HIDAYAH-NYA,
MENUJU SAHABATKU SEIMAN
AMIRATUN
NAHR
Masa putih abu-abu memang masa yang begitu berkesan
bagi sebagian orang, ya karena dengan masa-masa itu kita melewati masa
sesungguhnya, masa yang nyata pencarian jati diri. Rasanya sulit kupercaya akupun
begitu terpukau akan masa itu.
3tahun silam, ketika aku memulai masa SMA yang
begitu menyenangkan. Aku mengenal dunia baru, aku menemukan hidup, aku
menemukan jati diri, aku menemukan sahabat setiaku dan cinta.
--------------
Entahlah, pertemuan singkatku bersama sahabatku, dia
terkenal dengan karakter tiongkok pada dirinya, dan begitu teguh dengan
keyakinannya. Dia sosok sahabat yang baik bagiku, dia begitu mengenalku dalam
meskipun kami baru berjumpa kala itu. Rasanya aku tak menyangka akan sedekat
itu dengannya. Ya, aku tak memungkiri karena memang aku adalah sosok yang cukup
supel ketika mengenal orang baru disekitarku. Dan masa-masa itu berlanjut
ketika kami satu kelas saat duduk dibangku kelas 2 atas, ya menyenangkan karena
bisa berkumpul dalam satu kelas dan jurusan yang sama pula.
Setiap hari setiap saat bahkan setiap detik rasanya
aku selalu berdampingan dengannya, sampai-sampai kami dikira kembaran waktu
itu, hehe. Mungkin karena punya mata yang sipit, hehe. Tapi, aku tak perduli
orang-orang menyebutku apa dan bagaimana, yang penting bagiku sahabatku satu
ini adalah sosok yang baik dan mengerti aku, begitu pula aku baginya.
Kami selalu menceritakan apa yang pernah kami lewati
entah itu sebelum duduk disekolah dasar bahkan sampai saat itu. Dia begitu
mengerti, meski ada banyak perbedaan diantara kami, keyakinan. Meski begitu,
itu bukanlah hal yang akan menggoyahkan persahabatan kamiJ.
Pernah terlintas dibenaknya begitu indah ketika dia mendengarkan petikan
nada-nada Alqur’an yang kubaca, hatinya begitu tenang” dia bilang. Ketika
melihat aku dan teman-teman lain berbondong-bondong ke mushalla maka rasanya
hatinya terketuk untuk mendekat, jelas matanya begitu terang menatapku setiap
itu terjadi. Kami saling menghargai satu sama lain, bukan berarti untuk
mempengaruhi, kami berbagi kebaikan untuk kebahagiaan kami bersama. Tak ada
niatku untuk membuatnya jauh dari apa yang dia yakini, hanya saja bagiku ini
adalah rasa syukurku, semoga jika telah sampai ilham padanya maka sungguh
kebaikan kan tiba untuknya lebih dari yang dia harapkan. Semoga begitu ya
Allah, amen.
Hari demi hari, minggu bertemu minggu, tahun
berganti tahun. Tibalah dimana masa-masa itu hampir berakhir, tapi bukan
selamanya hanya berakhir dalam masa sekolah. Aku selalu mengenang masa indah
bersamamu sahabatku. Setiap hari tertulis indah penaku untuk melukiskan rasa
rinduku akan kehadiranmu, dan kau sambut begitu pula padaku. Persahabatan yang
saling mendoakan.
Selepas kami dinyatakan lulus, rasanya bahagia tak
mampu dikatakan oleh untaian kata. Puji syukur Alhamdulillah ku panjatkan pada
Allah yang memberikan nikmat indah ini. Begitu pula bagi sahabatku rasa
syukurnya memuncak pada Tuhan.
Kami berpelukan, kami berucap syukur, kami saling
menyalami akan kebahagiaan kala itu. Dan aku tak pernah tau ternyata ketika
lamanya persahabatan itu terjalin, sahabatku begitu yakin dengan apa yang
kupegang, keyakinan. Ya Allah, aku tak memiliki daya ketika orang lain ingin
sekali dia sepertiku, bagiku tak mudah demikian, karena aku tak bisa aku tak berdaya
untuk itu, bagiku orang mudah mengatakan tapi mungkin kelak jika demikian
terjadi padanya aku tak tahu apa itu hanya sementara atau memang dasar hatinya
demikian memilih jalanMu.
Tulus, begitulah persahabatanku. Sering kuucapkan
bahwa persahabatan ini karena Allah, karena hanya Dia-lah yang memulai kita
dipertemukan dan menjalani kehidupan. Aku bersyukur memilikinya dan dia pun
begitu, kami saling mendoakan, bukan menghilangkan. Aku yakin, Allah jauh lebih
tau apa yang terbaik baginya kelak, jika demikian terjadi maka itu adalah
bagian doa terindah yang terkabul, karena Allah menuntunnya pada jalan yang
tepat jalan yang indah jalan yang benar. Islam.
Ingatlah kawan, kita bersahabat bukan untuk memberi
pengaruh buruk padanya, namun kita berbagi kebaikan, kita mendukungnya untuk
mencapai hal indah bagi dirinya kelak, jalan yang lurus tanpa hambatan, seperti
doa-doa kita seperti apa yang kita harapkan pula. Dan ingatlah, Allah selalu
menjaga hambaNya dalam hal apapun, sekalipun cobaan datang, Dia takkan memberikan
melebihi batas kemampuan hambaNya, dan dibalik itu akan datang hikmah yang
indah bagi hidup kita. Bersyukurlah dengan apa yang kau pegang saat ini,
keyakinan itu. Jangan hilangkan, bahkan ragukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar