Kamis, 21 Januari 2016

Short-Story



HIDAYAH-NYA, MENUJU SAHABATKU SEIMAN
AMIRATUN NAHR


Masa putih abu-abu memang masa yang begitu berkesan bagi sebagian orang, ya karena dengan masa-masa itu kita melewati masa sesungguhnya, masa yang nyata pencarian jati diri. Rasanya sulit kupercaya akupun begitu terpukau akan masa itu.
3tahun silam, ketika aku memulai masa SMA yang begitu menyenangkan. Aku mengenal dunia baru, aku menemukan hidup, aku menemukan jati diri, aku menemukan sahabat setiaku dan cinta.

--------------
Entahlah, pertemuan singkatku bersama sahabatku, dia terkenal dengan karakter tiongkok pada dirinya, dan begitu teguh dengan keyakinannya. Dia sosok sahabat yang baik bagiku, dia begitu mengenalku dalam meskipun kami baru berjumpa kala itu. Rasanya aku tak menyangka akan sedekat itu dengannya. Ya, aku tak memungkiri karena memang aku adalah sosok yang cukup supel ketika mengenal orang baru disekitarku. Dan masa-masa itu berlanjut ketika kami satu kelas saat duduk dibangku kelas 2 atas, ya menyenangkan karena bisa berkumpul dalam satu kelas dan jurusan yang sama pula.
Setiap hari setiap saat bahkan setiap detik rasanya aku selalu berdampingan dengannya, sampai-sampai kami dikira kembaran waktu itu, hehe. Mungkin karena punya mata yang sipit, hehe. Tapi, aku tak perduli orang-orang menyebutku apa dan bagaimana, yang penting bagiku sahabatku satu ini adalah sosok yang baik dan mengerti aku, begitu pula aku baginya.
Kami selalu menceritakan apa yang pernah kami lewati entah itu sebelum duduk disekolah dasar bahkan sampai saat itu. Dia begitu mengerti, meski ada banyak perbedaan diantara kami, keyakinan. Meski begitu, itu bukanlah hal yang akan menggoyahkan persahabatan kamiJ. Pernah terlintas dibenaknya begitu indah ketika dia mendengarkan petikan nada-nada Alqur’an yang kubaca, hatinya begitu tenang” dia bilang. Ketika melihat aku dan teman-teman lain berbondong-bondong ke mushalla maka rasanya hatinya terketuk untuk mendekat, jelas matanya begitu terang menatapku setiap itu terjadi. Kami saling menghargai satu sama lain, bukan berarti untuk mempengaruhi, kami berbagi kebaikan untuk kebahagiaan kami bersama. Tak ada niatku untuk membuatnya jauh dari apa yang dia yakini, hanya saja bagiku ini adalah rasa syukurku, semoga jika telah sampai ilham padanya maka sungguh kebaikan kan tiba untuknya lebih dari yang dia harapkan. Semoga begitu ya Allah, amen.

Hari demi hari, minggu bertemu minggu, tahun berganti tahun. Tibalah dimana masa-masa itu hampir berakhir, tapi bukan selamanya hanya berakhir dalam masa sekolah. Aku selalu mengenang masa indah bersamamu sahabatku. Setiap hari tertulis indah penaku untuk melukiskan rasa rinduku akan kehadiranmu, dan kau sambut begitu pula padaku. Persahabatan yang saling mendoakan.
Selepas kami dinyatakan lulus, rasanya bahagia tak mampu dikatakan oleh untaian kata. Puji syukur Alhamdulillah ku panjatkan pada Allah yang memberikan nikmat indah ini. Begitu pula bagi sahabatku rasa syukurnya memuncak pada Tuhan.
Kami berpelukan, kami berucap syukur, kami saling menyalami akan kebahagiaan kala itu. Dan aku tak pernah tau ternyata ketika lamanya persahabatan itu terjalin, sahabatku begitu yakin dengan apa yang kupegang, keyakinan. Ya Allah, aku tak memiliki daya ketika orang lain ingin sekali dia sepertiku, bagiku tak mudah demikian, karena aku tak bisa aku tak berdaya untuk itu, bagiku orang mudah mengatakan tapi mungkin kelak jika demikian terjadi padanya aku tak tahu apa itu hanya sementara atau memang dasar hatinya demikian memilih jalanMu.
Tulus, begitulah persahabatanku. Sering kuucapkan bahwa persahabatan ini karena Allah, karena hanya Dia-lah yang memulai kita dipertemukan dan menjalani kehidupan. Aku bersyukur memilikinya dan dia pun begitu, kami saling mendoakan, bukan menghilangkan. Aku yakin, Allah jauh lebih tau apa yang terbaik baginya kelak, jika demikian terjadi maka itu adalah bagian doa terindah yang terkabul, karena Allah menuntunnya pada jalan yang tepat jalan yang indah jalan yang benar. Islam.
Ingatlah kawan, kita bersahabat bukan untuk memberi pengaruh buruk padanya, namun kita berbagi kebaikan, kita mendukungnya untuk mencapai hal indah bagi dirinya kelak, jalan yang lurus tanpa hambatan, seperti doa-doa kita seperti apa yang kita harapkan pula. Dan ingatlah, Allah selalu menjaga hambaNya dalam hal apapun, sekalipun cobaan datang, Dia takkan memberikan melebihi batas kemampuan hambaNya, dan dibalik itu akan datang hikmah yang indah bagi hidup kita. Bersyukurlah dengan apa yang kau pegang saat ini, keyakinan itu. Jangan hilangkan, bahkan ragukan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar