci, tumben datang kemari, kau rindu aku ya? Sapa ku padanya”
Ah Nay kau bercanda saja, ada yang perlu aku bicarakan padamu, begitu urgent dan aku rasa kaulah yang mampu mendengarkan curahan hatiku harini, “jawabnya.
Baiklah Ci, mungkin aku bisa membantu, ceritakanlah....”
Begini Nay, aku kan udah punya gebetan nih ya sekarang, aku sayang banget sama dia. Dia juga bilang gitu, kami udah lama banget berhubungan baik dan dekat seperti ini namun kami belum ada kepastian dalam hubungan kami ini.
            Loh maksudnya kamu hts-an gitu ya? “tanyaku padanya.
Iya Nay, aku masih hubungan tanpa status dengan dia. Aku sudah merasa kami saling memiliki satu sama lain. Dan karena waktu yang lama akhirnya yang ditunggu datang juga, yakni dia mencoba dan baru saja menyatakan perasaannya padaku.
            Lantas, apa yang kau lakukan? Bukankah dengan itu kau bisa cepat menerima cintanya dan kalian segera jadi sepasang kekasih, bukan?
Bukan begitu Nay, kau tau bukan aku memegang prinsipku seperti kau, yaitu aku belum mau menjalin hubungan lebih dari teman dulu dengan siapapun terkecuali selepas aku menamatkan studyku di SMA dulu Nay.
            Jadi, bagaimana tanggapan dia Ci? Apa dia hanya diam atau malah bertanya-tanya mengapa kau begitu terhadapnya?
Tentu Nay, dia menanyakan itu namun aku berikan penjelasan yang sama seperti kepada laki-laki lain yang selalu mencoba mendekatiku. Dan akhirnya, kami tetap dalam keadaan begini saja Nay, hts.”
            Oh begitu, sekarang apa kau merasa nyaman dengan keadaan ini Ci? Hubungan kamu baik-baik saja kan sekarang dengannya?
Ya semulanya baik Nay, beberapa bulan masih komunikasi dan sering ketemu, namun akhir-akhir ini kurang lebih seminggu tanpa kabar dan seketika ada kabar yang mengejutkan mengenainya adalah dia sudah punya yang lain selain aku, dia berpacaran dengan yang lain Nay, tepatnya dibelakangku. Dan betapa sungguh histerisnya kau mendengar hal itu langsung dari sahabatnya yang begitu care denganku, dia jahat, dia cowok php.
            Masya Allah, sungguh Ci perihal itu? Lelaki macam apa dia, selama ini baik dengan kau nyatanya setelah kau putuskan untuk menjadi teman seperti biasa namun dia pergi tanpa kabar dan secepat itu pula dia mendapatkan wanita lain. Aku tak habis pikir dengan cara pikir lelaki itu Ci.
Iya Nay, begitu terkejut aku mendengar dan yang malah mengejutkan lagi kudengar dari sahabatnya itu dia memang suka melakukan itu tanpa berpikir panjang. Dia mungkin ingin memiliki sosok yang dia inginkan, namun dari aku tidak dia dapatkan. Namun, anehnya semudah itukah dia melupakan aku Nay? Melupakan semua kenangan ini? (sambil menangis?
            Iya aku paham Ci, kau pasti sangat kecewa dengannya, aku pun tak menyangka ternyata kasus php dari kalangan lelaki benar-benar sangat memprihatinkan remaja, terlebih wanita. Aku rasa dia mungkin bukan takdir yang terbaik buat kau Ci, Tuhan mungkin sedang menguji dalam cerita hidup kau.
Iya Nay, aku sadari, aku yakini, dia lelaki yang tidak bertanggungjawab dan tak patut denganku. Sebagaimana ku selalu berdoa pada Tuhan, jika dia yang terbaik maka akan dipersatukan denganku.
            Syukurlah, kau menyadari itu Ci. Kau memang sahabatku yang kuat dan sabar. Aku selalu yakin jalan Tuhan dalam hidup manusia beragam, namun pasti ketika kita keliru dengan pilihan awal kita, dan itu jelas salah pasti akan ditunjukkan Allah yang terbaik bagi kita.
Iya Nay,dia bukanlah takdirku, Tuhan selalu bersama orang yang sabar dan memaknai hikmahNya. Makasih ya Nay, kau sahabat terbaik yang mau mendengarkan dan pemberi solusi yang baik.
            Sama-sama Ci, sebagai sahabat sepatutnya aku mampu melakukan itu, selagi aku bisa. Tetap semangat Ci, karena yang terbaik telah menunggu di depan gerbang impian.
Iya Nay, siap laksanakan,hehe (dengan senyum bahagia)
Dan akhirnya, Nay dan Cici berpeluka seraya bercanda menghilangkan kegalauan.


Dunia, Banjarmasin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar